Hashim Djojohadikusumo

Hashim Djojohadikusumo: Prabowo Tak Mungkin Bertindak Inkonstitusional

KONFRONTASI -   Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, merespons kekhawatiran sejumlah pihak bahwa Prabowo Subianto akan bertindak inkonstitusional. Menurutnya, Prabowo tidak mungkin melakukan itu.

Hashim menegaskan, Prabowo adalah sosok yang taat terhadap hukum dan aturan. Dia juga menjamin kekhawatiran itu tidak akan terjadi. 

Hashim: Pemilu 2019 Tidak Transparan dan Tidak Adil

KONFRONTASI-Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebutkan bahwa pelaksanaan Pemilu serentak 2019 tidak berlangsung secara jujur, adil (jurdil) dan transparan.

"Kami menilai Pemilu sekarang tidak jujur, tidak transparan, dan tidak adil," kata Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo saat jumpa pers di hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin.

Hashim Djojohadikusumo: Jokowi - Ma'ruf Amin Baru Ber-Narasi Cinta Pancasila, Prabowo Berkali-kali Hampir Mati Demi Membela Pancasila

KONFRONTASI -   WAKIL Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan latar belakang agama keluarganya yang beragam.

Adik kandung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu mengungkapkannya di acara Vox Point Indonesia bertajuk 'Isu Kebebasan Beragama Sepi di Panggung Pilpres', di Sekolah Santa Maria, Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Hashim: Prabowo Tak Mungkin Tinggalkan Pancasila dan Dirikan Negara Khilafah

KONFRONTASI-Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo menegaskan kembali bahwa calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mustahil meninggalkan Pancasila apalagi sampai mendirikan negara khilafah.
 
"Prabowo menghabiskan lebih dari separuh usianya sebagai prajurit. Jadi, tidak mungkin meninggalkan Pancasila apalagi mendirikan negara khilafah," kata Hashim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Hashim: Logistik untuk Prabowo 'Nyapres' Masih Cukup

KONFRONTASI- Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan dana logistik untuk Prabowo maju sebagai capres di Pemilu Presiden 2019 masih cukup.

Pernyataan ini sekaligus menepis dugaan bahwa Prabowo sedang dilanda kekurangan finansial sebagai modal maju nyapres.

"Iya itu, kan ada apakah cukup atau tidak. Masih, masih cukuplah," kata adik Prabowo Subianto ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3).

Soal Pendamping Prabowo, Hashim: Yang Penting Nasionalis

KONFRONTASI-Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menilai sosok ideal pendamping Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden tahun 2019 nanti merupakan sosok nasionalis sekaligus religius.

"Saya ada (kriteria), yang penting nasionalis dan regilius," kata Hashim di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Kendati demikian, Hashim juga tak masalah jika ada pihak-pihak yang menawarkan pendamping Prabowo dari kalangan militer, kalangan muda atau kalangan sipil.

Hashim Ingatkan Anies Tepati Janji Soal Reklamasi

KONFRONTASI-Hashim Djojohadikusumo mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar menepati janji soal reklamasi saat kampanye pilkada.

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu mengatakan, janji penghentian reklamasi ketika masa kampanye lalu merupakan tantangan berat yang harus dipenuhi Anies dan Sandiaga Uno.

Hashim dan Luhut Bertemu, Apa yang Dibicarakan?

KONFRONTASI-Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (23/7). Dalam pertemuan tersebut Hashim mengungkapkan bahwa mereka berdua banyak berbicara seputar isu perekonomian hingga perombakan kabinet atau reshuffle saat bertemu . Apa isi pembicaraan itu?

"Tadi reshuffle disinggung. Tapi secara umum saja," kata Hashim usai pertemuan.

Kasus Penjualan Kondensat, Bareskrim Bakal Garap Adik Prabowo

KONFRONTASI-Beberapa waktu lalu, Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengusut tiga kasus korupsi besar yang menyeret orang-orang penting. Salah satu dari tiga kasus itu ternyata adalah dugaan korupsi dan pencucian uang dalam penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama dan SKK Migas.

"Satu baru. Dua lagi belum ya. Tenang saja," ujar Budi di Mabes Polri, Selasa (5/5) malam.

PAN Yakin Pernyataan Hashim Diplintir

KONFRONTASI - Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bagian Koalisi Merah Putih (KMP) bersama Partai Gerindra sejak awal percaya Hashim Djojohadikusumo tidak akan mengeluarkan pernyataan akan menjegal pelantikan Jokowi-JK melalui KMP.

"Saya tidak begitu yakin kalau Pak Hashim menyampaikan hal yang katakan menghambat atau beberapa hal dalam proses pelantikan," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Pages