Hari Santri

Sambut Hari Santri, RICE dan FSPP Lebak Gelar Lomba Baca Kitab Tafsir Munir

KONFRONTASI-Forum Silaturahim Pondok Pesantren Lebak-Banten bekerjasama dengan Rifa'i Center menggelar Lomba Baca Kitab Tafsir Munir karangan Syeikh Imam Nawawi Al Bantani di Pesantren La Tansa 2, Rangkasbitung, Lebak, Banten (18/10/19). Acara yang diikuti oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai pesantren se-Lebak, berlangsung meriah karena masing-masing peserta diantar oleh para pendukungnya. Antusiasme dewan hakim, peserta, dan pendukung terlihat jelas di wajah mereka, bahkan acara berlangsung dari pagi sampai tengah malam, hampir pukul 24.00 WIB. 

KH Adrian: Santri Harus Satu Bernilai Seribu

KONFRONTASI-Santri sejati bukan hanya punya pengetahuan keagamaan yang baik, melainkan punya akhlak yang yang luhur dan mental yang kuat. Kekuatan mental santri yang di bentuk dari nilai-nilai keikhlasan, akan menjadikan santri punya jiwa kemandirian dalam mengarungi kehidupan di tengah masyarakat. Kalau perlu, s eorang santri harus punya nilai seribu orang. Annasu alfun minhum ka wahidin wa wahidun ka alfin in amrun ana.

Panggung Azan Sambut Hari Santri Nasional 2018

KONFRONTASI-Menyambut Hari Santri Nasional 2018, Pesantren La Tansa bekerjasama dengan Walicare dan Dewan Kesenian Banten menggelar acara Panggung Azan bertema Khusyu’ Negeriku di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru-Jakarta Pusat, 15-16 Oktober 2018. Azan yang merupakan panggilan shalat bagi umat Islam menjadi fokus acara, karena azan beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan pro-kontra di tengah masyarakat Indonesia.   

Hari Santri Nasional: Digging up the Past

Oleh: M. Ismail Yusanto

Digging up the past adalah slogan yang sangat terkenal di kalangan para arkeolog. Ini mewakili semangat mereka untuk mengungkap masa lalu melalui usaha penemuan dan penggalian situs-situs bersejarah. Hasilnya adalah sebuah rekonstruksi kehidupan atau peradaban di masa lalu yang diharap bisa memberi pelajaran kepada kehidupan sekarang dan di masa mendatang.

Hari Santri, Cermin Hubungan Antara Negara dan Umat Islam

KONFRONTASI-Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama, Mastuki, mengatakan, penetapan Hari Santri Nasional mencerminkan hubungan antara negara dan umat Islam, khususnya kalangan pesantren yang semakin baik dan saling menguntungkan.

"Penetapan Hari Santri merupakan wujud pengakuan pemerintah atas perjuangan dan kiprah kalangan ulama dan santri pondok pesantren baik dalam konteks merebut kemerdekaan, mempertahankan, maupun mengisi pembangunan republik ini," kata Mastuki, lewat keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu.

Hari Santri Jangan Sampai Munculkan Dikotomi

KONFRONTASI-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengingatkan peringatan Hari Santri jangan sampai memunculkan kembali dikotomi golongan yang selama ini sudah mulai mencair.

"Sejalan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami mengimbau Hari Santri ini jangan sampai memunculkan dikotomi," kata Ketua PW Muhammadiyah Jateng Musman Thalib di Semarang, Kamis malam.

Menurut dia, selama ini umat Islam, termasuk Muhammadiyah telah berupaya menghilangkan sekat-sekat dikotomi antara santri dan nasionalis atau abangan dalam perannya merebut kemerdekaan.

Pages