26 June 2018

HANIF KRISTIANTO

Meneropong Pilgub Jatim: Arus Bawah Binggung Milih Siapa?

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Menjelang pencoblosan Pilgub Jatim 2018 ada gejolak di arus bawah. Khususnya kalangan rakyat yang memiliki kepentingan di Pilgub Jatim. Sementara itu, alat-alat partai dan tim suksesnya bergerak massif untuk meraup dukungan suara. Tebar pesona dan jualan program sudah dilakoni.

HTI: Sisi Politik dan Pemberitaan Media Bagian Kedua

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

HTI menjadi obyek pemberitaan. Dalam kamus media, bad news is good news. Selama ini media kerap menjadikan HTI sebagai obyek penderita. Karena nya, setiap keputusan yang dijatuhkan kepada HTI menjadi menarik untuk diliput. Berdasar pengamatan pemberitaan sebelum HTI dicabut SK BHP-nya, peliputan HTI sepi. Meski HTI tiap tahun mengadakan agenda kolosal, tak juga menjadi minat media untuk memberitakan.

Pilkada Pasti Ramai

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Tak mengherankan jika stake holder bersatu diri dalam ciptakan Pilkada damai. Banner, baliho, dan iklan senantiasa didengungkan damai. Hal ini tercermin dari sikap pihak penjaga keamanan. Keinginan pilkada damai merupakan wujud pendidikan politik masyarakat. Sayangnya, apa yang dilakukan untuk mewujudkan pilkada damai bertolak belakang dengan realita.

Itung-itungan Uang di Pilgub Jatim

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Publik pun dibuat bertanya-tanya. Berapa sih jumlah uang untuk memenangkan Pilgub Jawa Timur? Pasalnya, bukan rahasia lagi jika ‘rupiah’ jadi alat kuasa menuju kemenangan. Ada uang mesin pemenangan jalan. Tak ada uang, siapa yang mau kasih dukungan?

Politik Identitas NU di Pilgub Jatim

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

 “Wis wayahe, wong NU dadi gubernur Jawa Timur.” Ada oase dan kabar gembira bagi Nahdliyin di Jawa Timur. Bisa dipastikan kedua Cagub merupakan bagian dari keluarga besar NU. Menang atau kalah, gubernurnya dari NU. Karenanya, politik identitas NU pada pilgub 2018 begitu menonjol. Badan otonom NU sudah mulai bergerak dan menunjukan dukungannya. Seolah badan otonom dan warga NU bersaing untuk mendukung salah satu paslon.

Meneropong Pilgub Jatim: Bongkar Muat Program Gus Ipul-Puti

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Pilgub Jatim 2018 sudah mulai menawarkan ragam program. Jika dikaitkan dengan komunikasi politik, maka ini menjadi magnet pemilih. Selain menjual program, kontestan juga menjual isu lainnya. Program yang ditawarkan memang bukan hitam di atas putih. Sebatas tawaran. Hal ini dikarenakan mewujudkannya bukan jalan mudah. Seringnya malah, rakyat jadi korban janji program.

Laa Ilahaillallah: Bagian Ketiga

OLEH: HANIF KRISTIANTO
15/02/2018 Vol. 252

Kedzaliman nyata bagi manusia
Allah disekutukan
Perantara keyakinan melenceng lainnya
Mantra-mantra dilantunkan
Jauh dari contoh keagamaan

Laa ilahaillallah....

Dukun menyesatkan
Manusia lemah iman
Ritual ia cipta
Bangga digdaya di dunia
Sengsara nanti di akhirat sana

Hamba Ini Hina Layak Debu Dunia

OLEH: HANIF KRISTIANTO
09/02/2018 Vol.248

Hamba ini hina
Mengimani ayat Mu
Dan mengufuri ayat Mu
Menjual ayat Mu dengan rupiah
Menyimpan ayat Mu demi dunia

Hamba ini hina
Layaknya debu dunia
Alpa akan firman Mu yang nyata
Abaikan semua seolah agama tak mengaturnya

Hamba ini hina
Syariat Mu dianggap bencana
Jika tak cocok dalam kuasa

Hamba ini hina
Syariat Mu dianggap guna
Jika datangkan uang dan dunia

Tanda Kartu Kuning Agar Bergeming

OLEH: HANIF KRISTIANTO
06/02/2018 Vol. 247

Tak dinyana
Mahasiswa mengeluarkan kartu kuning
Pada baginda Presiden mulia
Agar Tuan menyadari aspirasi rakyatnya

Kartu kuning sebagai metafora
Dari euforia masalah yang mendera
Negeri ini dalam tanda bahaya
Hanya manusia tulus hatinya
Yang mampu memahami kebahayaannya

Kyai War on Pilgub Jatim: Bagian Dua

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Dominasi dukungan kyai, khususnya basis Nahdiliyin kepada kedua paslon tidak diragukan lagi. Ibaratkan pion, Gus Ipul dan Khofifah merupakan bintang cemerlang pengurus jajaran NU struktural di tingkat nasional. Bisa dipastikan, pemenang kontestasi pilgub berasal dari NU. Nah, yang menarik justru gerbong kyai yang mendukung di belakangnya. Siapa sajakah yang mendukung Gus Ipul dan Puti.

Pages