hancur

Jokowinomics Membusuk, Rupiah Terus Terpuruk

KONFRONTASI- Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot, Selasa (8/9/2015), semakin terpuruk, bahkan sempat menembus level 14.300. Ini tentu membuat Jokowi-JK makin tak dipercaya publik dan pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pukul 08.35 WIB, mata uang Garuda melorot ke posisi Rp 14.304 per dollar AS, setelah dibuka di level 14.263,6. Kemarin, rupiah ditutup melemah pada 14.266.

Indonesia Membusuk di bawah Jokowi-JK, Menuju Kehancuran. Mengapa TNI, BIN, dan Civil Society Diam Saja?

KONFRONTASI- Kehidupan rakyat makin sulit. Utang swasta menggunung, sampai lebih Rp3000 trilyun dan rezim devisa bebas membuat rakyat makin melarat. Korupsi merajalela. Indonesia membusuk dan menjadi negara yang paling rawan menuju hancur lebur di Asia. Dengan kondisi ekonomi yang makin terhimpit, rakyat, buruh, nelayan bersatu dengan para mahasiswa melawan pemerintahan Jokowi-JK yang gagal. Baru enam bulan memerintah, banyak kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang dianggap membebani rakyat.

BBM Melambung, Rakyat Limbung.Jokowi-JK Dinilai Ingkar Janji

KONFRONTASI- Krisis pangan dan energi mengancam Indonesia era Jokowi-JK yang ingkar janji. Harga pangan dan energi (bbm, gas,listrik) melambung. Rakyat geram dan terhuyung, rakyat menilai Jokowi-JK ingkar janji.. Di era demokrasi ini, melunasi utang kepada rakyat lebih penting dibandingkan kepada elit politik pendukungnya.

Israel Hancurkan Bangunan Didanai Uni Eropa di Arab di Yerusalem

Konfrontasi - Pemerintah Israel, Selasa (10/3), menghancurkan bangunan penampungan yang didanai Uni Eropa di Arab, Yerusalem timur, kata Uni Eropa, yang mengutuk langkah tersebut.

"Kami mengutuk pembongkaran hari ini atas tempat penampungan sementara, yang didanai oleh Uni Eropa sebagai bagian dari tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat terdampak," kata pernyataan Uni Eropa.

Dana Uni Eropa membantu membangun sekitar 200 bangunan sementara untuk penampungan di desa yang dihuni masyarakat Badui di Tepi Barat, di luar Yerusalem timur, Arab.

KPK Dibunuh Rezim Jokowi. Berdosakah Rakyat Memilih Jokowi?

KONFRONTASI- Para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku siap mati melawan koruptor daripada menanggung malu dengan berkoalisi bersama para koruptor. Atas perintah Jokowi, Taufikurahman Ruki cs dianggap publik sebagai pelaku pembunuhan KPK. Buktinya, mereka lakukan pelimpahan kasus Komisaris Jenderal Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung. ''Sedangkan Kejagung dan Polri di mata rakyat adalah sarang koruptor,'' ujar seorang pegawai KPK.Yang jelas, KPK dibunuh Rezim Jokowi. Rakyat berdosa besar memilih Jokowi. Akankah mereka masuk Neraka Jahanam?

PPP Terus Bertikai, Pecah. Partai Kabah Diambang Kehancuran

JAKARTA- PPP tak berhenti konflik, pecah belah. PPP bagai  partai para petualang politik. Pertikaian yang melanda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan berdampak panjang jika tidak dihentikan dari sekarang, baik dalam pemerintahan lima tahun kedepan maupun pada Pemilu 2019 nanti.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, partai berlambang Ka'bah ini sepertinya plin plan dalam sikap politiknya. Artinya, kalau ada tawaran yang menggiurkan maka menyebrang.

Indonesia Dihancurkan Para Politisi?

KONFRONTASI- Indonesia beberapa waktu terakhir lebih tampak seperti sebuah kota yg gelisah dibalik tembok-tembok yg rapuh. bagaimana tidak? Para elit politik telah mempertontonkan kecendrungan pengkotak-kotakkan persatuan bangsa lewat jor-joran dan kompetisi yg tidak sehat. Dinamika ini semakin membuat era reformasi ini justru bukan menghasilkan bangsa yg dapat tumbuh bersatu dengan kuat, melainkan sebaliknya.

Koalisi Tanpa Syarat dari Jokowi Hancur Lebur?

KONFRONTASI- Jokowi menghadapi tagihan publik dan intelektual agar tak ingkar janji. Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro meminta kepada presiden terpilih, Joko Widodo untuk membuktikan janjinya saat kampanye dengan menyatakan akan memberlakukan koalisi tanpa syarat dan tak melakukan praktik transaksional politik.

Menurut Siti, dengan komposisi kabinet yang disebutkan Jokowi, 16 kursi menteri untuk partai politik, tidak menggambarkan seperti yang ia janjikan. 

Pages