Guru

Uut Permatasari: Siswa Tugasnya Belajar Bukan Aniaya Guru!

Konfrontasi - Pedangdut Uut Permatasari ikut mengomentari kasus penganiayaan hingga menewaskan seorang guru honorer di Sampang, Madura.

Istri salah satu perwira di Mabes Polri ini mengaku syok dengan aksi brutal yang dilakukan siswa terhadap gurunya.

"Ini sangat disayangkan. Siswa itu tugasnya belajar dan dididik, bukan malah menganiaya guru," ujarnya dengan nada prihatin.

Yang membuat Uut tambah miris, sang guru tidak melakukan perlawanan saat muridnya melakukan penganiayaan.

Tragedi Guru Budi...

Oleh: Dian Andryanto

Tak pernah siapapun menduga Kamis kemarin, 1 Februari 2018, hari terakhir guru muda Ahmad Budi Cahyono terakhir mengajar. Berhenti untuk mengajar selama-lamanya. Berpulang ia meninggalkan duka. Pagi ini air mata masih basah di Sampang, Madura.

Guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura itu masih sangatlah muda. Masih harum berbunga pula kehidupannya, belum lama usia pernikahannya. Empat bulan buah cinta dalam kandungan istrinya.

Isi Pesan Anies Baswedan untuk Guru PAUD

Konfrontasi - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berpesan kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini atau Paud ketika meresmikan Sekretariat RW 08, Keluarahan Ancol, Kecamatan, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu, 16 Desember 2017.

"Jadikan wahana ini (kantor RW) tumbuh pembelajaraan anak-anak yang cinta belajar. Kalau anak kecil sudah cinta belajar, dia akan tumbuh belajar," kata Anies Baswedan.

Untuk itu, Anies meminta setiap guru Paud yang mengajar di tempat Sekretariat RW itu agar menjadi pendidik yang baik.

Syarat Pencairan Tunjangan Guru Diperketat

Konfrontasi - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, Kaltara, Jayamartom mengatakan, syarat pencairan tunjangan guru diperketat.

Salah satunya wajib memiliki laporan harian dan laporan kehadiran dari setiap ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Disdikbud Nunukan yang ada di tiap kecamatan.

Sebab, selama ini proses pencairannya tidak sesuai fakta yanag ada. Ada saja guru yang tidak menjalankan kewajibannya namun menerima hak secara utuh.

Bu Guru Genit, Hobinya Cabuli Murid Ganteng

Konfrontasi - Seorang guru sekolah menengah atas (SMA) di Kolombia bernama Yokasta M terancam hukuman hingga 40 tahun penjara gara-gara ulahnya yang tak pantas sebagai pendidik. Bu guru yang sudah menginjak usia 40 itu ketahuan punya kelakuan yang membuat para wali murid naik pitam.

Bu Yokasta ternyata gemar mengajak murid-muridnya untuk berindehoi. Dia tak segan-segan menebar umpan dengan mengirim foto ataupun videonya dalam pose menantang.

Laman The SUN mengabarkan, Bu Yokasta sebenarnya telah bersuami. Namun, pada periode Januari hingga April 2016, guru SMA di Medellin itu membombardir para muridnya dengan video ataupun foto yang 'ngeri-ngeri sedap' melalui WhatsApp.

Yokasta memang lihai membungkus akal bulusnya. Mulanya, dia meminta nomor-nomor telepon para siswanya. Alasannya demi membantu para siswa ketika kesulitan dengan studi mereka.

Alih-alih membantu memecahkan persoalan murid untuk urusan pendidikan, Bu Yokasta justru getol mengirim video dan foto-fotonya yang menggoda. Beberapa di antaranya malah pose minim busana.

Ada pose Bu Yokasta yang hanya mengenakan celana dalam, sedangkan tangannya menutupi bagian dadanya. Ada pula pose yang cuma mengenakan tank top, sementara bagian sensitifnya ditutupi dengan boneka Teddy.

Astaga, Oknum Guru di Aceh Cabuli Muridnya

Konfrontasi - Oknum guru jurusan bahasa Arab yang mengajar di MIN di Kecamatan Jumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan mencabuli lima orang muridnya.

Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Zul Fitriadi di Blangpidie, Jumat (17/1/2017), mengatakan, oknum guru yang dilaporkan telah melakukan pelecehan seksual terhadap lima orang murid kelas 5 dan 6 tersebut bernisial M (58), warga Desa Alus Sungai Pinang, Abdya.

Kadisdik Kota Malang Minta Guru Paud dan TK Harus Berpendidikan Sarjana

Konfrontasi - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah menyatakan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK harus berpendidikan minimal sarjana (S1) agar bisa mengikuti sertifikasi.

“Sesuai amanat Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru PAUD dan TK sekarang harus berpendidikan sarjana, minimal S1. Selain diatur dalam UU tersebut, aturan harus sarjana juga dituangkan dalam data pokok pendidikan (dapodik),” kata Zubaidah di Malang, Jawa Timur, Minggu (29/10).

Ia mengemukakan selain sudah diatur dalam dua aturan tersebut, jika tidak berpendidikan sarjana, guru PAUD maupun TK bersangkutan tidak bisa mengikuti sertifikasi. Jika tidak mengantongi sertifikasi, yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan tunjangan profesi.

Menurut Zubaidah, selain tenaga guru yang harus berpendidikan sarjana, sarana dan prasarana gedung PAUD maupun TK juga harus dipersiapkan dengan baik dan memenuhi kriteria (ketentuan) yang ditetapkan.

“Jangan sampai PAUD dan TK tidak memiliki alat atau media pembelajaran yang menunjang proses belajar mengajar siswa agar mereka tidak bosan, bahkan memudahkan guru untuk menyampaikan materi,” ujarnya.

Tahun Depan DKI Jakarta Alami Krisis Guru, Kok Bisa?

Konfrontasi - Pada tahun 2018, Jakarta krisis guru hingga 2.500 orang.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra, Syarif mengatakan, kekurangan tenaga pengajar berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu akibat kebijakan moratorium penerimaan PNS sejak kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Diperkirakan Syarif, hingga tahun depan DKI Jakarta kekurangan pegawai hingga 12 ribu. Terbanyak dari Dinas Pendidikan yakni guru.

Pages