Gunung Rinjani

Karhutla, Pendakian ke Gunung Rinjani Ditutup

KONFRONTASI- Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mulai Minggu akibat kebakaran hutan yang terjadi sejak Sabtu (19/10).

“Kegiatan pendakian di semua jalur pendakian ditutup sejak 20 Oktober 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata Pelaksana Harian Kepala BTNGR Dwi Pangestu melalu keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Minggu (20/10).

1.091 Pendaki Rinjani Telah Dievakuasi

KONFRONTASI-Sebanyak 1.091 pendaki Gunung Rinjani telah berhasil dievakuasi setelah sebelumnya terjebak saat terjadi gempa bumi 6,4 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (29/7) pagi.

“Sejak tanggal 29 hingga 31 pagi total yang berhasil dievakuasi 1.091 jiwa. Sebanyak 1.090 jiwa selamat dan satu meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di kantor BNPB di Jakarta, Selasa (31/7).

Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Pendaki Gunung Rinjani

KONFRONTASI - 122 personel Tim Gabungan terdiri dari 20 prajurit TNI, 16 personel Polri/Sabhara, 34 personel Basarnas, 6 personel tenaga Medis, 4 personel Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), 10 personel staf Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), 16 personel SAR dan 16 orang masyarakat berhasil melakukan kontak dengan para wisatawan pendaki Gunung Rinjani, Senin (30/7/2018).

TNI Kerahkan Kopassus ke Gunung Rinjani

KONFRONTASI - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 142 Prajurit Kopassus untuk melaksanakan tugas menyelamatkan para pendaki yang masih terperangkap di atas Gunung Rinjani akibat longsor yang menutupi akses jalan untuk turun ke bawah karena bencana alam gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa.

689 Pendaki Diperkirakan Masih Terjebak di Gunung Rinjani

KONFRONTASI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani berjumlah 689 orang. Meskipun banyak data berbeda-beda mengenai jumlah pendaki Gunung Rinjani, BNPB memperkirakan data pendaki sesuai pendataan yang dilakukan oleh pihaknya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, pendaki yang naik tanggal 27 dan 28 Juli 2018 berjumlah 829 orang, terdiri dari 637 warga Negara asing (WNA) dan 192 WNI. 

“Angka ini pun masih bisa bertambah dengan jumlah porter, guide, dan tamu yang naik tanggal 25-26 Juli 2018,” jelas Sutopo dalam siaran persnya, Senin (30/7/2018).

Pihaknya mencatat pendaki yang turun tanggal 29 Juli 2018 pukul 23.30 WITA berjumlah 680 orang (358 WNA dan 222 WNI). Sebanyak 149 pendaki belum turun.

Selain itu, masih ada wisatawan terjebak di dua titik kawasan di Gunung Rinjani, yaitu di KM 10 Jalur Sembalun berjumlah 500 orang (terdiri dari 135 WNA dan 365 WNI. Dan Kawasan Batu Ceper berjumlah 40 orang.

Saat gempa 6,4 SR pada 29/7/2018 pukul 05.47 WIB diperkirakan terdapat banyak pendaki yang berada di puncak Gunung Rinjani di sekitar Danau Segara Anak dan KM 10 Pelawangan.

“Dengan demikian diperkirakan jumlah pendaki yang masih terjebak di atas Gunung Rinjani berjumlah 689 orang (149 jiwa+540 jiwa),” jelas Sutopo.

Kawasan Gunung Rinjani Ditetapkan UNESCO Sebagai Geopark Dunia

KONFRONTASI-Kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya ditetapkan sebagai anggota baru geopark dunia dalam sidang Unesco Executive Board, Kamis (12/4), di Paris, Prancis.

“Alhamdulillah sudah sudah ditetapkan pada sidang Unesco Executive Board kemarin di Paris. Geopark Rinjani kini resmi sebagai anggota baru Unesco Global Geopark,” kata General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Chairul berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapaian Rinjani sebagai geopark dunia tersebut. 

Tanda-tanda Gunung Rinjani akan menjadi Global Geopark sebenarnya telah terlihat yaitu saat  NTB ditunjuk sebagai tuan rumah Asia Pasific Geopark Network Symposium atau, pertemuan seluruh anggota Geopark se-Asia Pasific pada 2019.

"Secara de facto, Gunung Rinjani sudah masuk menjadi geopark dunia sejak ditunjuknya NTB menjadi tuan rumah kegiatan Asia Pasific Geopark Network Symposium pada 2019. Namun pengumuman resminya dikeluarkan pada April 2018. Sedangkan penyerahan piagam sebagai anggota baru geopark dunia akan dilaksanakan di Italia, September 2018," imbuhnya.

Dengan peningkatan status tersebut, kata dia, bakal ada perubahan di Kawasan Gunung Rinjani. Salah satunya, kawasan Gunung Rinjani akan semakin dipromosikan ke masyarakat internasional termasuk juga di ratusan geopark dunia lainnya. 

Hal Ini kata dia, tentunya berimbas pada sektor pariwisata NTB.

"Di seluruh dunia ini ada ratusan Unesco Global Geopark. Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi Unesco Global Geopark tentu menjadi ajang promosi yang efektif terutama bagi sektor kepariwisataan NTB. Tentunya, akan semakin banyak wisatawan internasional yang tertarik untuk berkunjung Gunung Rinjani," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata lNTB Lalu Muhammad Faozal menyambut gembira penetapan tersebut. Menurut dia, perjuangan Pemprov NTB sejak 2013 terbayar sudah dan diharapkan gaung Gunung Rinjani akan makin santer terdengar di dunia.

"Ini merupakan hal positif. Kawasan Gunung Rinjani akan makin mendunia. Imbasnya adalah peningkatan kunjungan wisata. Kalau sudah begitu porter, masyarakat yang punya homestay, kuliner, transport semuanya hidup, dan timbulkan efek domino yang luar biasa," ujar Faozal.