Golkar

Minim Kontribusi Menangkan Jokowi, Golkar Cuma dapat Jatah Dua Kursi Menteri

KONFRONTASI - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti menilai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto tidak memperlihatkan kontribusi yang besar dalam memenangkan capres petahana. Oleh karenanya, wajar bila partai berlambang pohon beringin ini diberi kursi menteri lebih sedikit.

Jatah kursi kabinet masing-masing partai politik pendukung Jokowi-Maruf harus disesuaikan dengan kontribusi dan kerja parpol dalam memenangkan 01, bukan semata-mata hanya ditentukan oleh jumlah perolehan kursi.

Soal Jatah Menteri, Golkar: Sebanyak-banyaknya

KONFRONTASI-Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga, mengatakan pihaknya menginginkan jatah menteri yang maksimal di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatang. Meski demikian, Golkar tidak ingin memaksakan sejumlah nama untuk mengemban tugas sebagai menteri Jokowi.

"Sebanyak-banyaknya (Soal jumlah) Ya Pak Jokowi-lah yang tahu itu. Masak kita bicara sesuatu yang bukan domain kita," ujar Andi kepada wartawan usai mengisi diskusi di Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (7/7).

Golkar Harapkan Kabinet Jokowi-Maruf Tak Diisi Orang Bermasalah

KONFRONTASI-Partai Golkar berharap Kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas dan tidak pernah terlibat korupsi. 

"Yang terpenting sesungguhnya juga memiliki integritas, integritas itu salah satunya tidak pernah terlibat dalam kasus-kasus misalnya tercela, pidana korupsi dan sebagainya," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily Ace Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

JK: Sudah Capek Munaslub di Golkar

KONFRONTASI-Wacana mempercepat Musyawarah Nasional Partai Golkar terus mencuat. Wakil Presiden dan juga politikus senior Golkar, Jusuf Kalla menilai semua tinggal sabar menunggu saja jadwal munas yang normal.

"Gini, sudah capek munaslub di Golkar. Jadi normal saja lah. Toh sekarang sisa enam bulan. Itu Desember nanti akan munas biasa. Tunggu lah," kata JK di Jakarta Pusat, Selasa 25 Juni 2019.

Partai Beringin Terus Digoyang Desakan Percepatan Munas

KONFRONTASI-Desakan untuk mempercepat Munas membuat kondisi Partai Golkar memanas. Konflik kepengurusan memang kerap berlangsung di tubuh partai beringin ini.

Kembali, Beringin bergoyang. Kali ini gara-gara perolehan suara Partai Golkar yang turun dibandingkan Pemilu Legislatif 2014. Hasil rekapitulasi KPU menunjukkan, Golkar berada di posisi ketiga (12,31%), di bawah Partai Gerindra (12,57%) dan PDI Perjuangan (19.33%).

Dengan hanya mampu mengumpulkan suara 17.229.789, kursi yang bisa diduduki Golkar di Senayan hanya 85kehilangan 6 kursi dari 91 kursi yang diperoleh pada Pemilu Legislatif 2014.

Betul, Beringin tidak keluar dari angka keramat "tiga besar". Tapi, seperti dikatakan Yorrys Raweyai, seorang politisi senior Golkar, perolehan suara partai ini tetap saja turun.

"Target 110 kursi pada Pemilu 2019, hasilnya hanya 85 kursi," kata Yorrys pada diskusi "Beringin Bergoyang Lagi?" bersama Prof Dr Salim Said (Ketua Institut Peradaban/Guru Besar Ilmu Politik), dan Heroik M Pratama (Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) di Jakarta, Sabtu, 22 Juni 2019.

Pada Pemilu 2014 lalu, Golkar berada di urutan kedua setelah PDI Perjuangan dengan suara 18.432.312 (14,75%). Artinya, pada Pemilu 2019 Beringin kehilangan 1,2 juta pemilih, karena hanya memperoleh suara 17.229.789.

Yorrys mendukung perlu adanya langkah evaluasi dan perubahan di tubuh Partai Golkar. Menurut dia, hal itu penting untuk persiapan Pemilu 2024 mendatang. "Ke depan harus berpikir 2024 Golkar mau jadi apa? Harus ada perubahan dan evaluasi," ujarnya.

Musyawarah Nasional (Munas)? Begitulah sebagian suara yang muncul di internal Golkar. Munas yang seharusnya digelar Desember 2019, dipercepat sebelum pelantikan presiden/wakil presiden dan pembentukan kabinet baru bulan Oktober.

Salah satu inisiator untuk mempercepat Munas adalah Azis Samual. Pria yang pernah menjadi Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar ini mengklaim para pengurus daerah sudah sepakat untuk mempercepat Munas.

:Konsolidasi sudah bulat, 25 DPD I dan beberapa DPD II sudah merestui percepatan Munas ini," kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 Mei 2019.

Aziz menginginkan agar Munas digelar maksimal akhir Juli nanti. "Airlangga (Hartarto) sebagai ketua umum gagal, sudah sepatutnya bertanggung jawab, dan harus mundur," kata mantan Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Papua ini.

Seperti halnya Yorrys dan Aziz, Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) juga mendesak Munas dipercepat untuk pergantian ketua umum.
Hanya saja, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta kader muda Beringin bersabar. Ace mengatakan desakan BPPG itu tidak masalah. Setiap kader, ujar dia, punya hak untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Namun, partai juga punya aturan. Dia menegaskan, sesuai amanat Munas Luar Biasa (Munaslub) 2017 dan ADART, Golkar baru akan menggelar Munas Desember 2019 nanti.

Kalau misalnya Munas Golkar berhasil dipercepat, siapakah tokoh yang mereka jagokan? Bambang Soesatyo adalah nama yang paling banyak disebut. Ketua DPR ini dianggap layak memimpin Beringin.

Dalam sejarah pemilihan Ketua Umum Golkar, kader Beringin memang kerap memilih pemimpinnya seorang tokoh yang punya jabatan strategis, baik di legislatif maupun eksekutif. Apakah dengan demikian kans Bambang sangat besar menggantikan Airlangga Hartarto? Ikuti saja dinamika politik yang berkembang di internal Golkar hari-hari ini.

Yang jelas, Airlangga sudah menyatakan siap berkompetisi pada Munas Golkar nanti. "Insha Allah. Ada beberapa daerah sudah memberikan dukungan," katanya.

Ini Respon DPP Golkar Terkait Desakan Percepatan Munas

KONFRONTASI-Ketua DPP Partai Golkar (PG) Ace Hasan Syadzily, meminta kader-kader partai tidak buru-buru mendesak percepatan musyawarah nasional (munas).

Ace menjelaskan berdasar ketentuan anggaran dasar / anggaran dasar (AD/ART), munas digelar Desember 2019.

"Jadi, kami minta jangan terburu-buru, ikuti aturan main dan (aturan main) itu ada di dalam AD/ART," kata Ace di gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/6).

Suara Golkar Anjlok, Kader Desak Airlangga Dievaluasi

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Abdul Azis meminta adanya evaluasi kinerja Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Evaluasi tersebut disuarakan Aziz menyikapi suara Partai Golkar pada Pemilu 2019. Berdasarkan penetapan rekapitulasi suara pemilihan legislatig (Pileg) Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Golkar memeroleh suara sebanyak 17.229.789 (12,31%) dan menduduki peringkat tiga di bawah Gerindra.

Nama-nama Calon Pimpinan Parlemen dari Partai Golkar

KONFRONTASI - Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono mendesak Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk segera konsolidasi guna menyiapkan kader terbaik untuk ditempatkan pada pos jabatan di Parlemen.

Menurutnya,  konsolidasi memang perlu mengingat partai berlambang beringin ini memiliki nilai tinggi usai menjadi pemenang kedua Pemilu 2019.

"Konsolidasi Fraksi Partai Golkar di MPR RI dan DPR RI bersama DPP Partai agar menempatkan kader-kader Partai Golkar pada Pimpinan MPR/DPR," ujar Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (27/5).

Pages