Gojek

Grab dan Gojek Disarankan Tak Perlu Merger

KONFRONTASI-Grab dan Gojek dikabarkan selangkah lagi menggabungkan alias merger operasi di Asia Tenggara. Isu merger ini menyita perhatian masyarakat.

Selain melibatkan dua perusahaan berlevel decacorn di Asia Tenggara, rumor yang berhembus dari luar negeri itu justru terjadi di saat fundamental bisnis Gojek semakin sehat.

Bahkan bulan lalu, Gojek berhasil menggaet pendanaan baru dari Telkomsel senilai 150 juta dolas AS.

Akhirnya! Bos Telkomsel Ngaku Investasi ke Gojek Rp2,1 Triliun!

KONFRONTASI -     PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengumumkan investasinya ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) senilai US$150 juta.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro membenarkan realisasi investasi Telkomsel ke Gojek. Kesepakatan keduanya telah terjadi, Senin (16/11/2020). Adapun nilai investasi yang digelontorkan Telkomsel ke Gojek senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.

“Betul mas, perjanjian sudah ditandatangani kemarin,” kata Setyanto kepada Bisnis.com, Selasa (17/11/2020).

PHK 430 Karyawan, Gojek Pastikan Penuhi Undang-Undang Ketenagakerjaan

Konfrontasi - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) memastikan memenuhi peraturan undang-undang ketenagakerjaan dalam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 430 karyawannya. PHK dilakukan karena Gojek memutuskan menutup layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival.

"Gojek memastikan bahwa seluruh hak karyawan Gojek di Indonesia yang akan meninggalkan perusahaan dipenuhi sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, antara lain Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan)," ujar Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Nila menjelaskan, terkait isi surat elektronik (e-mail) dari Co-CEO Gojek yang menjelaskan mengenai pesangon, e-mail tersebut bersifat global dan ditujukan ke seluruh karyawan di seluruh negara di mana Gojek beroperasi.

Co-CEO Gojek juga telah menjelaskan mengenai keputusan dan perubahan strategi perusahaan di 16 sesi pertemuan (townhall) dengan karyawan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pertemuan tatap muka antara setiap karyawan terdampak dengan atasannya masing-masing dan juga perwakilan HRD.

"Pemberian pesangon mengikuti peraturan yang berlaku di masing-masing negara termasuk di Indonesia," jelasnya.

Selain pesangon sesuai UU Ketenagakerjaan, pekerja yang terkena PHK juga mendapat dukungan lainnya dari Gojek antara lain, asuransi kesehatan, peralatan kerja, dukungan transisi karir serta dukungan lainnya.

Menurut Nila, keputusan tersebut juga sulit bagi perusahaan. Maka dari itu, Gojek berkomitmen melakukan upaya terbaik untuk mendukung para karyawan agar mereka dapat meneruskan perjalanan karir mereka ke depan.

"Mereka yang meninggalkan perusahaan akan selalu menjadi keluarga bagi kami dan merupakan bagian penting dari sejarah Gojek."

430 Karyawan Gojek Kena PHK, Dapat Pesangon Berapa?

KONFRONTASI -    Gojek Indonesia memberikan pesangon kepada 430 orang karyawan akan terkena Pemutusan Hubungan Kerja karyawannya. Jumlah karyawan yang kena PHK setara dengan 9% dari total karyawan yang mencapai 4.000 orang. Kabar tersebut dibenarkan oleh manajemen Gojek.

"Kepada kalian yang meninggalkan Gojek, kalian akan bertemu dengan perwakilan dari People team dan Manager kalian dalam beberapa hari ke depan. Kami ingin memberikan dukungan semaksimal mungkin," kata Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2020).

Gabung dengan Gojek, Pakar Keamanan Siber Ingatkan Sejarah Kelam Facebook

Konfrontasi - Facebook memiliki sejarah kelam soal perlindungan data pribadi sehingga membuat Bank Indonesia (BI) ragu untuk memberi izin layanan keuangan digital mereka, Facebook Pay, untuk beroperasi di Tanah Air.

Namun, baru-baru ini telah dikonfirmasi bahwa media sosial besutan Mark Zuckerberg itu resmi bergabung sebagai investor PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek.

Toko Tani dan Gojek Tawarkan Sembako Harga Murah, Begini Cara Belanjanya

KONFRONTASI -    Kementerian Pertanian resmi melakukan kerja sama dengan Gojek untuk mendistribusikan produk pangan di Toko Tani milik Kementan.

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan kerja sama ini untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan di tengah pandemi.

"Melalui kerja sama ini masyarakat dalam waktu dekat akan semakin mudah mendapatkan bahan pangan selama pandemi Covid-19," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2020).

Gojek Diguyur Modal Rp 18 T, dari Siapa?

KONFRONTASI -   Salah satu aplikator penyedia jasa ojek online (ojol), Gojek dikabarkan mendapat suntikan dana sebesar US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 18 triliun (kurs Rp 15.000/US$) dari investor. Dana ini untuk melakukan persaingan dengan Grab yang semakin ketat.

Suntikan dana baru itu dirampungkan akhir minggu lalu. Dengan tambahan dana tersebut, membuat Gojek sudah mengumpulkan hampir US$ 3 miliar dalam putaran pendanaan seri F.

Aplikasi Gojek Diretas, Pelanggan Kehilangan Rp28 Juta

KONFRONTASI-Seorang pelanggan aplikasi Gojek di kota Sorong yang diketahui bernama Prameswara kehilangan uang sebanyak Rp28.000.000 dari tabung karena mengakses dan mengikuti petunjuk aplikasi Gojek.

Akibat kejadian tersebut korban Prameswara yang bekerja sebagai penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) Sorong melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak kepolisian karena merasa telah ditipu.

Kontribusi Gojek untuk Perekonomian RI Diklaim Capai Rp55 Triliun

KONFRONTASI-Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menyatakan bahwa perusahaan aplikasi transportasi melalui jasa ojek dalam jaringan (daring) atau online tersebut berkontribusi sebesar Rp55 triliun bagi perekonomian Indonesia pada 2018.

"Berdasarkan data dari survei Universitas Indonesia (UI), Gojek berkontribusi kira-kira sekitar Rp55 triliun kepada perekonomian Indonesia di tahun 2018," kata Nila saat berbicara pada acara Konvensi Nasional Humas (KNH) 2019 di Yogyakarta, Selasa.

Menhub Minta Gojek dan Grab Kembangkan Mobil Listrik Pabrikan Lokal

Konfrontasi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Grab dan Gojek menjalin kerja sama dengan produsen lokal untuk mengembangkan mobil listrik. Pasalnya, mobil listrik buatan dalam negeri memiliki daya saing karena didukung pemerintah.

"Dengan Gojek dan Grab, saya minta kerja sama dengan pabrikan yang sifatnya massal, tidak mahal, dan diupayakan mereka yang merakit, kalau bisa dibangun di Indonesia," kata Menhub di Yogyakarta, Minggu (3/11/2019).

Pages