19 July 2018

Gatot Nurmantyo

Kecil, Peluang Gatot Nurmantyo Maju Pilpres

KONFRONTASI - Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) Zaenal A Budiyono menilai peluang Gatot Nurmantyo untuk dicapreskan semakin sempit, jika melihat fenomena perkembangan terbaru dinamika nama capres di antara partai yang sebelumnya sempat mendukung Prabowo.

Ia menyebut Gatot Nurmantyo sempat digadang sebagai calon kuat capres alternatif dari oposisi. Namun, kelompok oposisi pemerintah belakangan memunculkan nama-nama sendiri sebagai calon presiden, di luar Prabowo Subianto yang telah dikenal.

Gatot-Titiek Soeharto Layak Dipertimbangkan Maju Pilpres

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama PAN, PKS, PBB dan Partai Berkarya lebih baik bersatu dengan mengusung Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo dan Mantan Politisi Partai Golkar, Titiek Soeharto sebagai Capres dan Cawapres di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Demikian pandangan Koordinator Nasional Relawan Jaga Indonesia, Hamdani dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (2/7).

Lupakan Prabowo, Gerindra Disarankan Usung Rizal Ramli di Pilpres

KONFRONTASI - Pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie, Kamis (28/6), menyarankan Partai Gerindra mencari figur selain Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pipres 2019 karena beberapa jagoannya kalah di Pilkada Serentak 2018. ”Hasil ini menjadi acuan untuk ke pilpres. Bagi saya harus ada capres alternatif,” katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa figur yang layak dipertimbangkan sebagai capres alternatif.

Di antaranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, dan Hary Tanoesoedibjo.

Mengapa PKS Hanya Bisa Tawari Gatot Nurmantyo Jadi Tim Sukses di Pilpres? Ini kata PKS

PKS Hanya Bisa Tawari Gatot Nurmantyo Jadi Tim Sukses di Pilpres

KONFRONTASI -  PKS masih membuka pintu untuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk berkiprah dalam Pilpres 2019. Namun, keterlibatan itu bukan sebagai calon alternatif capres maupun cawapres, melainkan hanya sebagai sosok potensial yang menjadi tim sukses koalisi Gerindra dan PKS. 

Gatot Nurmantyo Dianggap Belum Miliki Visi yang Jelas

KONFRONTASI -  Tak sedikit kalangan masyarakat yang ingin pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) 2019, tak hanya mengulangi pertarungan di 2014, head to head Joko Widodo (Jokowi) versus Prabowo Subianto.
 
Sebagian publik ingin ada figur alternatif yang meramaikan, sehingga ada 'menu prasmanan' dalam pesta demokrasi nasional lima tahunan itu.
 
Demikian disampaikan oleh pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
 

Eks KSAU Tuding Gatot Nurmantyo Pembuat Masalah Korupsi Heli

KONFRONTASI -   Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Agus Supriatna menyinggung mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam mencuatnya kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter Augusta Westland (AW)-101 milik TNI AU. 

Awalnya, Agus mengatakan sejak awal dirinya tak mau membuat gaduh dan ribut dalam permasalahan pembelian Heli AW-101. Ia menyebut kasus pembelian Heli AW-101 ini dicap sebagai kasus dugaan korupsi oleh seorang 'pembuat masalah'. 

Wah, Gatot Nurmantyo Dituding Pangkal Kegaduhan Korupsi AW 101

KONFRONTASI -  Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Purnawirawan Agus Supriatna mengaku heran kasus korupsi pengadaan helikopter angkut Agusta Westland 101 di TNI AU 2016-2017 menjadi ramai usai dirinya pensiun. Padahal klaim Agus, dirinya sudah meminimalisir kegaduhan pembelian AW 101 itu sejak awal.

Pilpres 2019: Gatot Poros Ketiga, SBY Keempat?

KONFRONTASI - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mendukung kemunculan poros ketiga dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Fahri berharap ada poros keempat yang  bisa muncul di pemilihan presiden 2019 mendatang.

"Saya mengusulkan muncul poros keempat, saya mengusulkan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red) bikinlah poros keempat. Pak Gatot (Gatot Nurmantyo, red) mau bikin poros ketiga misalnya ya silahkan saja, kalau bisa empat calon kan malah bagus," ujar dia di Jakarta, Rabu (9/5).

Gatot: Kalau Ada yang Larang Sampaikan Tema Politik di Masjid, Berarti Dia Tak Tahu Agama

KONFRONTASI-Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo, yakin pemerintah tidak akan melarang penyampaian tema-tema soal politik di mesjid-mesjid.

"Tidak mungkin pemerintah melarang itu, ndak mungkin. Itu hanya tanggapan-tanggapan," kata dia, seusai berbicara dalam Dialog Kebangsaan bertajuk "Menjaga Perdamaian dan Kesatuan Bangsa Indonesia" di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat sore.

Menurut dia, jika harus dilarang, yang dilarang untuk disampaikan di mesjid adalah ujaran-ujaran yang mengadu domba serta menghasut ke arah yang tidak benar. "Kalau politik, politik itu tujuannya mulia, hanya disalahartikan saja," kata dia.

Ia mengatakan berbagai bidang ilmu mulai dari kedokteran, perbintangan, hingga politik seluruhnya ada di dalam Al-Quran. Oleh sebab itu, ia menilai aneh jika politik dilarang di mesjid, pasalnya surat-surat Al-Quran juga ada yang membahas mengenai pemerintahan.

"Sekarang gini, mesjid ini, contohnya akan melaksanakan shalat tarawih, di mana sepanjang bulan Ramadhan ini tarawihnya (membaca surat Al-Quran) sampai 30 juz. Di mesjid tidak boleh politik khan, imamnya membacakan surat An-Naml, surat semut, Nabi Sulaiman, itu khan (tentang) pemerintahan khan, (bisa) ditangkaplah dia," kata dia.

Selain itu, menurut dia, Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam juga pernah menyampaikan soal politik dan pemerintahan di Masjid Nabawi, Madinah. Sehingga perlu dipertanyakan apabila ada pelarangan politik di Masjid.

"Jika ada yang melarang penyampaian politik di mesjid, satu, kalau dia umat muslim dia tidak tahu tentang agama. Kedua, kalau (dia) bukan umat muslim maka sok tahu agama Islam, khan gitu," kata dia.

Pages