Gas

Sampai kapan Harga Gas di Indonesia Lebih Mahal dari Singapura?

KONFRONTASI- Harga gas untuk industri di Tanah Air saat ini mencapai sekitar USD 12 per MMBTU ( Million Metric British Thermal Unit). Harga ini jauh lebih mahal dibanding negara ASEAN lainnya seperti Singapura. Padahal, Indonesia selama ini merupakan negara eksportir gas.

Menurut Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh, mahalnya harga gas di Indonesia disebabkan karena rumit dan panjangnya mata rantai perdagangan gas.

Harga Gas Mahal, Industri Kita Terhempas. Piye Jokowi?

KONFRONTASI- Harga gas untuk industri di Indonesia terbilang cukup tinggi. Hal ini dikeluhkan oleh para pelaku industri dalam negeri dan meminta untuk segera menurunkannya.

Direktur Jendral Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan jika harga gas untuk industri masih saja mahal, tidak menutup kemungkinan industri dalam negeri bakal rontok satu-persatu.

Resmikan 3 SPBG di Balikpapan, 170 Konventer Gas Disiapkan

Konfrontasi - Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Sudirman Said meresmikan stasion pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Balikpapan,  Kalimantan Timur senilai Rp 103 miliar. 

Peresmian SPBG Rapak, Batu Ampar dan Sepinggan ini untuk mendukung rencana pemerintah menerapkan kebijakan konversi bahan bakar gas bagi kendaraan umum kota besar Indonesia.

“Kota Balikpapan menjadi percontohan energi bersih di Indonesia,” kata Sudirman Said di Balikpapan, Jumat (17/6/2016).

Gas Elpiji 3 Kg Meledak, Satu Keluarga Jadi Korban

Konfrontasi - Sebuah tabung gas berukuran tiga kilogram meledak di rumah milik keluarga Hermanto di Jalan Tusam, Kelurahan Deblok Sundoro, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Akibat ledakan tersebut, empat orang anggota keluarga yang sehari-hari berjualan Miso Chacha itu menjadi korban. Mereka mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Pertamina Tinggal Tunggu Restu Pemerintah Akuisis PGN

Konfrontasi - Kementerian BUMN berencana membentuk holding atau perusahaan induk untuk BUMN Energi pada tahun ini. PT Pertamina (Persero) akan menjadi holding atau induk BUMN sektor energi dengan cara mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). PGN akan dimasukkan ke dalam tubuh Pertamina.

Mengenai 49% saham PGN yang dimiliki publik, Pertamina siap jika nantinya pemerintah merestui untuk membeli sebagian besar saham publik tersebut demi melancarkan proses holding.

Gali Sumur Bor, Warga Aceh Dihebohkan dengan Semburan Gas

Konfrontasi - Warga Desa Kreung Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh dihebohkan dengan penemuan semburan gas dari dalam tanah. 

Semburan gas ditemukan oleh Sutoyo salah satu warga desa setempat saat menggali sumur bor disamping rumahnya, Selasa (10/5/2016) lalu. Kini lokasi semburan gas itu mulai ramai didatangi warga untuk menyaksikan.

PGN Surabaya Mulai Bangun Jargas Senilai Rp285,2 Miliar

KONFRONTASI-PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai membangun jaringan gas (jargas) untuk 24.000 sambungan rumah tangga di Kota Surabaya, Jawa Timur dengan nilai investasi Rp285,2 miliar.

Dirut PGN Hendi Prio Santoso saat peresmian pembangunan jaringan gas rumah tangga tersebut oleh Menteri ESDM Sudirman Said di Surabaya, Senin mengatakan, pembangunan jargas sejalan dengan program Surabaya sebagai Kota Hijau (Green City).

DPR Dorong Pemerintah "Buyback" Saham PGN

Konfrontasi - Sinergi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN dengan PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan infrastruktur gas akan makin kuat jika pemerintah membeli kembali (buyback) saham PGN yang dikuasai publik.

"Sebaiknya memang di buyback saja saham PGN yang dikuasai publik jadi kembali sepenuhnya milik negara, 100 persen jadi BUMN," ujar Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Hanura, Inas Nasrullah Zubir di Jakarta, Jumat (22/4/2016).

PGN Targetkan Bangun Infrastruktur Pipa Gas Sepanjang 1.680 Km

Konfrontasi - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hingga akhir tahun 2015 berhasil membangun pipa gas dengan panjang total mencapai 7.026 km. Total gas bumi yang disalurkan PGN pun mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari.

"Selama tahun 2015 gas bumi yang disalurkan PGN mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dampaknya mampu menciptakan penghematan energi segara nasional hingga Rp88 triliun," kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Pages