garam

Miris, Impor Bakal Bikin 1,8 Juta Garam Petani Lokal Tak Terserap

KONFRONTASI- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan impor garam yang akan dilakukan pemerintah sebanyak tiga juta ton akan membuat garam dari hasil produksi dalam negeri tidak terserap. KPPU memprediksi akan ada 1,8juta ton garam lokal tak terserap tahun ini.

Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU Taufik Ariyanto menjelaskan, pemerintah sudah menentukan kebutuhan garam di 2021 sebanyak 4,6 juta ton. Dari kebutuhan itu, pemerintah menetapkan alokasi impor mencapai 3 juta ton.

Janji Tidak Impor Garam Sangat Tidak Realistis

KONFRONTASI  -    Aneh jika ada yg janjikan tdk akan impor garam krn :

1) Kebutuan garam industri (kadar NaCl > 97%) sbsr 3-3,5 jt ton/thn yg blm bisa diproduksi dari dalam negeri.

2) Kebutuhan garam dapur (kadar NaCl 92-93%) dalam negeri sktr 1,2-1,4 jt ton/thn, sementara produksi 2-2,5 jt t/thn. 
Artinya yang masalah adalah garam produksi dalam negeri tidak bisa diserap pasar karena kualitasnya belum sesuai dengan kebutuhan induatri

Japrak Usil: Impor Beras, Garam, dan Gula Akan Miskinkan Petani

KONFRONTASI -  Pemerintah masih suka pencitraan? Tapi citra dan realita di pangan tidak sebangun? Ada apa ya? Apa sejak pak Jokowi menang pada periode kedua, semakin banyak Mafia? Mafia tanah, mafia perdagangan, mafia masuknya warga wanegara gelap dari China ke Indonesia? Dan yang paling parah mafia import dari luar negeri?

Menilik Manfaat dari Kumur Air Garam

KONFRONTASI-Kumur dengan air garam biasanya identik dengan sakit gigi. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya berkumur dengan air garam punya aneka manfaat.

Melansir dari Well and Good, berkumur dengan air garam bisa menciptakan efek osmosis. Konsentrasi garam akan menarik cairan dari jaringan mulut dan tenggorokan untuk meredakan infeksi yang menimbulkan rasa sakit. Menurut Philip T. Hagen, editor buku Mayo Clinic Book of Home Remedies, air garam mampu memecah mukus yang tebal sehingga alergen, bakteri dan jamur bisa hilang dari tenggorokan.

Wow, Belum Pernah Nyoba Minum Ramuan Jus Pare dan Garam Setiap Hari?, Ini Reaksinya pada Tubuh, Manfaatnya Tak Terhitung!

KONFRONTASI -   Pare memang memiliki citarasa pahit.

Namun, siapa sangka, kebiasan mengonsumsi pare itu sehat lo!

Pare mengandung banyak vitamin A, B, C, dan E, potasium, seng, dan masih banyak nutrisi penting lainnya.

Pare adalah salah satu pembersih darah terkuat yang dapat memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi tubuh seperti dikutip dari Sajian Sedap.

Jusnya memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang dapat membantu menghilangkan racun dari darah dan memurnikannya.

Tangkal COVID-19 dengan Semprot Garam ke Mulut, 46 Jemaat Gereja di Korsel Terinfeksi

KONFRONTASI -  Krisis pandemi COVID-19 yang kini menjalar hingga lebih dari 100 negara ini menimbulkan kepanikan warga dunia. Karena kecemasan ini, banyak orang yang lantas percaya begitu saja dengan berbagai rumor, seperti teori konspirasi, hingga teknik penyembuhan COVID-19 yang belum terbukti kebenarannya.

Jokowi: Jangan Ada yang Hambat Impor, Garam sampai Gula

KONFRONTASI -    Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Rabu (4/2/2020).

Jokowi menyebutkan keadaan saat ini tidak normal. Ia mengatakan, ada penurunan aktivitas ekonomi di Indonesia akibat dunia yang melemah. Sektor yang terganggu yakni pariwisata, perdagangan dan investasi.

Untuk itu, Jokowi meminta seluruh pihak untuk terus bekerja dan mencari solusi. Salah satunya impor.

6 Alasan Kenapa Air Kelapa Penting untuk Penderita Diabetes

Konfrontasi - Terdapat beberapa alasan air kelapa penting bagi penderita diabetes. Seperti yang kita ketahui bahwa buah kelapa juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Manfaat air kelapa yang paling umum adalah dapat membersihkan racun yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh menjadi netral dan normal kembali.

Tak Hanya Lintah, Ternyata Garam Bisa Bunuh Manusia

Konfrontasi - Cara paling pas untuk membunuh lintah adalah dengan menaburinya dengan garam. Dengan itu, lintah akan seketika meninggal.

Tak sekadar meninggal, tentu jika Anda pernah membasmi lintah dengan cara ini, hal ini cukup sadis. Sang lintah terlihat tidak mampu bertahan dengan tiap butiran garam dan mati dalam keadaan 'menyusut.'

Mengapa garam begitu kejam membunuh lintah dan gastropoda seperti siput? Jawabannya ternyata adalah osmosis.

Osmosis

Dijual Rp 300 per Kilo, Garam Masih Sulit Diserap Pasar

Konfrontasi - Asosiasi Petambak Garam Nusantara (Aspegnu) meminta pemerintah bertindak tegas menyusul kesulitan yang sedang dialami para petambak garam lokal saat ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aspegnu Achmad Solehan mengatakan harga garam lokal saat ini sangat rendah yakni hanya sebesar Rp 300 per kilogram (kg).

Nilai ini atau jauh dibandingkan sebelum terjadinya gejolak harga, di mana harga garam bisa mencapai Rp 1.000 per kg.

Pages