Fuad Bawazier

Kunjungan Pompeo, Ketegangan LCS dan Pangkalan Militer Asing

Oleh: Fuad Bawazier*

Hari ini media ramai memberitakan kunjungan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo ke Jakarta. Mr Pompeo bertemu Presiden Jokowidodo, Menlu Retno, dll. Belum sebulan yang lalu Menhan Indonesia Prabowo Subianto berkunjung ke AS bertemu Menhan AS. Rangkaian kunjungan petinggi kedua negara itu tentulah amat penting sehingga mendapat tempat di media internasional. Umumnya dalam kerangka ketegangan AS- China, khususnya lagi ketegangan di Laut China Selatan (LCS). 

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Inkonsisten, Fuad Bawazier: Sri Mulyani Lebih Baik Diam

KONFRONTASI-Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi pandemi yang dilontarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikritisi ekonom senior Dr Fuad Bawazier. Terlebih, Sri Mulyani dengan gampangnya mengubah prediksi yang sebelumnya dia lontarkan.

Demi Keselamatan Jiwa, Sebaiknya Pemilih Tolak ke TPS, Pilkada 2020 Rawan dan Rentan Terpapar Corona, Bisa Muncul Klaster Baru, kata Mantan Menkeu ini

KONFRONTASI- Mantan Menkeu Fuad Bawazier  melihat, Pemerintah dan KPU nampaknya nekad akan tetap melaksanakan Pilkada pada 9 Des 2020 meski Pandemi Covid-19 masih meningkat. Demi menjaga dari terinfeksi COVID-19, sebaiknya pemilih menolak datang ke TPS untuk Pilkada. ''Karena TPS bisa jadi klaster baru. Anak sekolah dan mahasiswa  saja belajar dari rumah. Orang kantor juga WFH (Work From Home), dan berbagai aturan yang melarang kerumunan atau kumpul kumpul. Terlalu berisiko bagi pemilih untuk datang ke TPS,'' kata Fuad, Pembina Gerindra

Siapa Kebingungan, Saya atau Menkeu Sri?

OPINI-Pada 20 April 2020 saya mengulas bahwa meski pemerintah mengklaim ada anggaran Stimulus Covid-19 sebesar Rp405T, saya sebutkan bahwa kenaikan bersih (net) belanja negara (APBN) tahun 2020 hanya Rp73,4T. Saya tidak membantah, menyangkal atau menolak angka Stimulus itu; hanya mengulasnya saja. Tapi anehnya ada yang sewot kebakaran jenggot. 

Said Didu dan Najwa Shihab Korban Demokrasi Setengah Hati

OPINI-Seperti paduan suara, awalnya semua kompak ingin hidup berdemokrasi. Demokrasi ala Amerika Serikat sering dijadikan acuan dan contoh. Saya tidak pernah mendengar ada yang ingin mencontoh demokrasi ala RRC.

Kenapa berkiblat ke Amerika Serikat?

Konon demokrasi Amerika Serikat memberikan keleluasaan rakyatnya berpendapat dan mengkritisi kebijakan lembaga lembaga eksekutif dan legislatif, serta para pejabat publiknya tanpa ancaman atau ketakutan akan dicokok polisi.

Pinjaman ADB US$1,5, untuk Tangani Corona atau Selamatkan Rupiah?

KONFRONTASI-Asian Development Bank (ADB) menyetujui untuk memberikan utang ke Indonesia senilai USD 1,5 miliar atau setara Rp 23,4 triliun (kurs Rp 15.600). Utang jumbo itu diberikan untuk penanganan virus corona di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Mantan Menkeu Dr Fuad Bawazier mengatakan, jangan terlalu percaya bahwa pinjaman itu untuk penanganan Corona.

''Lihat dulu detil utang dan rencana penggunaannya,''katanya.

Fuad Bawazier ke Pemerintah Pusat: Kalian di Istana saja Biar Pak Anies yang Bekerja

Oleh Fuad Bawazier
Mantan Menteri Keuangan

Sejak awal ada issue Virus Corona, Pemerintah Pusat terkesan menganggap enteng wabah ini dan acap kali menjadikannya candaan.

Mulai canda nasi kucing, mobil corona, izin masuknya sulit, orang kita kebal virus dll.

Bukannya Pemerintah mempersiapkan diri untuk menangkal wabah, tetapi aneh justru sibuk menangkal turunnya wisata. Benar benar tidak nyambung.

Mantan Menkeu: Akibat Utang Berlebihan, Indonesia bisa seperti Yunani

KONFRONTASI-  Mantan Menkeu Fuad Bawazier mengingatkan, , Indonesia bisa seperti Yunani yang ambruk ke dalam krisis akibat utang berlebihan.

‘’Utang oleh Menkeu Sri Mulyani  sudah sangat besar, menggunung dan menjadi beban bagi rakyat dan generasi mendatang. Utang itu membuat Indonesia terancam seperti Yunani yang jatuh ke dalam krisis ekonomi akibat utang berlebihan,’’ kata Fuad

 ‘’Ibaratnya lebih besar pasak dari tiang, RI bisa kayak Yunani, terjemurus ke dalam krisis utang,’’ imbuh Fuad

Pages