18 August 2018

Filipina

Duterte Pecat Puluhan Pejabat Karena Terlibat Korupsi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte memecat 20 pejabat, termasuk kolonel dan jenderal yang terlibat kasus penipuan dan korupsi dalam pembelian perlengkapan medis militer. Kasus korupsi ini membuat sang presiden marah.

Pemecatan massal, termasuk pejabat sipil, tersebut disampaikan juru bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque, Senin (13/8/2018).

Warga Filipina Diculik di Perairan Libya, Duterte Ancam Kerahkan Kapal Perang

KONFRONTASI- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, Jumat, menyatakan, kemungkinan mengirim kapal perang ke perairan Libya untuk menyelamatkan tiga warga Filipina dan seorang Korea Selatan, yang diculik bulan lalu dari kilang air di negara Afrika utara itu.

Serangan Bom Mobil di Filipina Tewaskan Enam Orang

KONFRONTASI-Bom mobil dengan kekuatan besar yang diduga dipasang di satu kendaraan meledak pada Selasa di Pulau Basilan, Filipina Selatan, sehingga menewaskan enam orang --termasuk seorang tentara dan empat anggota milisi.

Satu laporan militer mengatakan serangan tersebut terjadi pada pukul 05.50 waktu setempat di satu desa di Kota Lamitan, Basilan, provinsi pulau di lepas pantai Mindanao.

Laporan mengenai ledakan itu menyebutkan "satu mobil berwarna putih" meledak di pos pemeriksaan militer di Desa Colonia di Kota Lamitan.

Beli Senjata Rusia, Filipina Terancam Sanksi AS

KONFRONTASI - Filipina berisiko melanggar sanksi Amerika Serikat (AS) jika melanjutkan pembelian peluncur granat dari perusahaan Rusia yang masuk daftar hitam.
Kesepakatan itu dapat menguji aliansi keamanan antara AS dan Filipina yang telah berlangsung lama. Pejabat militer Filipina yang mengetahui kesepakatan itu menjelaskan, Manila telah menyetujui pada Oktober 2017 untuk membeli 750 unit RPG-7B atau granat berpeluncur roket dari perusahaan negara Rusia, Rosoboronexport, tapi transfer dana sebesar USD7,48 juta belum dilakukan.
Sanksi AS diterapkan tahun lalu terhadap negara manapun yang berbisnis dengan sektor intelijen dan pertahanan Rusia. Undang-undang (UU) itu didesain untuk menghukum Rusia yang mencaplok Crimea dari Ukraina pada 2014, dukungan Moskow pada pemerintah Suriah dan tuduhan mencampuri pemilu presiden AS 2016.
Rusia telah menyumbangkan senapan serbu dan truk pada Filipina tapi peluncur granat itu akan menjadi pembelian pertama Manila pada persenjataan Rusia. Filipina sejak lama tergantung pada AS sebagai sumber utama perangkat dan dukungan militer.
Jika kesepakatan itu dilanjutkan maka dapat menambah ketegangan aliansi keamanan AS dan Filipina yang telah berjalan 70 tahun. Hubungan Washington dan Manila memburuk sejak Rodrigo Duterte menjadi presiden Filipina.

Duterte ingin mempererat hubungan dengan China dan Rusia serta memerintahkan militer dan kepolisian untuk meningkatkan kerja sama dengan dua negara itu. Beijing dan Moskow juga tidak menerapkan banyak syarat dalam pembelian senjata oleh Filipina.

Beberapa anggota parlemen AS berupaya menghalangi penjualan 26.000 senapan serbu ke Filipina pada Mei 2017 karena masalah hak asasi manusia (HAM) dalam kampanye anti-narkoba yang menewaskan ribuan warga Filipina.

Duterte membatalkan kesepakatan itu serta membeli beberapa helikopter buatan Kanada senilai USD233 juta meski ada kekhawatiran tentang penggunaan helikopter itu.

Pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan, pemerintah asing dan sektor swasta yang melakukan transaksi dengan 39 entitas yang masuk dalam daftar hitam akan mendapat sanksi. Rosoboronexport masuk dalam daftar hitam pada April lalu.

Aliansi AS yang membeli senjata dan perlengkapan dari Rusia juga akan mendapat sanksi. Pejabat Deplu AS itu menolak menyebutkan secara rinci sanksi-sanksi yang dapat diterapkan pada Filipina jika tetap melanjutkan kesepakatan itu dengan Rosoboronexport.

Pejabat pertahanan Filipina menyatakan, AS tidak secara resmi menyebut Manila tentang pembatasan transaksi dengan Rosoboronexport. “Ini masih berjalan hingga kami diberi tahu,” ujar pejabat itu secara anonim karena tidak berwenang berbicara pada media.

Pakar keamanan Filipina Jose Antonio Custodio memperingatkan, kesepakatan persenjataan Rusia dapat mempengaruhi hubungan keamanan dengan aliansinya, tidak hanya dengan AS tapi juga pada Jepang dan Australia.

“Jika pemerintahan Duterte tetap mempertahankan hubungan antara militer dengan Rusia, itu mungkin memicu tekanan dari aliansi untuk menerapkan sanksi internasional pada negara itu atas perilaku buruk,” kata Jose, dikutip kantor berita Reuters.

Empat Pejabat Filipina Tewas Ditembak Dalam Sepekan

KONFRONTASI-Seorang wakil wali kota tewas diserang oleh dua orang penembak yang mengendarai motor, pada Rabu di satu kota di Filipina Selatan.

Wakil wali kota itu menjadi pejabat daerah keempat yang dibunuh dalam waktu satu pekan.

Duterte Siap Mundur Jika Ada yang Bisa Tunjukkan Foto Selfie Bersama Tuhan

KONFRONTASI-Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang Tuhan. Jika sebelumnya ia menyebut Tuhan bodoh, kali ini ia mempertanyakan eksistensi Tuhan.

Duterte mengatakan ia siap mengundurkan diri jika ada orang yang dapat membuktikan keberadaan Tuhan, misalnya dengan menunjukkan foto atau selfie bersamanya.

“Jika ada di antara Anda di sana, orang-orang yang berisik, yang akan mengatakan bahwa Anda telah pergi ke surga, berbicara dengan Tuhan, melihatnya secara pribadi ... Saya akan mundur dari kursi kepresidenan malam ini," ujar Duterte. 

"Saya hanya butuh seorang saksi yang akan mengatakan, 'Walikota, orang-orang bodoh di Gereja memerintahkan saya untuk pergi ke surga dan berbicara kepada Tuhan. Tuhan benar-benar ada. Kami berfoto bersama dan saya membawa selfie bersamanya',” sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (8/7/2018).

Keterlaluan, Berani-beraninya Presiden Filpina Mencaci Tuhan

KONFRONTASI -   Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut bahwa Tuhan itu 'goblok,' yang segera memicu kemarahan di negeri mayoritas Katolik itu.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, ia mengejek kisah tentang Adam dan Hawa yang diusir dari surga dalam Kitab Injil, dan logika tentang konsep dosa asal.

Gereja dan banyak warga negara mengutuk ucapannya kali ini, namun kantor kepresidenan mengatakan Duterte sekadar mengekspresikan keyakinan pribadi.

Duterte Siap Mundur Jika Seluruh Wanita Filipina Tandatangani Petisi

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan pembelaan diri atas aksi "cium bibir" wanita Filipina yang sudah berkeluarga di Korea Selatan dan menegaskan bahwa ia akan mundur hanya jika sudah cukup banyak wanita merasa tersinggung dan menanda tangani petisi menuntut pengunduran dirinya.

Duterte Dikecam Gara-gara Cium Bibir Buruh Migran Filipina di Korsel

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin (4/6) menuai kecaman setelah mencium bibir seorang perempuan Filipina di panggung selama kunjungannya ke Korea Selatan, memicu kemarahan para aktivis yang menyebut tindakannya "menjijikan."

Puluhan Polisi Filipina Belajar Bahasa Indonesia

KONFRONTASI-Sebanyak 60 orang polisi Filipina mengikuti kursus bahasa Indonesia mempererat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Filipina.

Pages