Filipina

Digembleng Mati-matian hingga Pelatihan Brutal, Pasukan Khusus Filipina Ini Tetap Tak Sanggup Hadapi Militan ISIS

KONFRONTASI -   Siapa yang tidak gentar mendengar nama Kopassus?

Kopassus yang merupakan kepanjangan dari Komandan Pasukan Khusus milik TNI AD begitu sangat terkenal.

Bahkan militer-militer negara lain mengakui kehebatan Kopassus.

Hanya saja, menurut Connie Rahakundini Bakrie, seorang pengamat militer, kini Kopassus tidak lagi menjadi satu dari 20 pasukan paling ditakuti di dunia.

Hal itu ia sampaikan dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne pada Selasa (1/9/2020).

WNI di Filipina Ditangkap Gegara Rencanakan Aksi Bom Bunuh Diri

Konfrontasi - Perwakilan RI di Filipina sedang mendalami laporan media yang menyebut seorang perempuan Indonesia ditangkap militer setempat karena dicurigai merencanakan serangan bom bunuh diri.

“KBRI di Manila dan KJRI di Davao masih dalam proses mengonfirmasi kebenaran berita ini dengan otoritas setempat (Filipina),” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah melalui pesan singkat, Sabtu (10/10/2020).

Duh, Seorang WNI yang Disandera di Filipina Meninggal Dunia

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan satu orang sandera WNI berinisial LB telah meninggal dunia setelah terjadi kontak senjata antara aparat keamanan Filipina, Joint Task Force Sulu dan 45th Batalyon Infantry dengan kelompok ASG di Provinsi Sulu.

Insiden tersebut terjadi Rabu (30/9) pukul 08.00 waktu setempat.

Soal Konflik LCS, Duterte: Saat Gajah Berkelahi, Rumputlah yang Terinjak-injak

KONFRONTASI-Sama seperti semua pemimpin bangsa, Presiden Filipina Rodrigo Duterte dituntut untuk melindungi bangsa dan negaranya. Namun, di tengah terjangan wabah virus corona yang telah memicu kejatuhan di hampir semua sektor, ketegangan geopolitik terus meningkat.

"Meningkatnya ketegangan tidak menguntungkan siapa pun," ujar Duterte. Setiap titik baru yang menyala, akan menimbulkan rasa takut yang  cenderung mencabik-cabik orang.

Akibat Gaptek, Oknum Pejabat Daerah Asyik Begituan dengan Sekretaris Saat Rapat Daring

Konfrontasi - Seorang pejabat daerah di Filipina terpaksa harus menerima konsekuensi dengan hilangnya jabatan, menyusul perbuatan tak senonohnya dengan perempuan yang merupakan sekretarisnya.

Kapten Jesus Estil dewan desa Fatima Dos di Provinsi Cavite itu, enggak menyangka jika perbuatan panasnya itu tersiar secara langsung saat rapat daring via aplikasi Zoom bersama anggota dewan desa lainnya, pada 26 Agustus 2020.

Duterte Tegaskan Tak akan Perang dengan China Terkait Konflik LCS

KONFRONTASI-Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku tidak punya pilihan lain selain menyikapi polemik di Laut China Selatan (LCS) lewat upaya diplomatik. Duterte menegaskan tidak akan berperang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (29/7/2020), hal itu disampaikan Duterte untuk membela keputusan pemerintahannya tidak menekan keputusan 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen yang mendukung Filipina dalam kasus melawan China.

Disorot Karena Hukum Mati Pengedar Narkoba, Duterte: Bebas dari Narkoba Itu Juga Hak Asasi

KONFRONTASI-Untuk mencegah kriminalitas semakin meluas, Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta Kongres segera mengesahkan RUU hukuman mati untuk kejahatan narkoba. Bagi Duterte, pembebasan dari narkoba. terorisme, korupsi, dan kriminalitas adalah juga hak asasi manusia.

Berbicara pada pidato tahunan kenegaraan yang kelima kalinya, Duterte mengatakan akan melakukan penerapan kembali hukuman mati melalui suntikan untuk kejahatan narkoba.

India-Filipina Gabung Militer AS, Bersiap Lawan China?

KONFRONTASI-Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan bahwa India telah menyampaikan keinginannya untuk melakukan kegiatan navigasi di Laut China Selatan seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara lainnya untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa Filipina dan India bisa bergandengan tangan untuk melawan sikap tegas China di Laut Cina Selatan, katanya, sebagaimana dilaporkan Eurasian Times, Selasa (7/7/2020).

Buru Kelompok Abu Sayyaf, Tentara Filipina Malah Ditembaki Polisi

KONFRONTASI-Pemerintah Filipina sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut atas tewasnya empat tentara yang ditembak oleh polisi di selatan negara. Menteri pertahanan bersumpah akan menyelidiki kasus ini hingga ke akarnya.

Pihak militer mengatakan, penembakan itu terjadi saat para prajurit berpakaian preman sedang mengejar pembuat bom dan pelaku bom bunuh diri yang diketahui sebagai anggota kelompok militan Abu Sayyaf. Beberapa polisi di provinsi Sulu, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim itu malah menyerang para tentara berpakaian preman itu.

Pages