15 August 2018

Fiksi

Benarkah Buku Fiksi Tidak Penting?

Sebuah sekolah mempraktekkan kegiatan silent reading, di mana siswa diberi waktu untuk membaca selama 15 menit setiap hari. Kegiatan tersebut diliput koran. Kepada wartawan, dengan bangga pihak sekolah mengatakan bahwa setiap hari siswa diminta membaca buku pelajaran, bukan buku lainnya. Di tempat lainnya, seorang anak lagi senang-senangnya membaca Harry Potter. Walaupun tebal, tapi seru. Buku tersebut lahap dibahasnya. Orang tuanya tidak suka anaknya membaca Harry Potter. Ceritanya mengenai sihir dan tidak ada kaitannya sama pelajaran.

Antara Fiksi dan Realita: Telaah atas Pemikiran Rocky Gerung

Oleh: Al Chaidar,

Dosen Program Studi Antropologi,Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

 

Fiksi-fiksi yang Mencerahkan

KONFRONTASI-Ruang publik belakangan ini diramaikan oleh wacana tentang fiksi, yang demikian heboh karena ditautkan dengan kitab suci, yang kemudian berujung pada penuntutan hukum dengan alasan penistaan agama.

Sebelum kehebohan yang berakhir di ranah hukum itu, wacana publik diramaikan pula oleh pernyataan salah satu politisi paling popular saat ini, Prabowo Subianto, tentang kemungkinan bubarnya Republik Indonesia pada 2030 yang dilandasi karya fiksi.