The Fed

Tunggu Penjelasan Ketua Fed di Kongres, Wall Street Melemah

KONFRONTASI - Jelang penjelasan kebijakan moneter terbaru Ketua Federal Reserve Janet Yellen di Kongres pada pekan ini, Saham-saham di Wall Street mundur dari rekor tertinggi pada awal perdagangan Senin.

Dalam sekitar 35 menit pertama perdagangan, Dow Jones Industrial Average berada di 18.089,45, turun 50,99 poin (0,28 persen).

Indeks berbasis luas S&P 500 turun 4,47 poin (0,21 persen) menjadi 2.105,83, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 6,50 poin (0,13 persen) menjadi 4.949,46.

Allan Landon, Jagoan Gubernur The Fed Pilihan Obama

Konfrontasi - Presiden Barack Obama menjagokan Allan Landon sebagai Gubernur Federal Reserve. Landon merupakan  anggota community banker dari Hawaii.

Landon, 66 tahun, menjabat sebagai ketua dan kepala eksekutif Bank of Hawaii Corporation dari 2004 hingga 2010. Dia juga direktur keuangan (chief financial officer) di First American Corp. dan anak perusahaannya, First American National Bank, pada 1998-2000.

Bohong Jika Rupiah Disebut Dalam Kondisi Stabil

KONFRONTASI-Gejolak Rupiah diprediksi masih akan berlanjut hingga sepanjang tahun 2015. Hal ini juga dipengaruhi oleh ketidakjelasan rumor bahwa bank sentral AS (The Fed) akan menaikan suku bunganya.

"Sampai kapannya saya sendiri tidak tahu, setidaknya sepanjang semester pertama 2015. Ketidakjelasan kenaikan suku bunga the fed juga mempengaruhi. Tidak ada yang tahu kan kapan dinaikannya, bisa kuartal I-2015 bisa kuartal II, III bahkan IV," kata Pengamat Pasar Uang Farial Anwar di Jakarta, Sabtu (20/12).

Sentimen Positif Gairahkan Bursa Asia

Konfrontasi - Pasar saham di kawasan Asia menguat pada awal perdagangan Kamis, 18 Desember 2014. Investor memanfaatkan kenaikan harga minyak dan estafet penutupan Wall Street AS yang positif semalam, setelah Federal Reserve menegaskan kebijakannya untuk meyakinkan pasar terhadap ekonomi AS.

Saham-saham di AS melonjak pada sesi perdagangan Rabu berkat reli di sektor energi dan keputusan The Fed untuk bersabar dalam menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,7 persen, sedangkan S&P 500 menguat 2 persen, dan Nasdaq terangkat 2,1 persen.

Pesimisme The Fed Stabilkan Rupiah 12.700 per Dollar

Konfrontasi - Nilai tukar Rupiah pagi ini bergerak cukup stabil. Rupiah dibuka di level Rp12.700.

Bloomberg mencatat Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 15 poin ke Rp12.740 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.725 per USD.

Dalam pergerakan pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.700-Rp12.783 per USD. Sementara itu, pergerakan dalam 52 mingguan berada di kisaran Rp12.254-Rp12.938.

BI: Ekonomi Indonesia 2016 Goyah Akibat The Fed

Konfrontasi – Bank Indonesia memperkirakan ekonomi nasional bergejolak pada 2016. Bank Federal AS menjadi penyebab kegoyahan global melalui normalisasi aliran modal negara berkembang.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar mengatakan, beberapa faktor yang perlu diwaspadai yaitu rencana normalisasi kebijakan The Fed yang dapat memicu aliran modal keluar dari negara-negara emerging (berkembang), termasuk Indonesia.

Fed Akhiri Program Stimulus, Wall Street Tumbang

KONFRONTASI - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve AS mengakhiri program stimulus pelonggaran kuantitatif (QE), tetapi mengatakan pihaknya akan terus mempertahankan suku bunga acuan rendah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 31,44 poin (0,18 persen) menjadi 16.974,31, lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 2,75 poin (0,14 persen) menjadi 1.982,30, sedangkan indeks teknologi Nasdaq turun 15,07 poin (0,33 persen) menjadi 4.549,23.

Kebijakan Fed Perkuat Dolar?

KONFRONTASI - Federal Reserve mengumumkan berakhirnya program stimulus pelonggaran kuantitatif (QE) bulan ini. Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB). Berakhirnya program QE, memacu ekspektasi pasar bahwa menaikkan suku bunga kemungkinan berada pada agenda The Fed tahun depan, lapor Xinhua.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,69 persen menjadi 85,996 pada akhir perdagangan.

Fed Akhiri Program Stimulus Pelonggaran Kuantitatif

KONFRONTASI  - The Federal Reserve pada Rabu memutuskan untuk mengakhiri program stimulus pelonggaran kuantitatif (QE), setelah enam tahun memompa uang ke dalam perekonomian melalui pembelian aset untuk menopang pertumbuhan.

The Fed juga mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga untuk "waktu yang cukup" setelah program QE berakhir, berpegang teguh pada jadwal kenaikannya jauh memasuki 2015, lapor AFP.

Peluang Naik, Rupiah Raih Sentimen Positif

Konfrontasi - Rencana The Fed menahan rasio sukubunga pada level nol persen menjadi sentimen positif bagi kurs Rupiah. Bloomberg Dollar Index me;aporkan Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 41,30 poin atau 0,34 persen ke Rp 11.930 per USD. 
Rupiah doperkirakan bergerak di kisaran Rp 11.895 - Rp 11.930 per USD pada Rabu (17/9).

Pages