The Fed

Hacker Bobol Sistem Keamanan Bank Sri Lanka, The Fed Harus Tanggung Jawab

Konfrontasi - Kelompok peretas bulan lalu berhasil membobol sistem jaringan bank di Bangladesh. Mereka mendapat akses transfer kemudian buru-buru mencuri USD 80 juta (setara Rp 1 triliiun), termasuk salah satu pencurian dana terbesar sepanjang masa. Kabar pembobolan dana menghebohkan ini baru disampaikan pada publik pekan lalu.

Rating “The Fed” Naik Maret, Emas Bakal Terpuruk

KONFRONTASI - Pelemahan ekonomi dunia yang masih berlanjut rupanya membuat harga emas meningkat. Pasalnya, investor saat ini lebih menyukai instrumen emas dibandingkan saham dan bond, karena emas lebih bersifat saving dan antisipasi. Permintaan akan emas akhir-akhir ini meningkat sehingga menyebabkan supply berkurang membuat harga naik.

Gubernur BI Ingatkan Perusahaan Lokal Wajib Waspada

Konfrontasi - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, mengingatkan perusahaan nasional dengan jumlah utang luar negeri besar agar berhati-hati. Karena masih ada pelemahan nilai tukar rupiah akibat arus modal keluar. 

"Utang luar negeri korporasi masih mengkhawatirkan dan rentan terhadap risiko global," ungkap Agus, pada acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2016 dengan tema Optimizing Private Sector and Local Goverment Contribution, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Jelang Pernyataan The Fed, Dolar AS Tumbang

KONFRONTASI - Jelang pernyataan Federal Reserve setelah pertemuan dua hari pada Rabu, Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di New York pada Selasa (Rabu pagi WIB).

Bank sentral AS memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa dan akan merilis sebuah pernyataan pada Rabu, lapor Xinhua.

Itu secara luas diharapkan bahwa The Fed tidak akan mengambil tindakan apapun atas suku bunga di pertemuan ini, di tengah pelemahan harga minyak baru-baru ini.

Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Dunia kembali Ambrol

KONFRONTASI - Harga minyak dunia turun lagi pada Kamis (Jumat pagi WIB), disebabkan kekhawatiran akan tingginya persediaan minyak AS dan penguatan dolar AS setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, merosot 57 sen menjadi 34,95 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, turun 33 sen menjadi pada 37,06 dolar AS per barel di perdagangan London.

Fed Naikkan Suku Bunga: Harga Emas Turun Lagi

KONFRONTASI - Setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuannya, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun tajam pada Kamis (Jumat pagi WIB).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari merosot 27,2 dolar AS, atau 2,54 persen, menjadi menetap di 1.049,60 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Pagi Hari, Dollar Masih Dikisaran Rp14.000

Konfrontasi - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih menguat terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam sempat bertahan di Rp 14.000-an.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Kamis (10/12/2015), dolar AS pagi tadi dibuka di Rp 14.006 dibandingkan posisi pada perdagangan sore dua hari lalu Rp 13.991.

Dolar AS tak bertahan lama di kisaran Rp 14.000-an dan secara perlahan mulai melemah hingga ke titik terendahnya hari ini di Rp 13.930. Menjelang siang hari ini The Greenback berada di posisi Rp 13.950.

Beda Kebijakan, Dolar Menguat terhadap Euro

KONFRONTASI - Karena Federal Reserve berada di jalur untuk menaikkan suku bunga sementara mitranya di Eropa berencana untuk melepaskan stimulus lebih lanjut, Kurs dolar AS menguat terhadap euro di perdagangan New York, Jumat (Sabtu pagi WIB)

Greenback telah secara kuat didukung oleh ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini, lapor Xinhua.

Jumat Sore IHSG Ditutup Lanjutkan Penguatan 10,61 Poin

Konfrontasi - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/11/2015) ditutup dengan kembali melanjutkan penguatannya sebesar 10,61 poin atau 0,24 persen menjadi 4.472,83.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 3,56 poin (0,47 persen) menjadi 762,89.

"Faktor teknikal menopang IHSG BEI setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam pada pertengahan pekan ini," ujar Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya di Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Pages