The Fed

Berhasil Rebound, Dihantui Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed, IHSG Bisa Melemah Lagi

KONFRONTASI -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berhasil kembali ke jalur positifnya. Tercatat pada penutupan perdagangan tadi IHSG rebound dengan naik 17,931 poin (0,28%) ke level 6.523,45.

Meski begitu, Kepala Risey Equator Sekuirtas David Sutyanto menilai IHSG masih berpeluang untuk kembali ke zona merah. Sebab sentimen utamanya dari rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed masih menghantui.

Dibayangi Suku Bunga The Fed, Indeks BEI Menguat 12,52 Poin

KONFRONTASI - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, dibuka menguat 12,52 poin meski dibayangi potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat.

IHSG BEI dibuka naik 12,52 poin atau 0,23 persen menjadi 5.414,91 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 3,14 poin (0,35 persen) menjadi 899,44 poin.

Bursa Asia Bergerak Variatif di Awal Sesi

KONFRONTASI -   Bursa saham Asia dibuka bervariasi seiring para investor mengkaji laporan laba perusahaan, sementara yen rebound setelah Federal Reserve memberi investor sedikit gambaran untuk mengubah pandangan mereka tentang laju kenaikan suku bunga AS.

Mengacu Bloomberg, Kamis (2/2), indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4 %. Indeks Topix Jepang turun 0,4 % dan Indeks S & P / ASX 200 Australia menguat 0,2 %. Indeks Kospi Korea Selatan meningkat 0,4 %.

Beberapa Berita Internasional Hari Ini: The Fed, Trump & China

KONFRONTASI -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela perintahnya untuk melarang sementara imigrasi pengungsi dan para pelancong dari tujuh negara Muslim ke AS, kendati pun kebijakan ini sudah mendulang kemarahan internasional dan aksi protes selama dua hari terakhir di dalam negeri. (Investor Daily)

Jelang Pertemuan Fed, Harga Emas Tumbang

KONFRONTASI - Harga Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena berlanjutnya pembicaraan tentang kenaikan suku bunga menekan logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 1,3 dolar AS, atau 0,11 persen, menjadi menetap di 1.176,50 dolar AS per ounce.

Pernyataan Pejabat The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

KONFRONTASI-Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), didorong pernyataan-pernyataan "hawkish" pejabat Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga acuan.

Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker, anggota non-voting komite kebijakan The Fed, mengatakan pada Selasa bahwa ada alasan yang kuat untuk menaikkan suku bunga dan biaya pinjaman mungkin perlu ditingkatkan secara signifikan guna menjaga inflasi di bawah kendali.

Pengamat: Brexit Inggris Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia

Konfrontasi - Inggris yang sudah menyatakan diri keluar dari Uni Eropa (Brexit/British Exit) berdampak pada pengaruhnya perekonomian global.

Setelah isu kenaikan suku bunga dari The Federeal Reserve (The Fed) sempat membuat ketidakpastian ekonomi global, kini dengan adanya Brexit dianggap akan lebih menekan ekonomi internasional, mengingat London sebagai pusat perekononian dunia, terutama komoditas. Namun kondisi tersebut, sepertinya tak terlalu besar dampaknya terhadap Indonesia.

Jumat Sore Rupiah Ditutup Melemah 48 Poin Jadi Rp 13.325

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta pada Jumat (13/5/2016) sore melemah 48 poin menjadi 13.325 per dolar AS setelah hari sebelumnya berada pada 13.277 per dolar AS.

"Minimnya sentimen positif baik dari eksternal dan luar negeri, kembali menekan mata uang rupiah terhadap dolar AS hingga menembus level Rp13.000 per dolar AS," ujar Analis dari PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong di Jakarta.

Karena Komentar Positif The Fed Dolar Menguat

KONFRONTASI - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama di perdagangan New York pada Senin (9/5) atau Selasa pagi WIB, di tengah komentar positif dari pejabat Federal Reserve tentang ekonomi negara itu.

Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa fundamental ekonomi AS mantap dan pertumbuhannya akan meningkat hingga ke sekitar 2,5 persen untuk sisa tahun ini, menambahkan bahwa tingkat pengangguran kemungkinan akan jatuh menjadi 4,75 persen.

Harga Emas Anjlok Jelang Pertemuan Fed

KONFRONTASI - Harga emas  jatuh di bawah kisaran US$ 1.240 per ounce pada awal pekan ini.  Bursa saham Amerika Serikat (AS) dan dolar menguat telah menekan harga emas.

Di sisi lain, investor juga menjaga posisi menjelang hasil pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve dan Jepang pada pekan ini.

Di pasar spot, harga emas turun 1,2 persen ke level US$ 1.233,40. Sebelumnya harga emas sempat sentuh level tertinggi di US$ 1.260,71.

Pages