Facebook

Terpaut 28 Tahun, Pernikahan Gadis Kelas 1 SMP di Sulsel Direstui Kedua Orang Tua

Konfrontasi - Perempuan di Sidrap, Sulawesi Selatan, Sry Wahyuni (13) dipersunting Rustam Ashary (41) viral di medsos. Pernikahan mereka viral karena saat ini sang gadis masih duduk di kelas 1 SMP. 

Saat disambangi ke kediamannya, pasutri ini kebetulan tidak berada di rumahnya di daerah Lautang Salo, Sidrap. Hanya ada ibu Sry yang berada di rumah itu.

Polri: Surat Penyadapan Densus 88 Mau Tangkap Perwira TNI Aktif Hoaks

Konfrontasi - Beredar foto surat yang menyebut ada rencana Densus 88 menyadap dan menangkap perwira TNI aktif.

Surat itu mengatasnamakan Wakadensus Brigjen Pol Martinus Hukom, SIK, M.H pada Kadensus. Mabes Polri menegaskan surat tersebut hoaks dan dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab.

Divisi Humas Mabes Polri menjelaskan ada beberapa kesalahan dalam surat hoaks tersebut.

Facebook, Instagram dan WhatsApp Ikut Jejak Trump Jegal Produk Huawei

Konfrontasi - Perusahaan teknologi Amerika Serikat semakin kencang memutus hubungan dengan Huawei, kendati sebelumnya Google justru berbalik ingin baikan.

Kali ini datang dari aplikasi sosial media terbesar seperti Facebook, Instagram dan aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Ketiganya secara resmi menyatakan tidak akan lagi mengizinkan pra-install aplikasi untuk perangkat baru Huawei. Artinya, perangkat yang sudah diniagakan sebelumnya masih bisa menggunakan dan pembaruan aplikasi, lansir Reuters.

Ini Respon Facebook Terkait Pembatasan Akses di Indonesia

KONFRONTASI-Facebook menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia terkait dengan pembatasan media sosial menyusul sebaran hoaks dan ujaran kebencian yang berkaitan dengan aksi 22 Mei.

"Menanggapi situasi keamanan yang terjadi di Jakarta saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan bertindak sesuai dengan kemampuan kami," kata juru bicara Facebook dalam keterangan resminya, Rabu.

Facebook berjanji akan terus memberikan layanan bagi pengguna mereka agar dapat terhubung dengan teman dan keluarga.

Pendiri Facebook Chris Hughes Kecewa Terhadap Zuckerberg

KONFRONTASI-Chris Hughes, salah seorang pendiri Facebook, dalam tulisan opini berjudul "It's Time to Break Up Facebook" yang dimuat di The New York Times mengungkapkan kekecewaannya terhadap Mark Zuckerberg dan meminta perusahaan tersebut dipecah demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

Chris Hughes membantu Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook saat sang CEO masih tinggal di asrama Harvard University. Kritik Hughes didasari argumen ekonomi dan bisnis, Facebook dianggap sebagai pelaku monopoli sehingga membatasi kompetisi dan mengganggu inovasi.

Usulan Facebook Lepas Instagram dan WhatsApp, Ide Mantap atau Kalap?

Konfrontasi - Facebook dengan Instagram dan WhatsApp memang punya kekuatan dahsyat bahkan cenderung memonopoli. Tapi apakah memisahkan ketiga perusahaan adalah ide mantap atau hanya solusi tergesa-gesa alias kalap?

Saran itu dilontarkan oleh salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes. "Kekuatan Mark tidak terkira dan tidaklah Amerika. Inilah waktunya untuk memecah Facebook," tulis Hughes dalam kolom panjangnya di New York Times yang dikutip detikINET, Jumat (10/5/2019).

Blokir Akun Pesohor Bukti Facebook Larang Para Penebar Fitnah dan Kebencian Berkeliaran Bebas

Konfrontasi - Facebook baru saja mengumumkan pemblokiran beberapa akun pesohor. Akun-akun yang dihapus itu adalah milik sosok yang kontroversial. Mereka sering mengeluarkan komentar atau pernyataan yang menghasut banyak orang.

Tokoh yang paling dilirik adalah Alex Jones. Pendiri media teori konspirasi Infowars tersebut resmi dicekal dari platform milik Mark Zuckerberg itu pada Kamis (2/5/2019). Akun media Infowars dan salah seorang kontributornya, Paul Joseph Watson, ikut diblokir.

Penuh Polemik, Akankah Integrasi Facebook, Whatsapp dan Instagram Berjalan Mulus?

KONFRONTASI-Belakangan santer terdengar kabar bahwa Facebook akan membuat beberapa produk pesan instannya terintegrasi. Nampaknya wacana yang sering tarik-ulur itu segera terealisasikan.

Hal ini merujuk konferensi developer F8 2019. Di mana Kepala Produk Konsumen Messenger, Asha Sharma, mengatakan, dalam waktu dekat pengguna segera dapat mengirim pesan di tiga platform sekaligus. Masing-masing adalah Messenger, Instagram, dan WhatsApp.

Pages