Facebook

Orang Indonesia Paling Suka Main Facebook di Ranjang

KONFRONTASI - Orang Indonesia sangat getol dengan media sosial terutama Facebook. Survei TNS Insight yang dibiayai Facebook mengungkap kebiasaan pengguna Facebook di Indonesia. Dari penelitian yang dilakukan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Medan, dan Surabaya dengan total 1.002 responden terungkap kalau orang Indonesia suka main facebook di ranjang.

Berikut beberapa temuan dari survei TNS terhadap pengguna Facebook di Indonesia

Hina Nabi Muhammad, Blogger Iran Divonis Hukuman Mati

KONFRONTASI-Hakim Pengadilan Kriminal Teheran menjatuhi hukuman mati pada seorang blogger bernama Soheil Arabi. Ia dinyatakan terbukti telah menghina Nabi Muhammad.

Arabi disebut telah mengakui telah menyematkan dan mempertahankan delapan halaman Facebook yang berisi penghinaan terhadap Sang Nabi Terakhir.

Tak dijelaskan detail seperti apa muatan penghinaan yang terpampang di halaman Facebook Arabi.

Busyet, Registrasi Facebook Khusus Konglomerat Rp. 108 Juta

Konfrontasi - Demam jejaring sosial menjadi fenomena di seluruh kalangan dalam satu dekade terakhir. Meski jumlahnya terus bertambah, Facebook masih menjadi media sosial dengan jumlah akun terbesar. 

Faktor tersebut memberi inspirasi bagi Netropolitan untuk mengembangkan jejaring sosial khusus konglomerat. Netropolitan memilih konsep online country club bagi jutawan yang memiliki banyak uang. Biaya registrasi untuk setiap anggota mencapai  US$9.000 atau Rp108 juta. 

Facebook Tolak Waria AS Pakai Nama Palsu

Konfrontasi – Facebook mengambil langkah tegas sebagai jawaban petisi yang dikirim komunitas waria dan transgender. Petisi berisi permohonan untuk pemakaian nama panggung oleh para waria ditolak secara mutlak.

Sebelumnya, sekitar 2.000 orang menandatangani petisi mendukung perubahan nama tersebut. Namun, Facebook tidak menerima alasan berupa jaminan provasi, keamanan dan preferensi dari para waria ini.

'Dinosaurus Biru' Bantu Pengguna Facebook Lindungi Privasi

KONFRONTASI-Raksasa jejaring sosial Facebook mulai mengenalkan fitur pengaturan privasi bagi para penggunanya. Dengan fitur tersebut pengguna Facebook diharapkan bisa terbantu dalam mengelola sistem berbagi informasi dan unggahan mereka dengan lebih baik.

"Kami tahu Anda datang ke Facebook untuk berhubungan dengan teman, tidak dengan kami," menurut Paddy Underwood dari Facebook dalam sebuah pernyataan di blog.

Sistem baru itu menggunakan "dinosaurus biru" untuk memandu pengguna Facebook melalui labirin pengaturan privasi bagi informasi pribadi dan berbagi unggahan mereka.

Facebook Sempat tak Bisa Diakses di AS

KONFRONTASI - Di Amerika Serikat, Facebook Inc sempat tidak bisa diakses oleh sejumlah pengguna pada Rabu sore waktu setempat, gangguan terbaru yang berdampak pada jaringan sosial terbesar dunia itu. 

Beberapa pengguna melaporkan sempat mendapatkan pesan error "tidak bisa terhubung ke Internet" (unable to connect to the Internet) saat mereka mencoba sign in (masuk). 

Facebook mengatakan masalah log-in muncul setelah apa yang disebut penyesuaian konfigurasi-infrastruktur.

Facebook Atas Nama Bupati Maros Palsu

KONFRONTASI - Facebook atas nama Bupati Maros HM Hatta Rahman MM ternyata palsu. Akun bernama Hatta Rahman (Bupati Maros) sudah memiliki sekitar 4.000 teman. "Saya pastikan akun di Facebook tersebut adalah akun palsu. Saya tidak punya akun Facebook," kata Hatta Rahman yang akan kembali maju di Pilkada 2015 Maros.

Dalam akun Facebook tersebut terdapat foto profil Bupati Maros yang mengenakan PDU berwarna putih lengkap dengan tanda jabatan.  

Bos Facebook Dicintai Karyawannya, Kenapa?

KONFRONTASI - CEO Facebook Mark Zuckerberg sangat dicintai karyawannya dan tingkat dukungan karyawan di perusahaan teknologi itu mencapai 99%.

Tak perlu bicara terlalu teknis bagaimana Zuckerberg bisa membangun hubungan yang akrab dan tulus dengan para bawahan, seperti kesaksian dua staf berikut yang pangkatnya tidak terlalu tinggi.

Pertama adalah kesaksian Han Qin:

Saya tak bisa bicara mewakili semua karyawan Facebook, tapi saya bisa menyampaikan kisah saya sendiri untuk menjelaskan kenapa tingkat dukungan 99% itu adalah hal yang sangat wajar.

Pages