Facebook

Dituduh Jadi Media Perdagangan Seks, Facebook Digugat Warga AS

KONFRONTASI -   Seorang perempuan asal Texas, Amerika Serikat, menggugat Facebook dengan tuduhan para pejabat eksekutif jejaring media sosial terbesar di dunia itu mengetahui bahwa anak-anak di bawah umur dipancing untuk memasuki perdagangan seks melalui platform tersebut.

Perempuan tersebut menuturkan pada saat berusia 15 tahun, dia diperkosa, dipukuli, dan dilecehkan oleh seorang muncikari yang berpura-pura menjadi "teman" di Facebook.

Dua Pendiri Hengkang, Facebook Tunjuk Bos Baru Instagram

KONFRONTASI-Facebook menunjuk Adam Mosseri sebagai bos baru Instagram menggantikan hengkangnya duo pendiri Isntagram; Kevin Systrom dan Mike Krieger pada 24 september silam.

Adam Mosseri adalah veteran Facebook yang mulai sebagai desainer produk pada 2008.

Lalu pada Mei 2018, Mosseri didapuk jadi Vice President of Product Instagram saat Mark Zuckerberg melakukan perombakan besar-besaran di seluruh tim kepemimpinan eksekutifnya.

Sebelumnya dia juga memimpin divisi News Feed di Facebook.

Pelototi Langkah Facebook, Otoritas Jerman Siap Beri Tindakan Tegas

KONFRONTASI-Lembaga pengawas Jerman semakin yakin untuk menindak tegas Facebook tahun ini karena platform media sosial tersebut melanggar dominasi pasar terhadap pengumpulan data  tanpa izin.

"Saat ini kami sedang mengevaluasi pendapat Facebook terhadap pemeriksaan pertama kami dan saya sangat optimistik kami akan melangkah lebih jauh, tahun ini, apa pun itu," kata Presiden Federal Cartel, Andreas Mundt, dikutip dari Reuters.

Facebook Siap Luncurkan Fiona dan Aloha, Apaan Tuh?

KONFRONTASI-Facebook dikatakan tengah menyiapkan peluncuran sepasang layar pintar, yang masing-masingnya diberi nama Fiona dengan lebar 13 inci dan Aloha 15 inci.

Rencananya, sepasang layar pintar baru milik Facebook itu akan diungkap pada Oktober mendatang.

Belum banyak informasi yang didapat. Soal harga, layar pintar 13 inci akan dibanderol USD 300 atau sekitar Rp 4,3 juta. Semetara layar pintar 15 inci bakal dibanderol USD 400 atau sekitar 5,8 juta, lansir Phone Arena.

Facebook Siapkan AI untuk Deteksi Ujaran Kebencian

KONFRONTASI-Facebook dikabarkan tengah membuat mesin kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi teks dalam gambar dan video.

AI tersebut diberi julukan Rosetta. Rosetta akan mengekstraksi teks dari 1 miliar gambar dan frame video per hari di Facebook dan Instagram.

Rosetta rupanya dibangun oleh Facebook untuk menjadi 'senjata' melawan konten ujaran kebencian atau komentar negatif lainnya.

Belum Ada Pengaduan Terkait Pencurian Data Facebook

KONFRONTASI-Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan tidak ada laporan yang masuk mengenai kebocoran data Facebook.

"Enggak ada satu pun yang melapor, maka kita ragu kalau ada," ujar Semuel di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin, 3 September 2018.n

Dia menyatakan, ini menjadi bukti bahwa memang tidak ada seperti yang dikatakan Facebook dalam suratnya kepada Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu.

Trump Peringatkan Google, Facebook dan Twitter

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan raksasa internet Google, Facebook dan Twitter agar berhati-hati dalam beraktivitas, sebelumnya dia menuduh Google memanipulasi hasil pencarian tentang dirinya.

"Saya rasa apa yang dilakukan dan apa yang lain lakukan, jika kalian lihat apa yang terjadi dengan Twitter, apa yang terjadi dengan Facebook, mereka harus hati-hati karena tidak bisa bertindak demikian ke orang," kata dia dalam sebuah pidato di Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Facebook akan Tarik Aplikasi VPN "Onavo Protect" dari App Store

KONFRONTASI-Facebook segera menghapus aplikasi mobile VPN bernama Onavo Protect dari App Store karena melanggar peraturan Apple mengenai pengumpulan data.

Facebook mengakuisisi Onavo, perusahaan rintisan dari Israel yang membantu pengguna mengawasi penggunaan data pada 2013. VPN buatan mereka menjadi alat pengumpulan data Facebook untuk mengawasi penggunaan ponsel, di luar aplikasi inti mereka, seperti diberitakan The Verge.

Facebook kills 650+ accounts ‘linked to Iran, Russia’

KONFRONTASI - American social media giant Facebook has targeted hundreds of accounts allegedly tied to Iran and Russia under the pretext of fighting what it calls “misinformation” campaigns.

“Today we removed multiple Pages, groups and accounts for coordinated inauthentic behavior on Facebook and Instagram. Some of this activity originated in Iran, and some originated in Russia,” the California-based company announced in a post on Tuesday.

Pages