26 September 2018

Facebook

Facebook Siapkan AI untuk Deteksi Ujaran Kebencian

KONFRONTASI-Facebook dikabarkan tengah membuat mesin kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi teks dalam gambar dan video.

AI tersebut diberi julukan Rosetta. Rosetta akan mengekstraksi teks dari 1 miliar gambar dan frame video per hari di Facebook dan Instagram.

Rosetta rupanya dibangun oleh Facebook untuk menjadi 'senjata' melawan konten ujaran kebencian atau komentar negatif lainnya.

Belum Ada Pengaduan Terkait Pencurian Data Facebook

KONFRONTASI-Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan tidak ada laporan yang masuk mengenai kebocoran data Facebook.

"Enggak ada satu pun yang melapor, maka kita ragu kalau ada," ujar Semuel di Kantor Kominfo, Jakarta, Senin, 3 September 2018.n

Dia menyatakan, ini menjadi bukti bahwa memang tidak ada seperti yang dikatakan Facebook dalam suratnya kepada Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu.

Saingi Youtube, Facebook Luncurkan Video Watch Secara Global

KONFRONTASI- Facebook meluncurkan layanan video Watch secara global, satu tahun setelah diluncurkan di Amerika Serikat, yang berisi berita hiburan dan konten olahraga untuk bersaing dengan platform seperti YouTube.

Trump Peringatkan Google, Facebook dan Twitter

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan raksasa internet Google, Facebook dan Twitter agar berhati-hati dalam beraktivitas, sebelumnya dia menuduh Google memanipulasi hasil pencarian tentang dirinya.

"Saya rasa apa yang dilakukan dan apa yang lain lakukan, jika kalian lihat apa yang terjadi dengan Twitter, apa yang terjadi dengan Facebook, mereka harus hati-hati karena tidak bisa bertindak demikian ke orang," kata dia dalam sebuah pidato di Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Facebook akan Tarik Aplikasi VPN "Onavo Protect" dari App Store

KONFRONTASI-Facebook segera menghapus aplikasi mobile VPN bernama Onavo Protect dari App Store karena melanggar peraturan Apple mengenai pengumpulan data.

Facebook mengakuisisi Onavo, perusahaan rintisan dari Israel yang membantu pengguna mengawasi penggunaan data pada 2013. VPN buatan mereka menjadi alat pengumpulan data Facebook untuk mengawasi penggunaan ponsel, di luar aplikasi inti mereka, seperti diberitakan The Verge.

Facebook kills 650+ accounts ‘linked to Iran, Russia’

KONFRONTASI - American social media giant Facebook has targeted hundreds of accounts allegedly tied to Iran and Russia under the pretext of fighting what it calls “misinformation” campaigns.

“Today we removed multiple Pages, groups and accounts for coordinated inauthentic behavior on Facebook and Instagram. Some of this activity originated in Iran, and some originated in Russia,” the California-based company announced in a post on Tuesday.

Facebook Rilis Perpustakaan Literasi Digital untuk Pendidikan

KONFRONTASI-Facebook mengumumkan Perpustakaan Literasi Digital berisi materi edukasi yang dapat dikembangkan oleh institusi pendidikan sebagai bahan ajar.

Steve Hhatc: Facebook Ciptakan “Obat” Kecanduan Sosmed, Serius?

  

KONFRONTASI -   Facebook dan Instagram telah membuat alat baru yang akan membantu Anda mengurangi kecanduan ponsel ataupun media sosial. Alat ini diklaim mampu menghentikan kebiasaan Anda yang terlalu lama menghabiskan waktu membuka media sosial.

Alat ini juga akan dilengkapi dengan grafik yang akan mengingatkan pengguna ketika terlalu lama mengunjungi situs atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk online.

Para pecandu online juga dapat mengatur sendiri batas waktu dan akan menerima peringatan ketika waktu yang ditentukan habis.

Facebook Berantas Akun Palsu Jelang Pemilu AS

KONFRONTASI-- Facebook pada Selasa mengaku berhasil mengungkap sebuah upaya politik terkoordinasi untuk memengaruhi pemilihan parlemen Amerika Serikat pada November mendatang dan menghapus puluhan akun palsu yang beroperasi di media sosial tersebut.

Sebelumnya, Facebook dan sejumlah badan-badan intelijen Amerika Serikat mengatakan bahwa Rusia telah menjalankan propaganda serupa pada masa pemilu 2016.

Pada Selasa, Facebook mengaku telah menghapus 32 halaman dan akun dari Facebook dan Instagram sebagai bagian dari upaya untuk menghalau campur tangan asing dalam pemilu di Amerika Serikat.

"Perilaku seperti ini tidak akan kami biarkan karena kami tidak ingin ada jaringan akun yang bertujuan untuk menyesatkan publik, mengenai siapa mereka dan apa tujuan mereka," kata Facebook dalam siaran tertulisnya.

"Kami masih berada dalam tahap awal penyelidikan. Kami belum mengumpulkan semua fakta yang ada, termasuk siapa dalang jaringan akun ini," kata Facebook.

Salah satu halaman yang dihapus telah memiliki pengikut sebanyak 290.000 orang, dan sekitar 11.000 dolar AS (atau sekitar Rp150 juta) telah dihabiskan untuk menyebar iklan di media sosial yang sama. Halaman-halaman juga mempromosikan sekitar 30 acara sejak Mei 2017.

Pada pekan ini, Facebook mengatakan bahwa mereka telah melacak jaringan akun itu sebagai bagian dari penyelidikan soal intervensi pemilihan umum parlemen, tulis The New York Times yang pertama kali memberitakannya.

Sebelumnya, Facebook juga mengatakan bahwa 126 juta pengguna media sosial di Amerika telah melihat pesan politik dari Rusia sepanjang dua tahun terakhir di Facebook. Sementara 16 juta orang mengalami hal yang sama melalui Instagram.

Adam Schiff, anggota terkemuka Partai Demokrat pada Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, mendesak Facebook untuk segera bertindak menanggapi kelompok-kelompok asing yang berusaha memengaruhi para pemilih di Amerika.

Laporkan, Jika Facebook Salahgunakan Data Pengguna

KONFRONTASI-Kasus penyalahgunaan data penggua Facebook yang dilakukan Cambridge Analytica (CA), rupanya tak berdampak pada pengguna Facebook di Indonesia. 

Pages