21 June 2018

Facebook

Facebook Ingin Buka Akses Bagi Pengguna untuk Mengulas Iklan

KONFRONTASI-Facebook Inc menyatakan ingin membuka akses bagi pengguna untuk mengulas iklan di jaringan sosial tersebut dan mungkin akan melarang iklan-iklan yang mendapat tanggapan negatif.

Facebook Messenger Tambah Fitur Bertema Piala Dunia

KONFRONTASI-Facebook baru saja mengumumkan bahwa dalam perayaan Piala Duna 2018, Facebook akan menambahkan konten baru ke aplikasi Messenger, baik di platform Android maupun iOS.

Fitur Trending di Facebook Bakal Segera Dihapus

KONFRONTASI-Facebook Inc akan menghapus fitur Trending dari platform media sosial mereka agar penggunanya mendapatkan berita dari sumber yang berkualitas dan terpercaya.

Fitur Trending di Facebook memuat kumpulan berita yang sedang populer di platform tersebut, namun, media sosial tersebut menjadi salah satu tempat penyebaran berita palsu.

Facebook confirms data-sharing agreements with Chinese firms

KONFRONTASI - Facebook, the world's largest social media company, has confirmed that at least four Chinese firms have been granted limited access by the social media company to Facebook members’ data.

The Chinese firms, namely, Huawei, Lenovo, OPPO and TCL are among dozens of other companies worldwide that have access to some of Facebook users’ data, Facebook announced on Tuesday.

CEO Facebook Tak Mampu Beri Jawaban Jelas, Saat Dicecar Parlemen Eropa

KONFRONTASI -  Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, tak mampu memberikan jawaban jelas saat dicecar pertanyaan mengenai privasi dan kebijakan-kebijakan data di Facebook dalam pertemuannya dengan anggota parlemen Eropa.

Zuckerberg hanya meminta maaf kepada parlemen Uni Eropa karena tidak berbuat banyak dalam melindungi pengguna Facebook dari orang-orang tak bertanggung jawab.

Facebook menjadi sorotan setelah adanya dugaan skandal pencurian puluhan juta data pemilik akun di Facebook untuk kepentingan politik dan militer.

Perketat Kebijakan, Facebook Tak Takut Ditinggalkan Pengguna

KONFRONTASI- Facebook telah memiliki Standar Komunitas sebagai panduan konten apa saja yang diizinkan dan dilarang di Facebook untuk memastikan platform tersebut aman.

Dalam temu media yang digelar Facebook Indonesia, di kantornya di Jakarta, Jumat, Facebook memaparkan panduan internal yang digunakan untuk menegakkan standar tersebut. Facebook menyatakan telah mempertegas garis batas antara ujaran kebencian dan humor atau sindiran yang lain.

Meski demikian Facebook mengaku tidak takut jika pengguna akan berkurang dikarenakan ketatnya kebijakan Facebok.

"Kalau memang itu risiko yang harus kita dapat, itu adalah risiko yang kita harus bisa komitmen. Tujuan dari Facebook adalah bagaimana pengguna bisa menggunakan platform kami secara aman dan nyaman," ujar Ruben Hattari, Public Policy Lead, Facebook Indonesia.

Menurut Ruben, Standar Kebijakan yang bersifat seragam harus diterapkan bagi 2,2 miliar pengguna Facebook yang sangat beragam.

Lebih lanjut, Content Policy Facebook APAC, Sheen Handoo, mengatakan bahwa Standar Kebijakan diterapkan karena Facebook ingin memastikan bahwa setiap orang dapat mengekspresikan pendapatnya secara bebas, namun secara bersamaan ingin membuat lingkungan yang nyaman bagi semua orang.

Dalam presentasinya, Sheen menjelaskan mengenai penetapan Standar Kebijakan untuk ujaran kebencian.

"Mengetahui konteks dan tujuan sangat penting. Harus tahu konteks di belakang ucapan tersebut, apakah benar hate speech atau apakah ada maksud dan tujuan dalam ujaran tersebut," ujar Sheen.

"Ada yang berpendapat kami tidak cukup banyak menurunkan postingan yang dinilai berisi ujaran kebencian, tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya," sambung dia.

Saat ditanya soal penerapan kebijakan tersebut pada layanan lain yang dinaungi Facebook, Sheen mengaku secara garis besar kebijakan pada platform Facebook serupa dengan kebijakan yang diterapkan pada Instagram.

Bedanya, Instagram memungkinkan hewan atau benda tidak hidup memiliki akun mereka sendiri, sedangkan Facebook hanya mengizinkan akun yang dimiliki oleh manusia secara nyata.

Kiriman Gambar Bermuatan Kekerasan di Facebook Meningkat Selama 2018

KONFRONTASI-Jumlah kiriman di Facebook menunjukkan gambar kekerasan meningkat dalam tiga bulan pertama tahun ini dari seperempat sebelumnya, kemungkinan didorong perang Suriah, kata jaringan pergaulan maya itu, Selasa, dalam siaran umum pertama dari data itu.

Facebook mengatakan dalam laporan tertulis, dari setiap 10.000 muatan, yang dilihat pada catur wulan pertama, sekitar 22 hingga 27 berisi gambar kekerasan, naik dari perkiraan 16 hingga 19 pada akhir tahun lalu.

Facebook Rombak Manajemen dan Luncurkan Divisi Blockchain

KONFRONTASI- CEO Facebook Mark Zuckerberg pada Selasa (8/4) lalu mengumumkan perubahan besar dalam manajerial perusahaan media sosial tersebut, sekaligus meluncurkan divisi blockchain.

Facebook Janji Sederhanakan Messanger

KONFRONTASI-Dalam beberapa tahun terakhir Facebook menumpuk fitur-fitur baru yang ternyata justeru menjadi blunder dan seringkali membuat frustrasi pengguna untuk menavigasi atau menemukan fitur tertentu.

Asyik, Facebook Ingin Buatkan Fitur 'Mak Comblang' untuk Para Jomblo

KONFRONTASI-Group Facebook menggelar konferensi tahunan, F8. Dalam konferensi itu, CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengungkap rencananya membuat fitur "Mak Comblang" bagi pengguna Facebook.

Kepada peserta konferensi F8, Mark Zuckerberg mengatakan, pada dasarnya mereka mengintip ke dalam profil penggunanya. Dia menemukan 200 juta pengguna Facebook adalah lajang. Inilah alasan jejaring sosial itu mau memainkan peran mak comblang.

Pages