14 December 2018

Facebook

Markas Facebook di Silicon Valley Diteror Bom

KONFRONTASI-Ancaman bom mendorong pihak berwenang mengevakuasi bangunan di kampus Facebook, pada Selasa (11/12).

Polisi memastikan "aman" setelah pencarian berjam-jam, lansir Reuters, Rabu.

Departemen Kepolisian New York menerima kabar tentang ancaman bom mengenai kampus Facebook di Menlo Park, California, dan memperingatkan pihak berwenang setempat sekitar pukul 16.30 waktu setempat, kata juru bicara polisi Menlo Park.

Pada Selasa malam, polisi mengatakan gedung itu aman.

Baru Beberapa Hari Menikah Istri Sudah Mesra dengan PIL, Belum dapat Jatah Batin

Konfrontasi -Curhatan seorang pria berinisial RS yang istrinya kabur viral di media sosial.

Melalui akun Facebook-nya, Jumat (23/11/2018), RS menceritakan, selama menikah dia tidak mendapatkan haknya sebagai suami dan sang istri selalu beralasan sedang haid.

Setelah itu, lanjutnya, sang istri meminta izin menginap di rumah orangtuanya. Namun, saat ingin menjemput istrinya, RS mendapati istrinya sudah menghilang.

Saat mencari istrinya, RS kaget melihat foto istrinya yang sedang bermesraan dengan pria lain di tempat tidur. 

Baru beberapa hari menikah, Rs (32) melaporkan istrinya, SPI (24), ke Polsekta Mariso terkait kasus penipuan.

Rusli marah dan kecewa karena istrinya kabur dengan pria lain. Rs melaporkan istrinya, SPI karena merasa telah ditipu.

Rs mengaku telah mengeluarkan uang mahar atau uang panaik sebesar Rp 30 juta ditambah dengan cincin emas 6 gram serta biaya pesta pernikahan sekitar Rp 70 juta.

Kenekatan Rs melapor ke polisi setelah melihat foto istrinya tidur dengan pria lain.

Bahkan, foto lainnya yang berpasang di akun media sosial milik istrinya, sang istri terlihat tengah menggendong anak kecil yang masih berusia balita.

Kenalan Lewat Facebook, Pemandu Karaoke Dibunuh

Konfrontasi - Pemandu karaoke Ciktuti Iin Puspita alias Iin yang tewas dibunuh sepasang kekasih, Yuatian dan Nissa Regina, ternyata awalnya berkenalan melalui media sosial Facebook.

"Jadi awalnya memang YAP ini sudah berkenalan dengan korban, pengakuannya lewat Facebook," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar kepada wartawan, Jumat (23/11/2018).

Lebih Dari 1,5 Miliar Akun Ditutup Facebook Perangi Hoax

Konfrontasi - Pada periode April dan September 2018, Facebook telah berhasil menghapus lebih dari 1,5 miliar akun palsu dari jaringan media sasialnya. Facebook juga sukses menghapus 2,1 miliar potongan spam.

Dilansir dari laman GSM Arena, Minggu (18/11/2018), laporan ini menguraikan bagaimana Facebook telah menangani isu-isu seperti ketelanjangan (pornografi) dewasa, pidato kebencian, propaganda teroris, konten kekerasan, grafis, dan akun palsu.

Diduga Perkosa 70 Orang, Tentara Thailand Terinfeksi HIV

Konfrontasi - Seorang tentara Thailand yang terinfeksi HIV ditangkap atas tuduhan pemerasan dan pemerkosaan lebih dari 70 orang remaja laki-laki.

Polisi Nacharot Kaewpetch mengatakan pihak kepolisian menemukan obat HIV ketika menangkap Sersan Mayor Jakkrit Khomsing (43) di rumahnya kemarin. Pihak kepolisian juga menegaskan, hasil tes membuktikan Jakkrit menderita HIV.

Facebook Messenger Mungkinkan Pengguna Hapus Pesan Terkirim Dalam 10 Menit

KONFRONTASI-Facebook Messenger akan segera memungkinkan pengguna untuk menghapus pesan terkirim dengan jeda waktu 10 menit setelah mengirimnya.

Dikutip dari The Verge, Rabu, fitur ini terdaftar sebagai fitur yang "segera hadir" di catatan rilis untuk versi 191.0 dari Messenger iOS.

Dibandingkan dengan waktu yang diberikan Facebook untuk menghapus pesan WhatsApp yang salah (7 detik), 10 menit tidak memberi Anda banyak waktu untuk memperbaiki kesalahan. Namun, hal itu jauh lebih baik daripada membiarkan kesalahan Anda.

Semprul! Duda "Kelonin" Pelajar SMA 15 Kali, Suruh Saudara Merekam dan Diupload ke Medsos

Konfrontasi - Agus Rahmat tega menyebar video bercintanya dengan pelajar SMA kelas 2 gara-gara sakit hati diputuskan. Duda 33 tahun ini memadu kasih dengan gadis berusia 16 tahun itu sebanyak 15 kali. Sebut saja nama ceweknya Melati (bukan nama sebenarnya).

Ketika siswi kelas XI SMA di Kecamatan Babulu ini meminta putus, Agus mengancam akan menyebar foto dan video bercintanya bersama Melati.

Buruh harian lepas itu mengancam dengan harapan korban tetap mempertahankan hubungannya. Namun, ancaman tersebut tak dihiraukan. Korban tetap bersikukuh memutus jalinan kasih dengan duda dua anak yang sudah dua kali menikah tersebut.

Tak terima diputus, video berkonten hubungan badan itu pun disebar ke teman-teman pelaku maupun teman sekolah korban melalui Messengger Facebook.

Tak terima video mesum disebar mantan kekasihnya, Melati ditemani orangtuanya melaporkan pelaku ke Polres Penajam Paser Utara (PPU) pada 30 Oktober 2018.

Kasat Reskrim Polres PPU Iptu Iswanto mengatakan, setelah menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap mantan kekasih korban.

Tersangka Agus tercatat sebagai warga Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur. Pelaku mengakui bahwa pemeran video mesum yang beredar adalah dirinya dan Melati.

“Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku, betul telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. Juga mengakui dia menyebar video berkonten persetubuhan melalui Messenger Facebook,” kata Iswanto pada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/1) sore.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Iswanto mengungkapkan, pada awalnya pelaku dan korban anak di bawah umur ini berkenalan melalui WhatsApp (WA).

Setelah intens berkomunikasi melalui WA, pria yang dua kali menduda ini pun menjalin kasih dengan Melati pertengahan tahun 2018. Mereka sering ketemu di kampung korban di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, PPU.

Ketika keduanya terikat hubungan percintaan, pelaku terus membujuk korban melakukan persetubuhan. Untuk melancarkan niat bejatnya, buruh harian lepas ini berjanji akan menikahi korban. Akhirnya, kesucian Melati pun dipersembahkan.

Sepanjang Juli-Oktober 2018, pelaku dan korban melakukan persetubuhan lebih dari 15 kali. Bahkan, pelaku dan korban melakukan persetubuhan tak mengenal tempat. Mulai tempat tertutup hingga tempat terbuka.

Lagi, Bareskrim Ciduk 4 Penyebar Hoax Lewat Facebook

Konfrontasi - Empat penyebar hoax (berita bohong) di media sosial ditangkap Bareskrim Polri. Keempatnya ditangkap di kawasan Jakarta dan Cikarang. 

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima detikcom dari Bareskrim Polri, Jumat (2/11/2018), empat penyebar hoax itu terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan. Penangkapan dilakukan pada 1-2 November 2018. 

Facebook Larang Perusahaan Ini Pasang Iklan

KONFRONTASI-Jesse Leimgruber adalah salah satu pendiri Bloom, perusahaan rintisan (startup) yang menyediakan teknologi untuk membantu orang-orang tetap mengontrol data pribadi mereka saat mereka masuk ke berbagai layanan dan aplikasi online.

Dia dan timnya melakukan apa yang dilakukan oleh banyak perusahaan rintisan untuk mempercepat pertumbuhan: beriklan di Facebook.

Skandal Cambridge Analytica Berbuntut Denda Rp9,8 Miliar bagi Facebook

KONFRONTASI-Gara-gara skandal Cambridge Analytica, Facebook diganjar dengan denda maksimal oleh pengawas privasi Inggris.

Kantor Komisioner Informasi (ICO) Inggris mengenakan denda 500.000 poundsterling (Rp 9,7 miliar), hukuman tertinggi yang bisa diberikan untuk kasus kebocoran data.

ICO pada bulan Juli berkata pihaknya bermaksud menaikkan denda terhadap Facebook setelah Cambridge Analytica mengeksploitasi data 87 juta pengguna yang dikumpulkan oleh pengembang Dr Aleksandr Kogan.

Pages