elpiji

Horee...Harga Elpiji 12 Kg Diturunkan

KONFRONTASI - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga elpiji nonsubsidi 12 kg dengan kisaran Rp6.400 hingga Rp17.900 per tabung mulai 16 September 2015.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang dalam rilis di Jakarta, Selasa (15/9) mengatakan, besaran penurunan tersebut berdasarkan data historis harga elpiji sesuai acuan “contract price” (CP) Aramco dan kurs dolar AS terhadap rupiah.

“Ditambah, estimasi pergerakan kedua indikator tersebut,” katanya.

Ada yang Janggal di Balik Mahalnya Harga LPG 12 Kg

KONFRONTASI-Diduga ada kejanggalan dibalik mahalnya harga penjualan LPG (baca, elpiji) 12 Kg yang dilakukan PT Pertamina selama periode Januari - Agustus 2015. Demikian penilaian Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas.

Berdasarkan kajian dan perhitungan yang dilakukan ICW, Firdaus melihat, ternyata dalam penetapan harga jual LPG 12 kg pada tahun 2015 yang dilakukan Pertamina melampuai kewajaran harga pasar (keekonomian).

Sehingga diindikasikan merugikan masyarakat rerata sebesar Rp 1.630 per Kg atau Rp 19.565 per tabung.

Kurangi Impor Elpiji, Segera Bangun Jaringan Gas

KONFRONTASI-Pemerintah diminta segera mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan gas (Jargas) untuk rumah tangga dibanding mempertahankan kebijakan impor gas elpiji.

"Penyerapan anggaran yang sangat lamban di Kementerian ESDM, salah satu penyebab mengapa pembangunan infrastruktur sangat minim. Terutama untuk daerah-daerah penghasil gas dan daerah-daerah yang dilalui oleh pipa induk gas, tetapi hingga saat ini rakyatnya belum banyak yang menikmati gas karena keterbatasan Jargas," kata anggota Komisi VII Kurtubi, Minggu (9/8/2015).

Jelang Lebaran, Warga Pandeglang Kesulitan Elpiji

KONFRONTASI-Sejumlah warga di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kesulitan mendapatkan elpiji untuk keperluan memasak pada H-2 Idul Fitri 1436 Hijriah.

Beberapa warga yang ditemui, Rabu, menyatakan sudah mencari ke beberapa warung dan toko yang selama ini menjual elpiji, tapi semuanya kosong.

"Sudah lebih dari 10 warung dan toko yang selama ini mejual elpiji saya datangi, tapi semunya kosong," kata Ozi, warga Kampung Pasirandu, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung.

Gas Melon Mulai Langka di Lebak Selatan

KONFRONTASI-Tabung elpiji kemasan tiga kilogram di wilayah Kabupaten Lebak bagian selatan sejak sepekan terakhir mulai langka di sejumlah agen maupun penyalur gas bersubsidi.

Dari pantauan, kelangkaan gas elpiji kemasan tiga kilogram itu membuat warga Kabupaten Lebak bagian selatan meliputi Kecamatan Malingping, Cijaku, Cihara, Wanasalam, Bayah, Panggarangan dan Cibeber mengeluhkan karena di tingkat pengecer menembus Rp25.000/tabung.

Semestinya, gas elpiji kemasan tiga kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp17.000/tabung.

Permintaan Meningkat, Gas Melon Langka di Indragiri Hilir

KONFRONTASI-Keberadaan gas elpiji untuk ukuran 3 Kilo Gram (Kg) di Wilayah Indragiri Hilir, Provinsi Riau sejak beberapa pekan ini mengalami kelangkaan yang disebabkan oleh semakin meningkatnya permintaan masyarakat dipasaran.

"Kami sudah antri sejak pagi dipangkalan, namun tetap tidak kebagian," kata salah seorang ibu rumah tangga Aulia di Tembilahan, Minggu.

Ia mengungkapkan sejak beberapa hari ini pihaknya sangat sulit untuk mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg ini.

"Di pangkalan maupun di pengecer juga sudah kehabisan," sebutnya.

Warga Minahasa Tenggara Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram

Konfrontasi - Warga di Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengeluhkan adanya kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram (kg) beberapa hari terakhir ini.

"Ini sudah tiga hari kami susah mendapatkan tabung-tabung gas yang ada isinya, kalau pun ada sudah mahal," kata Endy Rajo seorang warga, di Ratahan, Selasa (5/5).

Dia berharap pemerintah kabupaten, bdersifat tanggap agar kelangkaan tabung gas ini segera teratasi.

Gas Melon Langka, Kalau Mau Beli Harus Tunjukkan KTP

KONFRONTASI-Kelangkaan gas 3 kg kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat akibat migrasi pengguna gas 12 kg.

Kepala Disperindag KBB Weti Lembanawati menyatakan, untuk mengatasi hal itu pihaknya telah mengusulkan penambahan alokasi kuota gas 3 kg ke Hiswana Migas.

"Betul, kami sudah berkoordinasi untuk menambah pasokan gas 3 kg. Saat ini, untuk per bulannya kami mendapatkan pasokan 1.050.000 tabung gas dari sebelumnya yang hanya 900.000 tabung per bulan," katanya, kepada wartawan, Minggu (12/4/2015).

Pages