16 August 2018

Elektronik

Jualan Online Faktor Utama Berakhirnya Kejayaan Pasar Glodok

Konfrontasi - Pasar Glodok, pusat penjualan barang-barang elektronik kini tinggal kenangan. Pasar yang dulunya ramai pedagang dan penjual barang elektronik sudah jadi gudang.

"Dulu kalau orang ngomong Glodok, pusatnya elektronik pasti," ujar Pedagang elektronik, Chandra dilansir merdeka.com, Sabtu (15/7/2017). 

Menurutnya, sejak pindah dari Harco Glodok, para pedagang mengalami penurunan pengunjung dari waktu ke waktu. Bahkan, ada pedagang yang terpaksa gulung tikar akibat tak adanya pembeli.

Australia Berkeinginan Larang Pemakaian Alat Elktronik di Kabin Pesawat

KONFRONTASI -  Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, pada Selasa (16/5), mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan untuk mengikuti jejak Inggris dan Amerika Serikat (AS) yang melarang penumpang membawa perangkat elektronik, seperti laptop ke kabin pesawat. Pelarangan ini akan diterapkan pada beberapa penerbangan internasional tertentu.

3 Raksaksa Elektronik Ini Terkena Dampak Brexit

Konfrontasi - Beberapa hari terakhir, pasar sedang ramai membicarakan tentang Brexit.

Istilah Brexit berasal dari kata Britain Exit. Istilah ini mirip seperti ketika Yunani/Greek keluar dari Uni Eropa, maka orang menyebut peristiwa itu dengan Grexit yang berasal dari kata Greek Exit.

Dan kini Masyarakat Inggris telah memilih takdirnya sendiri. Mereka memutuskan meninggalkan Uni Eropa (UE) lewat referendum yang bersejarah.

Ekonomi Lesu, Konsumen Indonesia Kurangi Belanja Elektronik

KONFRONTASI-Konsumen Indonesia mengurangi pembelian barang elektronik seperti telepon genggam atau komputer sebesar 50 persen berdasarkan hasil temuan Nielsen Global Survey of Consumer and Spending Intentions.

Sebanyak 65 persen konsumen online Indonesia berpendapat bahwa saat ini negara berada dalam kondisi resesi. Sehubungan dengan hal tersebut, 81 persen konsumen menyatakan bahwa mereka telah mengubah kebiasaan berbelanja untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.

Rupiah Rontok, Pengusaha Elektronik Tertohok

KONFRONTASI-Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat ikut berdampak pada pengusaha produk elektronik atau produk-produk ritel.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta mengatakan, produk-produk ritel seperti produk elektronik berupa Televisi LCD, pendingin ruangan atau AC, hingga lemari es harganya pun menjadi ikut naik.

"Karena barang-barang tersebut 100 persen komponen hingga produknya didapatkan dengan impor," ujar Tutum, saat ditemui di Kopitiam, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu malam 18 Maret 2015.

Sampah Elektronik Ancam Ekosistem Alam Global

Konfrontasi – Produk elektronik tidak lagi menjadi perlengkapan yang memudahkan kehidupan manusia. Sampah peralatan elektronik bahkan menjadi sumber kerusakan lingkungan masa mendatang.

Ancaman tersebut disadari oleh Pemerintah Nigeria. Nigeria memulai rancangan kebijakan strategis mengenai penanganan limbah elektronik (e-waste). Menteri Lingkungan Hidup Nigeria Laurentia Mallam menyatakan pemerintah memiliki satu forum untuk menangani tantangan limbah elektronik.