elektabilitas Jokowi

Akibat Kebangkitan Emak-emak dan Tak Tepati Janji, Elektabilitas Jokowi Diklaim Tergerus, Prabowo Meningkat

KONFRONTASI -  

Elektabilitas dan trend keterpilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai mengalami tren penurunan dalam enam bulan terakhir. Sebaliknya tren dukungan terhadap Prabowo-Sandi terus meningkat. Hal ini dinilai karena kegagalan Jokowi dalam memenuhi janji-janji politiknya,  gagal ungkapan-ungkapannya sendiri yang berlebihan, harga pangan mahal dan kebangkitan kaum emak-emak.

Elektabilitas Jokowi Terkejar, Karena Salah Pilih Cawapres

KONFRONTASI -  PILPRES tinggal 3 minggu lagi, dua Capres terus berjuang menaikkan elektabilitas. Tapi survei Litbang Kompas hasilnya tak menggembirakan kubu Jokowi, sebab elektabilitas Capres No. 02 terus mengejarnya. Jokowi-Ma’ruf Amin 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandi 37,4 persen. Jangan-jangan Jokowi salah pilih Cawapres.

Ini Kata Pengamat: Dukungan TW Bisa Gerus Elektabilitas Jokowi

KONFRONTASI -  Tomy Winata mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Pengamat menilai, dukungan Tomy Winata justru berpotensi menurunkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

PENGAMAT politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Sarwi Chaniago, menilai, dukungan pengusaha Tomy Winata kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa berdampak negatif dan menurunkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 tersebut.

Pengamat Nilai Tomy Winata Berpotensi Turunkan Elektabilitas Jokowi

KONFRONTASI -  Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Sarwi Chaniago, menilai dukungan pengusaha Tomy Winata kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa berdampak negatif dan menurunkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 tersebut.

Pilihan Ma'ruf Amin Sebagai Capres Jokowi Takkan Naikkan Elektabilitas

KONFRONTASI -   Hari Kamis Malam, 9 Agustus 2018 ini Capres Jokowi telah putuskan Ma'ruf Amin jadi Wacapres Jokowi utk Pilpres 2019. Sebagian besar pengamat, peramal dan komentator Pilpres 2019 keliru dan salah memprediksi siapa tokoh yang akan diputuskan Jokowi sebagai Pendampingnya. Nama keluar dari mulut Jokowi ternyata Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin.

Elektabilitas Jokowi Dianggap Belum Mumpuni untuk Kembali jadi Presiden

KONFRONTASI - Tingkat elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dianggap belum mumpuni untuk mengamankan jabatannya sebagai orang nomor satu RI pada periode 2019-2024. Jokowi harus memilih pendamping yang tepat untuk memenangi gelaran Pilpres 2019.

Namun begitu, Jokowi tersandera koalisi. Kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, Jokowi bakal kesulitan menentukan wakilnya lantaran beban syarat yang dititipkan partai politik.

Elektabilitas Jokowi Mengkhawatirkan, Gerindra Optimis Prabowo Menang Pilpres 2019

KONFRONTASI - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai elektabilitas yang saat ini diperoleh Jokowi sebenarnya masuk kategori mengkhawatirkan. Sebab, Jokowi sudah menjalani kepemimpinan kurang lebih 3,5 tahun dan setiap hari menjadi santapan media.

Elektabilitas Jokowi Dua Periode Ternyata Jadi-jadian

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menjelaskan partainya tidak menginisiasi gerakan 2019 presiden baru dan ganti presiden 2019. Gerakan ini muncul alami dari masyarakat yang tidak menginginkan Jokowi melanjutkan kepemimpinan untuk dua periode.

Bukankah survei sejumlah lembaga menunjukkan elektabilitas Jokowi tertinggi? Arief membantah hal itu sebagai dasar Jokowi dua periode.

Tabloid Obor Rakyat Ganggu Elektabilitas Jokowi-JK

KONFRONTASI-Calon Presiden nomor urut 2, Joko Widodo mengakui beredarnya Tabloid Obor Rakyat sangat berpengaruh terhadap elektabilitasnya. Sebab, tabloid itu berisikan hal-hal yang tidak benar tentang Jokowi-JK.

"Ya tentu sangat berpengaruh, isinya kan tidak sesuai dengan kenyataan," kata Mantan Walikota Solo ini di salah satu Hotel yang berada di Karawang Jawa Barat, Selasa(17/6) pagi.