ekspor

NTB Ekspor Rumput Laut ke Vietnam

Konfrontasi - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi meresmikan pengiriman 54 ton rumput laut jenis Cottoni ke Vietnam untuk dijadikan bahan baku produk pangan olahan dan kosmetik.

Pelepasan tiga unit truck pengangkut rumput laut tersebut dirangkai dengan kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang digelar di bekas Bandara Selaparang, Kota Mataram, Rabu (17/12)

GPEI Mengatakan Ekspor Pada Akhir Tahun Meningkat

 Konfrontasi - Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) mengatakan ekspor pada akhir tahun meningkat terutama ke negara-negara yang merayakan natal.

"Beberapa negara tujuan ekspor yang meningkatkan permintaan barang dari Indonesia, di antaranya Australia, Amerika Serikat, Tiongkok, dan sejumlah negara di Eropa," ujar Ketua GPEI Jawa Tengah Edi Raharto di Semarang, Selasa (2/12).

Bahkan, untuk ekspor ke negara tujuan Eropa dan Amerika justru sudah tidak lagi tinggi mengingat barang sudah harus sampai ke negara tujuan sebelum perayaan natal.

Tas Perpaduan Rotan dan Kulit Sudah Diekspor

KONFRONTASI-Tas perpaduan rotan, kulit sapi, dan kulit ular yang dibuat pengrajin di Jakarta sudah tembus pasar ekspor.

"Produk tas berbahan baku kulit sapi dan domba, ular dari Loelang Leather, sudah dipasarkan hingga ke tingkat Asia (Hong Kong) bahkan Eropa," kata Leni Puspasari, pengrajin dari Loelang Leather.

Pada 10-13 November 2014, Loelang Leather mengikuti pameran yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah di Balai Kota (Dekranasda) DKI Jakarta.

Menteri Gobel Tantang Pengusaha Kadin Tingkatkan Ekspor 300 persen

KONFRONTASI - Kekayaan Indonesia menjadi modal memajukan sektor perdagangan dan perindustrian. Meski begitu pemerintah masih harus memberikan tambahan modal untuk mempercepat pembangunan.

Demikian hal itu katakan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel di Kantor Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/10).

Menteri Gobel kembali menyampaikan ambisinya meningkatkan ekspor Indonesia 300 persen dari kondisi saat ini. Padahal saat ini Indonesia tengah mengalami perlambatan kinerja ekspor. "Saya akan menaikkan 300 persen dalam lima tahun ke depan ekspor," katanya

Mangga Pantura Segera Tembus Pasar Jepang-Singapura

Konfrontasi – Pergantian musim hujan ke musim kemarau membawa berkah melimpah bagi petani mangga di Kabupaten Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat. Jumlah panen mangga diperkirakan mencukupi untuk ekspor ke sejumlah negara Asia dan Timur Tengah.

"Musim kemarau sangat menguntungkan bagi petani mangga di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Karena, panen mereka memuaskan, selain kualitasnya tembus pasar ekspor, biasanya produksi buah tersebut melimpah," kata Hasyim, petani mangga, Senin (22/9).

Pages