ekspor

India Pesan Ribuan Ton Kopra Asal Sulut

Konfrontasi - India menjadi salah satu negara tujuan potensial komoditas kopra asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditandai ekspor ribuan ton di awal tahun 2015.

"Januari 2015 sebanyak 6.300 ton kopra diekspor ke India mampu hasilkan devisa 922.950 dolar Amerika Serikat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Jenny Karouw, Minggu (1/2).

Sulut Ekspor Kopra ke Korsel

Konfrontasi - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor kopra ke Korea Selatan (Korsel), menyusul tingginya permintaan dari negara tersebut di awal tahun ini.

"Kopra yang diekspor ke Korsel sebanyak 48 ton dengan sumbangan devisa sebesar 20.640 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, T Hasudungan Siregar, di Manado, Kamis (29/1).

Hasudungan mengatakan Korsel membeli kopra asal Sulut untuk dibuat menjadi bahan jadi seperti minyak goreng, kosmetik dan bahan makanan lainnya.

Ekspor Konsentrat Newmont Raup Rp. 4,7 Triliun

Konfrontasi - Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat mencatat nilai ekspor konsentrat PT Newmont Nusa Tenggara sebesar USD 394.143 juta dolar atau setara Rp4,7 triliun lebih. Angka ni bisa bertambah karena ekspor terakhir belum mencakup bulan Desember.

"Itu dari laporan yang kita terima dari September sampai dengan November 2014," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Muh Husni di Mataram.

Kinerja Ekspor Indonesia 2015 Diperkirakan Meningkat Hingga 20 Persen

Konfrontasi-Kinerja ekspor Indonesia pada 2015 diperkirakan mampu meningkat antara 15-20 persen, salah satu faktor yang memengaruhi adalah kembali menggeliatnya perekonomian di Amerika Serikat.

"Pada 2015 rasanya tidak akan terlalu jelek, seharusnya untuk peningkatan 15-20 persen sektor non-migas cukup realistis," kata mantan Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, Rabu.

Krisis, Rusia Stop Ekspor Gandum

Konfrontasi -  Pemerintah Rusia dan asosiasi petani gandum Rusia berniat menghentikan sementara ekspor gandum. Upaya ini bertujuan menjaga stok bahan pangan di Negara Beruang Merah.

Maklum, rubel, mata uang Rusia, tengah terpuruk, sehingga turut menaikkan harga pangan di negara tersebut. Nah, penghentian ekspor tersebut bertujuan untuk menekan sementara laju kenaikan harga pangan.

Belum jelas sampai kapan Rusia menghentikan ekspor gandumnya. Yang terang, selama ini Rusia merupakan produsen gandum nomor empat terbesar di dunia.

Filipina Ekspor 4.000 Daftar Barang Tanpa BEA ke Eropa

Konfrontasi - Permohonan Filipina telah disetujui oleh Parlemen Eropa terkait ekspor dengan tarif di bawah nol persen. Sedikitnya telah dipersiapkan sebanyak 4.000 daftar yang akan diajukan dan rencananya akan dimulai pada 25 Desember ini, Jumat (19/12).

Menteri Perdagangan Filipina, Gregory L. Domingo mengatakan dalam konferensi pers bahwa negara ini sekarang merupakan bagian dari Generalized System of Preferences Plus (GSP+) Uni Eropa yang akan menguntungkan Filipina selama sepuluh tahun ke depan.

Lemahnya Ekspor Pemicu Anjloknya Nilai Rupiah

Konfrontasi - Kamar Dagang dan Industri Daerah Kalimantan Barat menyatakan lemahnya ekspor daerah maupun tingkat nasional salah satu pemicu anjloknya nilai mata uang rupiah atas dolar AS.

"Lemahnya ekspor juga dipicu oleh kelemahan regulasi pemerintahan masa lalu, hal itu dapat dilihat dari banyaknya hambatan ekspor pada produk kehutanan, pertanian, dan pertambangan," kata Pengurus Kompartemen Luar Negeri Kadin Kalbar, Rudyzar Zaidar Mochtar saat dihubungi di Pontianak, Kamis (akl/ar).

NTB Ekspor Rumput Laut ke Vietnam

Konfrontasi - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi meresmikan pengiriman 54 ton rumput laut jenis Cottoni ke Vietnam untuk dijadikan bahan baku produk pangan olahan dan kosmetik.

Pelepasan tiga unit truck pengangkut rumput laut tersebut dirangkai dengan kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang digelar di bekas Bandara Selaparang, Kota Mataram, Rabu (17/12)

GPEI Mengatakan Ekspor Pada Akhir Tahun Meningkat

 Konfrontasi - Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) mengatakan ekspor pada akhir tahun meningkat terutama ke negara-negara yang merayakan natal.

"Beberapa negara tujuan ekspor yang meningkatkan permintaan barang dari Indonesia, di antaranya Australia, Amerika Serikat, Tiongkok, dan sejumlah negara di Eropa," ujar Ketua GPEI Jawa Tengah Edi Raharto di Semarang, Selasa (2/12).

Bahkan, untuk ekspor ke negara tujuan Eropa dan Amerika justru sudah tidak lagi tinggi mengingat barang sudah harus sampai ke negara tujuan sebelum perayaan natal.

Pages