27 May 2019

ekspor

Defisit April 2019 Tinggi, Pemerintah Harus Kurangi Impor

Konfrontasi - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai pemerintah harus konsisten dalam mengatasi permasalahan defisit neraca perdagangan nasional.

"Solusi dalam jangka pendek yang paling efektif dan selalu digulirkan adalah dengan mengendalikan impor. Hal ini sebenarnya lumrah dilakukan karena untuk mendorong peningkatan nilai ekspor," kata Assyifa Szami Ilman dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Belajarlah ke Korsel untuk Majukan Industri dan Tingkatkan Ekspor

KONFRONTASI-Indonesia dinilai perlu belajar dari Korea Selatan untuk bisa mendorong industrialisasi dan meningkatkan ekspor di masa mendatang.

Ahli industrialisasi Rizal Ruswito dalam dialog di BPPT, Jakarta, Jumat (17/5/2019), mengatakan, saat ini. merek terkenal dunia tidak lagi mengandalkan potensi sumber daya alam tetapi memiliki nilai tambah besar.

Perang Dagang Berlangsung Lama, Ekspor Indonesia Bakal Makin Sulit

Konfrontasi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas bakal berlangsung lama.

Pemerintah mengakui kondisi global itu bakal mempersulit upaya mendorong kinerja ekspor Tanah Air.

"Mendorong ekspor mungkin tidak mudah sekarang ini setelah perang dagang makin meningkat. Tentu ini bukan jangka pendek kelihatannya," tutur Darmin, Jumat (17/5/2019). 

Mentan Lepas Ekspor 30 Ton Lada Asal Belitung ke Belasan Negara

Konfrontasi - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor komoditas lada biji asal Belitung sebanyak 30 ton ke mancanegara. Pelepasan ekspor ini langsung dilakukan di lahan lada yang berada di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Belitung, Sabtu (4/5/2019).

Hadir Wakil Gubernur Bangka Belitung, Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagiyono, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry, eksportir dan para petani lada.

Amran menyebutkan tujuan ekspor lada ini, selain mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan petani, juga meningkatkan minat generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian. Hal ini untuk mensukseskan program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengembalikan kejayaan rempah di kancah dunia.

"Pemerintah mendorong agar petani terutama generasi milenial giat menanam, salah satunya komoditas lada. Kita ingin Belitung ini kota lada, Bangka Belitung Provinsi lada, sehingga langsung bisa di ekspor ke India dan Eropa. Sehingga harga lada terjamin, pendapatan petani naik dan pendapatan pengusaha juga naik," kata Amran.

Amran membeberkan dalam mendorong generasi milenial terjun ke sektor pertanian, berbagai upaya telah disiapkan pemerintah. Pertama, atas arahan Presiden Jokowi dua tahun yang lalu, untuk menyediakan bibit unggul lada dan semua komoditas bagi petani. 

Karena itu, lanjut Amran, Kementan telah mengalokasikan anggarkan untuk bibit senilai Rp5,5 triliun dalam dua tahun berturut-turut. Khusus Provinsi Bangka Belitung, telah dialokasikan bibit unggul lada dengan rehabilitasinya sebanyak 5 ribu hektar.

"Bedanya, produktivitas bibit biasa hanya 0,7 ton per hektar per tahun, tapi kalau bibit unggul produktivitasnya 2,5 ton per hektar per tahun, bahkan bisa mencapai 3 ton per hektar per tahun," bebernya.

Dengan program ini, Amran optimis dapat mengembalikan kejayaan rempah Indonesia. Pasalnya, akar permasalahannya ada pada bibit, teknologi dan membangun semangat petani. Apalagi keunggulan kompratif pertanian Indonesia masih luar biasa, sehingga produktivitas dan kualitas suatu komoditas dapat ditingkatkan dan mampu bersaing di pasar dunia.

"Kita sudah buktikan empat tahun terakhir, dulu ekspor kita 33 juta ton, tapi di tahun 2018 meningkat menjadi 42 juta ton. Artinya naik hampir 10 juta ton. Apa yang kita lakukan sekarang ini sudah membuahkan hasil di pemerintahan Jokowi-JK. Sekarang kita sudah panen," ujarnya.

Kedua, sebut Amran, selain program bantuan bibit unggul, Kementan memberikan anggaran berdasarkan sentra produksi, sehingga tidak memberikan kepada daerah yang tidak cocok dengan lada, sehingga anggaran tidak diecer. Adapun sentra produksi lada Indonesia yakni Bangka Belitung, Luwu Raya, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Lampung.

"Ini adalah sentra lada kita. Kita harus kembangkan berdasar keunggulan komparatif dan kompetitif. Kompetitif itu melakukan prosesing, agar bisa memasuki pasar internasional. Karena nilai tambah yang paling besar ada diprosesing. Jadi cara berpikir kita ke depan seperti itu," tegasnya.

Laporan BPS Maret 2019: Ekspor RI Anjlok 10,01%

KONFRONTASI- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil ekspor dan impor serta neraca perdagangan pada Maret 2019. 

Kepala BPS Suhariyanto mengumumkan hasil ekspor dan impor berserta neraca dagang di Gedung BPS, Senin (15/4/2019).

Pada Maret 2019, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 14,03 miliar atau turun 10,01% year on year. Secara month to month atau bulanan nilai ekspor naik 11,71%.

Kemenperin Siap Ekspor Mobil Desa ke Timor Leste

Konfrontasi - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika siap memasarkan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) atau mobil desa ke beberapa negara di Asia Negara (Asean).

Mobil asli Indonesia yang dikembangkan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, dinilai memiliki ketangguhan mesin AMMDes dan luasnya daya jelajah. Mobil desa ini mampu melalui jalan ekstrim di desa-desa yang infrastrukturnya masih minim.

Usai Teh dan Bunga, Pemkab Cianjur Targetkan Ekspor Beras

Konfrontasi - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan komoditas perkebunan dan produksi beras menjadi komoditas unggulan untuk di pasarkan ke luar negeri.

Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur, mengatakan selama ini, banyak komoditi unggulan yang dihasilkan sejumlah wilayah di Cianjur seperti teh hitam berkualitas yang sudah masuk ke empat negara.

Kemtan Perketat Pengawasan Ekspor Melati

KONFRONTASI-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus mendorong peningkatan ekspor bunga melati atau bunga Jasminum Sambac dari Jawa Tengah dengan pengawasan ketat bebas penyakit.

Nilai ekspor bunga melati dari Jawa Tengah selama Agustus 2018 sampai Januari 2019 mencapai Rp200,55 miliar. Komoditas bunga ini diekspor ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi.

Di Era Kopi: Ekspor Kopi Aceh Tumbuh 540 Persen

KONFRONTASI -  Nilai ekspor komoditas kopi baik jenis Arabika maupun Robusta lewat pelabuhan di Aceh selama tahun 2018 mengalami kenaikan mencapai 540 persen. Ekspor kopi Aceh mencapai 35.557 dolar AS.

"Total ekspor kopi melalui pelabuhan di provinsi ini selama 2018 mencapai 35.557 dolar AS atau naik sekitar 538,43 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Senin.

Menteri Susi Bantu Cari Pasar Ekspor Rumput Laut

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji untuk membantu mencari pasar ekspor komoditas rumput laut di luar negara-negara sasaran tradisional ekspor komoditas tersebut selama ini.

Pages