21 June 2018

ekspor

Ekspor RI Bisa Ditingkatkan ke AS

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto melihat ada peluang yang semakin luas bagi para eksportir Indonesia memperkenalkan dan menjual produk dalam negeri ke berbagai negara di dunia.

Hal itu dilihat dari surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir.

Di 2016, surplus perdagangan Indonesia-AS mencapai 8,47 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2017 mencapai surplus mencapai 9,44 miliar dolar AS.

Presiden Jokowi Minta Ekspor Minyak Kelapa Sawit ke China Ditambah 500.000 Ton

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo meminta volume ekspor minyak kelapa sawit ke China ditambah hingga 500.000 ton dari volume ekspor saat ini yang mencapai 2 juta ton.

Presiden Jokowi mengungkapkan China merupakan pasar yang sangat potensial bagi produk dan komoditas Indonesia jika dilihat dari populasinya yang mencapai 1,37 miliar jiwa.

Ekspor RI Loyo, Pemerintah Diminta Berbenah

KONFRONTASI- Kalangan oposisi mengungkapkan  Jokowinomics  dan Nawa Cita mungkin  diambang senjakala, redup.  Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor RI dalam kurun waktu 3 bulan terakhir boleh dibilang loyo. Lantaran, angkanya terus menurun.

Naik 46,76%, Ekspor Hasil Perikanan Bali Capai USD326 Juta

Konfrontasi - Bali mengekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar USD326,57 juta selama tahun 2017. Angka ini meningkat USD104,04 juta atau 46,76% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat USD222,52 juta.

"Perolehan devisa tersebut mampu memberikan andil sebesar 48,05% dari total nilai ekspor Bali sebesar USD679,59 juta selama 2017," kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Bagawinata di Denpasar, Minggu (25/2/2018).

Ekspor Dibatasi, Harga Karet Naik 5% Jadi US$ 1,54/Kg

Konfrontasi - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya menyejahterakan masyarakat, termasuk petani karet. Pihaknya pun memiliki cara khusus untuk mendongkrak harga karet.

Cara tersebut tertuang dalam skema Agreed Export Tonnage Scheme (AETS). Di mana pemerintah Indonesia bersama Thailand dan Malaysia yang masuk dalam kelompok negara eksportir atau International Tripartite Rubber Council (ITRC). Lantas, terhitung hingga Januari, harga karet meningkat sebesar 5%.

Para Menteri Ekuin Jokowi Tak Becus, Harus Diganti. Jokowi Marah Ekspor Indonesia Kalah Jauh dari Tetangga

KONFRONTASI-  Para analis ekonomi-politik menghimbau Presiden Joko Widodo  harus berani mengganti/mencopot para menteri ekuin Kebinet Kerja yang terbukti tak becus dan gagal membangun ekonomi Indonesia selama era Jokowi berkuasa. 

''Percuma Jokowi marah kalau tak berani lakukan reshuffle tim ekuin kabinet yang neoliberal dan lembek, sebab terbukti gagal dan tak  becus,'' kata analis Darmawan Sinayangsah lulusan Fisip UI yang juga aktivis LSM.

Ini Upaya Eropa Membunuh Petani Sawit Indonesia

Konfrontasi - Gegara menyetujui proposal energi baru terbarukan yang menghapuskan biofuel di tahun 2021 mendatang, dengan disepakati persetujuan itu Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai Uni Eropa berupaya membunuh 5,3 juta petani sawit yang ada Indonesia.

“Pelarangan biofuel berarti membunuh petani sawit Indonesia. Bila perlu kita memboikot untuk tidak mengekspor biodiesel atau sawit ke Uni Eropa,” jelas Sekjen Apkasindo Asmar Arsjad di Jakarta pada Jumat (26/1/2018).

Pengusaha Sarung Batik Pekalongan Sasar Asia Tenggara

Konfrontasi - "Beberapa negara di Asia Tenggara akan menjadi sasaran ekpsor kain sarung batik asal Pekalongan, Jawa Tengah," kata Sekretaris Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia setempat, Arief Wicaksono .

"Selama ini, kain sarung batik Pekalongan masih mendominasi ekspor ke sejumlah negara kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam," kata dia, di Pekalongan, Minggu (14/1/2018).

Batik Terus Mendunia, Nilai Ekspornya Lampaui USD51 Juta

KONFRONTASI-Kementerian Perindustrian RI mencatat industri batik berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional karena mendatangkan nilai ekspor mencapai 51,15 juta dolar Amerika Serikat (AS) sampai Oktober 2017, atau naik dari semester I tahun 2017 sebesar 39,4 juta dolar AS.

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, menyatakan produk batik yang didominasi industri kecil dan menengah (IKM) dengan tujuan pasar utama ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa itu mampu menyumbang devisa yang cukup signifikan sekaligus memiliki daya saing yang kompetitif di pasar dunia.

"Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia," kata Gati Wibawaningsih pada Pembukaan Pameran dan Deklarasi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) di Museum Tekstil Jakarta, melalui keterangan tertulis, Rabu.

Menurut Gati, perdagangan produk pakaian jadi dunia yang mencapai 442 miliar dolar AS menjadi peluang besar bagi industri batik untuk meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

"Batik telah bertransformasi menjadi berbagai bentuk fesyen, kerajinan danhome decoration yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan mata pencaharian di dalam dan luar negeri," paparnya.

Hingga saat ini, IKM batik tersebar di 101 sentra seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang.
 

Yogyakarta Kembali Ekspor Air Mata Dewa ke India

Konfrontasi - Sebanyak 566 kg Rudraksha atau jenitri bebas live insect, jamur, dan kotoran yang sudah disertifikasi siap diekspor ke Calcuta, India. Indonesia tercatat sebagai pemasok butiran-butiran rudraksha atau jenitri ini.

“Tears of God begitulah masyarakat India menyebut rudraksha atau jenitri. Sebutan ini bermakna religi bagi masyarakat India. Saat ini sudah bisa diekspor,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Yogyakarta Ina Soelistyani, dikutip dari Solopos, Sabtu (2/12/2017).

Pages