20 October 2018

ekspor

Tiga Komoditas Ekspor Ini Wajib Gunakan L/C Besok

KONFRONTASI -  Kementerian Perdagangan (Kemdag) memastikan kewajiban penggunaan letter of credit (L/C) untuk ekspor barang tertentu berlaku mulai Minggu (7/10) esok hari. Meski, pengusaha khawatir penggunaan itu berpotensi menekan kinerja ekspor karena pembeli di luar negeri menolak pembayaran via L/C.

Hanya, kewajban L/C masuk di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 94/2018. Keluar 6 September 2018 dan berlaku 30 hari sejak diundangkan.

Agustus 2018, Industri Pengolahan Dominasi Ekspor

KONFRONTASI- Industri pengolahan mendominasi kontribusi ekspor pada Agustus 2018 yaitu mencapai 74,47 persen dari seluruh nilai ekspor produk minyak dan gas (migas) dan nonmigas bulan tersebut yang mencapai 15,82 miliar dolar AS.

Ekspor Tuna Gorontalo Capai 11,9 Ton

KONFRONTASI-Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) mengatakan, ekspor tuna dari Provinsi Gorontalo ke sejumlah negara pada paruh pertama tahun ini mencapai 11,9 ton.

Indonesia Ekspor Perdana 60 Ribu Ekor Domba ke Malaysia

KONFRONTASI-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor perdana ternak domba potong Nusantara yang diekspor oleh PT Inkopmar Cahaya Buana ke negara Malaysia di Instalasi Karantina Hewan Tandes, Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Ekspor RI Bisa Ditingkatkan ke AS

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto melihat ada peluang yang semakin luas bagi para eksportir Indonesia memperkenalkan dan menjual produk dalam negeri ke berbagai negara di dunia.

Hal itu dilihat dari surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir.

Di 2016, surplus perdagangan Indonesia-AS mencapai 8,47 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2017 mencapai surplus mencapai 9,44 miliar dolar AS.

Presiden Jokowi Minta Ekspor Minyak Kelapa Sawit ke China Ditambah 500.000 Ton

KONFRONTASI -  Presiden Joko Widodo meminta volume ekspor minyak kelapa sawit ke China ditambah hingga 500.000 ton dari volume ekspor saat ini yang mencapai 2 juta ton.

Presiden Jokowi mengungkapkan China merupakan pasar yang sangat potensial bagi produk dan komoditas Indonesia jika dilihat dari populasinya yang mencapai 1,37 miliar jiwa.

Ekspor RI Loyo, Pemerintah Diminta Berbenah

KONFRONTASI- Kalangan oposisi mengungkapkan  Jokowinomics  dan Nawa Cita mungkin  diambang senjakala, redup.  Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor RI dalam kurun waktu 3 bulan terakhir boleh dibilang loyo. Lantaran, angkanya terus menurun.

Naik 46,76%, Ekspor Hasil Perikanan Bali Capai USD326 Juta

Konfrontasi - Bali mengekspor hasil perikanan dan kelautan sebesar USD326,57 juta selama tahun 2017. Angka ini meningkat USD104,04 juta atau 46,76% dibanding tahun sebelumnya yang tercatat USD222,52 juta.

"Perolehan devisa tersebut mampu memberikan andil sebesar 48,05% dari total nilai ekspor Bali sebesar USD679,59 juta selama 2017," kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Bagawinata di Denpasar, Minggu (25/2/2018).

Ekspor Dibatasi, Harga Karet Naik 5% Jadi US$ 1,54/Kg

Konfrontasi - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya menyejahterakan masyarakat, termasuk petani karet. Pihaknya pun memiliki cara khusus untuk mendongkrak harga karet.

Cara tersebut tertuang dalam skema Agreed Export Tonnage Scheme (AETS). Di mana pemerintah Indonesia bersama Thailand dan Malaysia yang masuk dalam kelompok negara eksportir atau International Tripartite Rubber Council (ITRC). Lantas, terhitung hingga Januari, harga karet meningkat sebesar 5%.

Para Menteri Ekuin Jokowi Tak Becus, Harus Diganti. Jokowi Marah Ekspor Indonesia Kalah Jauh dari Tetangga

KONFRONTASI-  Para analis ekonomi-politik menghimbau Presiden Joko Widodo  harus berani mengganti/mencopot para menteri ekuin Kebinet Kerja yang terbukti tak becus dan gagal membangun ekonomi Indonesia selama era Jokowi berkuasa. 

''Percuma Jokowi marah kalau tak berani lakukan reshuffle tim ekuin kabinet yang neoliberal dan lembek, sebab terbukti gagal dan tak  becus,'' kata analis Darmawan Sinayangsah lulusan Fisip UI yang juga aktivis LSM.

Pages