ekonomi

Sebagian Milenial Rampok dan Begal, Mahasiswa ke Rizal Ramli: Panggil Kami Generasi Z, Bukan Milenial

KONFRONTASI- Awalnya, tokoh bangsa/ekonom senior Rizal Ramli sempat memiliki sentimen buruk dan tidak percaya terhadap mahasiswa zaman sekarang. Namun mantan Menteri Keuangan di era Gus Dur tersebut sadar, ketika mengenal para mahasiswa lebih jauh, ternyata mereka sangat peduli dengan masalah yang terjadi di Indonesia belakangan.

Rizal Ramli: September Pertumbuhan Kredit Negatif, Indonesia Kesulitan Keuangan di 2021

KONFRONTASI- Sebelum Covid-19 melanda pada awal tahun 2020, ekonomi Indonesia sudah menunjukan pelambatan. Kemerosotan di bidang ekonomi makro, dengan adanya Covid-19, membuat ekonomi Indoneaia menjadi lebih parah lagi.

Demikian disampaikan begawan ekonomi kerakyatan, Rizal Ramli di Jakarta, Kamis (25/12/2020).

Beban Utang yang Membengkak di tengah merosotnya Penerimaan Pajak

 

KONFRONTASI- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan utang hingga periode Oktober 2020 mencapai Rp 958,6 triliun. Kondisi ini mengkhawatirkan karena terjadi ketidakcocokan antara beban utang yang membengkak dengan penerimaan negara yang turun.

Terkait utang ini, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, jumlah ini setara dengan 78,5% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp 1.220,5 triliun.

Rizal Ramli: Banyak Ekonom Indonesia Hanya Bisa Bicara, Tapi Tidak Paham Faktor Struktural

KONFRONTASI- Tokoh nasioal sekaligus Ekonom senior DR Rizal Ramli mengatakan, banyak ekonom Indonesia yang hanya bisa bicara ekonomi “ekonomi turun-naik” bagai tukang, tapi tidak memahami faktor-faktor struktural. Hal ini terjadi karena para ekonom tersebut tidak paham filsafat, sejarah ekonomi dan perbandingan komparatif sistim ekonomi.

Widjojo Nitisastro Kecilkan Sejarah dan Filsafat Ekonomi, Hasilnya Seperti Sekarang Ini

KONFRONTASI-  Banyak ekonom Indonesia yang hanya bisa bicara ekonomi “ekonomi turun-naik” bagai tukang, tapi tidak memahami faktor-faktor struktural.

Hal ini terjadi karena para ekonom tersebut tidak paham filsafat, sejarah ekonomi dan perbandingan komparatif sistim ekonomi.

Demikian disampaikan begawan ekonomi Rizal Ramli di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sindikat Besar Perdagangan Manusia Teror Perempuan Berlatar Belakang Ekonomi di Makassar

Konfrontasi - Perempuan di Kota Makassar harus meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya, jangan mudah menerima pemberian dan janji dari orang yang baru dikenal.

Seperti yang nyaris menimpa perempuan IN (17 tahun). IN hampir menjadi korban perdagangan manusia, diduga berawal dari masalah ekonomi.

Ketua P2TP2A Kota Makassar Andi Tenri A Palallo mengatakan, kasus yang menimpa korban IN diduga merupakan tindak pidana perdagangan manusia. Menyasar perempuan sebagai korbannya.

Masalah Utama Bangsa: Gelombang PHK, Ekonomi Jeblok, Ekspor Remuk, Impor Membengkak, Hutang Menggunung dan pandemi Corona, bukan isu HRS, kata Analis

KONFRONTASI- Gelombang PHK dimana-mana, ekonomi jeblok, Ekspor tambah remuk, Impor membengkak di segala lini, hutang menggunung dan pandemi corona, itu persoalan utama, dan jelas bukan soal Habib Rizieq Shihab (HRS).

Masalah NKRI Adalah ketidakadilan dan ekonomi, bukan imam kami!

KONFRONTASI -  Penguasa telah mengerahkan segenap sumber daya yang dimiliki untuk mengurusi Habib Rizieq Shihab (HRS). Presiden, para menteri, Panglima TNI, Kapolri, para Kapolda, para Pangdam, gubernur, walikota/bupati dan semua sibuk mengurus HRS! Seolah-oleh Habib adalah problem besar negeri ini. Seolah-olah Habib adalah ancaman dahsyat yang akan menenggelamkan dan menghancurkan NKRI.

Peringatan Rizal Ramli Terkait Siasat Sri Mulyani dan Jokowi dalam Membayar Utang Luar Negeri

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Begawan ekonomi Rizal Ramli (RR) mengingatkan Menkeu terbalik Sri Mulyani dan pemerintahan Jokowi dalam menyiasati pembayaran utang luar negeri.Indonesia menerbitkan surat utang hanya untuk membayar bunga dari utang negara. "Terbitkan surat utang (bonds), bunganya makin mahal. Untuk bayar bunga utang saja harus mengutang lagi.

Dahsyat, Dialog Akbar Faisal dengan Rizal Ramli: Kondisi Ekonomi Jokowi Sangat Berat Sekali. Kerugian negara sekian triliun Gak Ada yang Tanggung Jawab

 KONFRONTASI- Dialog Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dengan Akbar Faisal dari Nagara Institute sangat menarik publik.  ''Kondisi ekonomi era Jokowi ini sangat berat sekali, bahkan berbahaya. Ekonomi merosot tajam, utang bertumpuk dan untuk membayar utang maka harus ngutang lagi. Tidak ada terobosan ekonomi. Ada kerugian negara sekian triliun gak ada yang tanggung jawab ,’’ kata RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur.

Pages