18 June 2018

ekonomi

Rizal Ramli, Mimpi Buruk Gubernur BI dan Neoliberalisme Ekonomi

KONFRONTASI- Ekonom senior Rizal Ramli (RR) menegaskan, Indonesia tidak  akan maju dan tidak akan  sejahtera  selama  model ekonomi yang diikuti ini model Neoliberalisme ala IMF/Bank Dunia yang tidak akan mampu mengangkat,  paling maksimal  6% itu pun tumbuh dengan hutang besar.

Rizal Ramli di New York: Kebijakan Moneter Gubernur BI saja Tidak Cukup

KONFRONTASI- Dari sela-sela kesibukannya sebagai pembicara dalam berbagai pertemuan di New York dan Washington, AS,  ekonom senior Rizal Ramli (RR) mengingatkan bahwa Gubernur  BI Perry Warjiyo sudah melakukan kebijakan moneter untuk menaikkan kembali rupiah. Perry menurut RR, dikenal  sebagai sosok yang humble, kompeten soal moneter.  ‘’Gubernur Ferry sudah pro-aktif dan preemtive dengan naikkan bunga 2x 0,25%. Tapi kebijakan moneter saja tidak cukup untuk menutup kelemahan dan defisit di sektor perdagangan, Current Account, fiskal  dll.

Rizal Ramli Khawatir: Kemenkeu, BI dan Instansi Terkait Tidak Memiliki Langkah Jelas untuk mengatasi Gejala Krisis Ekonomi

KONFRONTASI- Karena khawatir terjadi krisis multi dimensi, Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (RR) meminta pemerintah melakukan langkah strategis yang jelas untuk mengatasi gejala krisis ekonomi yang sudah lampu kuning.  RR sangat khawatir dan mengkritik  langkah yang tidak jelas dari  Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang Senin lalu menerbitkan keterangan pers bersama (KPB) terkait koordinasi dan bauran kebijakan unt

Awas, Rupiah Terpuruk Utang Bertumpuk, Defisit Memperburuk. Kok Dibilang Prudent? Rizal Ramli Bertanya

Ekonomi Memburuk. Tapi Sri Mulyani Sebut Rupiah Masih Aman untuk Jangka Menengah-Panjang

KONFRONTASI- Ekonomi terus terpuruk, dan rupiah melemah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih dalam batas yang aman. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) per hari ini, nilai tukar rupiah ada pada Rp 14.178 per dollar AS atau level paling rendah sejak awal 2018.

Krisis Ekonomi akibat Mandulnya Jokowi-JK, Dolar AS ke Arah Rp15.000.Masyarakat Tidak Sudi Pilih Jokowi lagi?

KONFRONTASI- Jokowi Effect sudah mati suri dengan tembusnya dollar melampaui Rp14.000 lebih, bahkan dolar siap tembus Rp15.000 sebagai  bukti gagalnya Neoliberalisme Jokowi- JK yang ditangani Menkeu Sri Mulyani dan menjadi sinyal alarm runtuhnya ekonomi Jokowi dari posisi lemah menjadi krisis ekonomi.

Rizal Ramli: Neoliberalisme Yang Merusak Ekonomi Indonesia

KONFRONTASI- Jelas sudah bahwa penyebab ekonomi Indonesia begini-begini saja atau So-So” adalah karena sejak pemerintahan Suharto sampai dengan hari ini kebanyakan menteri-menterinya mengikuti garis Neolib dan tunduk kepada IMF dan atau World Bank.

Teuku Syahrul Ansari soal Susahnya Ekonomi Rakyat dan Tim Ekonomi Jokowi yang Neoliberal, Buntu dan Buram

ACEH- Saya masih mencatat laporan bahwa seorang  ahli financial economics, dari kampus ternama Ivy League, Amerika Serikat mengungkapkan, PLN berpotensi bangkrut, juga tiga Bank pemerintah (pelat merah) bakal dikuasai RRC karena terjerat utang China untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, bahkan 3 bank BUMN itu bakal jadi tumbal keputusan kereta cepatnya Rini Soemarno (Rinso), yang menarik lagi dana 6 milyar dolar AS. Benarkah analisis dia itu?

Pilpres 2019 harus Bisa Atasi Kemunduran Ekonomi, kata Teuku Syahrul Ansari

KONFRONTASI-  Dalam percaturan pilpres 2019, kompetisi gagasan dan visi-misi untuk 2019 sangat relevan dalam mengatasi kemunduran ekonomi yang makin parah. Demikian pandangan caleg PAN dari dapil aceh Teuku Syahrul Ansari (Alon).

Rizal Ramli: Ekonomi Seharusnya Berpijak Pasal 33 UUD 1945, Tapi Sekarang Makin ke Kanan, Liberal

KONFRONTASI-Sistem ekonomi Indonesia saat ini sudah semakin ke kanan alias liberal. Padahal, berdasarkan konstitusi, sistem ekonomi Indonesia tidak ke kanan dan tidak ke kiri.

"Berdasarkan Undang-Undang Dasar kita berdiri di tengah-tengah. Tapi sekarang makin ke kanan," ungkap pakar ekonomi, Rizal Ramli, usai bertemu dengan Ketua MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/5).

Dalam sistem ekonomi yang makin ke kanan, Rizal menyebut kesenjangan sosial dalam masyarakat Indonesia terus melebar.

Pages