Driver Ojek Online (Ojol)

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Driver Ojol Wanita yang Jadi Tulang Punggung Keluarga di OKI

Konfrontasi - Pelaku pembunuhan janda muda Ayu Clara (29) di penginapan Oyo, Kacang Pedang, Pangkalpinang, akhirnya ditangkap polisi.

Pelaku bernama Abdullah Yahya (32), warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Pelaku ditangkap di rumah rekannya di Desa Geronggang, Padamaran Timur, OKI, Sumsel pada Kamis (19/11) malam.

Pelaku sempat menjadi buron selama satu minggu sejak menghabisi janda muda Ayu Clara di penginapan Oyo pada Sabtu (14/11) lalu.

Antar Pesanan Makanan, Driver Ojol Ditusuk di Bagian Bokong Saat Dibegal di Jakarta Barat

Konfrontasi - Seorang pengemudi ojek daring, Aditya Wiratama Sukma Riyanto (18) menjadi korban begal, dan terluka akibat terkena tusukan senjata tajam di Tamansari, Jakarta Barat, Jumat dini hari.

Kapolsek Metro Tamansari AKBP Abdul Ghafur mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Sedang pendalaman (kasus) dengan Kanit Reskrim. Nanti akan dikabari lebih lanjut,” ujar Ghafur di Jakarta, Jumat (20/11/2020)

Order Fiktif Kembali Hantui Ojol, 35 Driver di Samarinda Jadi Korban

Konfrontasi - Dwi Muhammad Soleh (31) sudah tiga tahun bekerja sebagai petugas security, di salah satu mal yang ada di Samarinda.

Dua hari belakangan ini, Soleh harus mencari penghasilan yang lebih, di luar gaji dari profesinya tersebut. Hal itu dilakukan, guna membiayai pengobatan sang ayah, yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

Namun nasib apes harus dialaminya. Di hari kedua bekerja sebagai driver ojek online (ojol), Soleh malah merugi. Hal ini terjadi setelah dirinya menerima orderan fiktif dari seorang costomer yang mengaku sebagai anggota polisi bernama Wijaya dan bertugas Polsek Samarinda Kota.

Peristiwa tak mengenakan itu dialami Soleh pada Minggu siang (25/10/2020) tadi.

Soleh nampak mondar-mandir dilorong Polsek Samarinda Kota, sembari menenteng pesanan costumer tersebut. Dari setiap ruangan yang didatanginya, tak ada satupun polisi yang mengaku telah memesan minuman dan makanan ringan melalui aplikasi ojol.

Dengan mata berkaca-kaca, Soleh pun hanya bisa terduduk sambil menghela nafasnya ketika seorang petugas polisi mengatakan kepadanya, bahwa dirinya telah tertipu. Pasalnya di Polsek Samarinda Kota tak ada satupun petugas yang bernama Wijaya.

Selain itu, Soleh juga tak dapat lagi menghubungi customer tersebut karena diblokir oleh pelaku. Akibat kejadian ini, Soleh pun merugi senilai Rp 200 ribu. Lantaran telah membelikan pesanan customer sesuai orderan yang masuk dipesan aplikasi ojol miliknya.

"Tadi saya terima orderan, ngakunya polisi bernama Wijaya, tugasnya disini (Polsek Samarinda Kota). Minta dibelikan pulsa juga. Hampir Rp 200 ribu modal saya dari ngutang sama tetangga, ya hilang sudah," ucapnya dengan suara lirih.

Soleh mengaku hanya bisa pasrah setelah mengalami kerugian akibat orderan fiktif. Dirinya pun berencana melaporkan kejadian itu ke pihak perusahaan ojol yang menaunginya untuk kemudian melaporkannya ke Aparat Kepolisian.

"Saya baru dua hari kerja sampingan jadi ojol. Buat tambahan biaya bapak lagi dirawat di rumah sakit. Jadi ngga tau kalau bisa sampai tertipu begini," lanjutnya.

Berselang 30 menit kemudian, seorang ojol bernama Dedi (38) juga datang ke Polsek Kota. Dia turut menjadi korban penipuan. Kantong plastik yang dijinjingnya pun serupa. Dua air mineral, minuman berenergi dan sebungkus makanan ringan. Bahkan Dedi telah dua kali membelikan pulsa. Masing-masing senilai Rp 100 ribu.

"Ada Rp 200 ribu saya rugi. Padahal ini buat modal keliling. Saya juga baru seminggu jadi ojol. Jadi nggak ngerti kalau di tipu," terang Dedi.

Lagi-lagi, nama customer yang menipu ojol inipun diketahui mengaku sebagai anggota polisi, bernama Wijaya yang bertugas di Polsek Samarinda Kota.

"Iya ngakunya (namanya) Wijaya juga. Tadi kata polisi ngga ada nama orang itu disini. Saya telepon ngga nyambung lagi, diblokir," ucapnya.

Sama yang akan dilakukan Soleh, Dedi yang mengaku baru sepekan belakangan menjadi driver ojol dengan jaket kuning ini pun rencananya akan melapor ke kantor perwakilan.

"Biar kantor yang mengatasi, kalau gini kita bisa rugi terus. Saya percayanya karena ngaku polisi disini (Polsek Samarinda Kota). Nanti mau melapor sama orang kantor," tukas Dedi.

Salip Kanan, Driver Ojol Jadi Korban Tabrak Lari Saat Antar Pesanan Makanan

Konfrontasi - Nahas menimpa Wahyu Nanda Kristianto (22). Driver ojek online (ojol) itu tewas mengenaskan akibat kecelakaan saat hendak mengantarkan orderan. Peristiwa maut itu terjadi di Jalan Raya Meduran, Kecamatan Manyar, Gresik, Sabtu (1/8/2020) malam.

Diperoleh informasi, kecelakaan itu terjadi saat korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Vino W 2389 AA melaju dari arah timur menuju barat. Ketika melintas di lokasi kejadian, korban menyalip mobil di depannya dari sisi kanan.

Kondisi Ojol di Tengah Pandemi Zona Hitam dan Merah Serta Larangan Bawa Penumpang

Konfrontasi - Nasib transportasi berbasis aplikasi atau ojek online (ojol) cukup terpengaruh dengan kondisi wilayah yang masuk zona merah atau bahkan hitam.

Pasalnya, dengan kondisi tersebut otomatis ojek daring juga tidak diperbolehkan untuk membawa penumpang seperti biasanya.

Sebagai gantinya, driver hanya diperkenankan untuk mengantarkan makanan atau pun barang yang mana hal itu cukup terbatas.

Tetap Dilarang Beroperasi, Driver Ojol Siap "Hijaukan" Istana Negara

Konfrontasi - Pemerintah memutuskan tetap melarang ojek baik online (ojol) maupun konvensional boleh mengangkut penumpang saat masa kenormalan baru atau new normal nanti. Hal ini terutang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020.

Menanggapi hal itu, Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia menyatakan massa ojol siap demo besar-besaran ke Istana Negara jika tetap dilarang mengangkut penumpang saat fase new normal.

Kena PHK dan Pakai Moge Spek Dewa, Pilot dan Pramugara Alih Profesi Antar GrabFood

Konfrontasi - Bergabung ke perusahaan maskapai adalah impian, Kosit Rattanasopon dan Thanun Khantatatbumroong. Gaji yang didapat lebih dari cukup, dan mereka bisa setiap hari mengunjungi negara lain.

Namun, wabah virus COVID-19 mengubah itu semua. Dua pria asal Thailand itu, kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan terpaksa mencari cara lain untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

DKI Jakarta Berlakukan PSBB, YLKI Berikan 3 Saran untuk Selamatkan Driver Ojol

Konfrontasi - Pemerintah Provinsi Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) per hari ini atau Jumat (10/4/2020). Kebijakan tersebut dikukuhkan melalui Pergub No 33/2020 tentang Pelaksanaan PSBB.

Salah satu sektor yang terdampak secara serius terhadap pelaksanaan PSBB adalah ojek online (ojol). Sebab selama pelaksanaan PSBB angkutan roda dua berbasis aplikasi hanya diizinkan untuk mengangkut barang (Pasal 18 ayat 6). Dengan kata lain, ojol dilarang mengangkut penumpang.

Demi Lunasi Hutang di RS, Driver Ojol di Palembang Rela Jual Ginjal

Konfrontasi - Seorang pengemudi ojek online di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menjual ginjalnya di media sosial. Hal ini terpaksa dilakukan untuk melunasi utang biaya rumah sakit.

M Rico Andrian (23) harus melunasi utang rumah sakit sebesar Rp23 juta. Sebelumnya, dia terpaksa dirawat lantaran patah tulang pada kaki kiri akibat kecelakaan.

Driver Ojol yang Tertimpa Dinding Gudang Buku di Depok Meninggal Dunia

Konfrontasi - Dinding sebuah gudang buku di Gang KUD Kampung Sidamukti RT001/RW017 Sukamaju, Cilodong, Depok, Jawa Barat ambruk Sabtu (15/2/2020). Akibatnya satu pengemudi ojek online (ojol) tewas tertimpa robohan dinding.

Saat kejadian, pengemudi ojol bernama Tatang (50) sedang membawa penumpang bernama Pantun Sopia (56) menggunakan sepeda motor bernomor polisi B 3786 EKM. Ketika melintas kondisi cuaca di wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Pages