17 October 2018

Donald Trump

Iran Tolak Tawaran Trump untuk Berunding

KONFRONTASI-Para pejabat tinggi Iran pada Selasa menolak tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengadakan pembicaraan tanpa syarat.

Mereka menganggap tawaran itu sebagai langkah tak berguna dan "suatu penghinaan" setelah Trump bertindak akan memberlakukan sanksi-sanksi atas Teheran menyusul penarikannya dari perjanjian nuklir.

Secara terpisah, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan penolakan Trump terhadap persetujuan itu yang dicapai tahun 2015 merupakan tindakan "ilegal" dan Iran tidak akan mudah terganggu dengan kampanye baru Washington untuk mencekik ekspor minyak vital Iran.

Trump Siap Berunding dengan Pemimpin Iran Tanpa Prasyarat

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan siap bertemu dengan pemimpin Iran tanpa prasyarat untuk merundingkan cara memperbaiki hubungan setelah Washington menarik diri dari perjanjian nuklir internasional tahun 2015.

"Jika mereka ingin bertemu, saya akan bersedia," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih saat ditanya apakah ia siap bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.

"Saya siap bertemu dengan siapa pun," kata dia, seperti dilansir Reuters.

Demokrat Tak Beri Dukungan, Trump Ancam Tutup Pemerintahan

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (29/7) mengatakan dia siap "menutup" pemerintahan jika Demokrat tidak mendukung tuntutannya untuk meningkatkan belanja pengamanan perbatasan, termasuk untuk pembangunan dinding di perbatasan dengan Meksiko.

"Saya ingin 'menutup' pemerintahan jika Demokrat tidak memberi kami suara dukungan dalam isu Keamanan Perbatasan, yang meliputi isu pembangunan Dinding!" tulisnya di Twitter.

PM Australia Tak Percaya Trump akan Serang Iran Bulan Depan

 

KONFRONTASI-Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan ia tidak memiliki alasan untuk percaya Presiden Amerika Serikat (AS) sedang merencanakan untuk membom fasilitas nuklir Iran.

ABC Australia melaporkan pada hari Jumat bahwa para menteri senior di pemerintahan Turnbull sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa AS membom fasilitas nuklir Iran, mungkin pada awal bulan depan.

Laporan itu mengutip sumber keamanan senior yang mengatakan fasilitas pertahanan rahasia Australia dapat digunakan untuk membantu Amerika mengumpulkan data intelijen dan mengidentifikasi target untuk membantu misi pemboman Iran mereka, dan bahwa badan-badan intelijen Inggris juga bisa digunakan.

Tapi Turnbull telah menolak laporan itu sebagai sebuah spekulasi. Ia bahkan mengatakan tidak memiliki alasan untuk percaya Trump sedang mempersiapkan konfrontasi militer.

"Saya melihat sebuah cerita hari ini mengklaim bahwa, di ABC, dan mengutip sumber-sumber senior pemerintah Australia," katanya. 

"Itu spekulasi, itu mengutip sumber anonim," tegasnya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (28/7/2018).

Dia mengatakan sikap Trump terhadap Iran sudah diketahui, tetapi laporan ABC tidak mendapat manfaat dari "konsultasi" dengan kantornya, atau dengan kantor menteri pertahanan atau menteri luar negeri.

Retorika permusuhan antara Washington dan Teheran telah meningkat secara dramatis minggu ini dalam perang kata-kata antara Trump dan Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Setelah presiden Rouhani memperingatkan AS seharusnya tidak "bermain dengan ekor singa", Trump menanggapi dengan mengatakan Iran akan menderita konsekuensi yang parah jika mengancam AS lagi.

Komandan militer senior Iran, Qassem Suleimani, membalas ancaman tweet Trump, membandingkan Trump dengan seorang penjudi dan pemilik kabaret. Suleimani mengatakan Iran akan menjadi orang yang "mengakhiri" perang antara kedua negara mereka.

Sanjung Kim Jong-un, Trump Puji Pelucutan Rudal Korut

KONFRONTASI- Sambil membanggakan hubungan baik dengan Kim Jong-un, Presiden Donald Trump memuji laporan yang menyebutkan bahwa Korea Utara mulai melucuti salah satu situs uji coba rudal balistik antarbenua mereka.

"Korea Utara sudah memulai proses perlucutan salah satu situs rudal utama, dan kami mengapresiasi itu," ujar Trump sebagaimana dikutip AFP, Selasa (24/7).

Trump Tuding Rusia akan Bantu Demokrat di Pemilu

KONFRONTASI - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa menyatakan bahwa Rusia akan berupaya keras untuk memenangkan Partai Demokrat pada pemilihan umum legislatif di Amerika Serikat pada November mendatang.

Namun, presiden dari Partai Republik itu tidak menyampaikan bukti apa pun soal tudingan tersebut.

Sejumlah badan intelejen Amerika Serikat menyimpulkan bahwa Rusia telah mengintervensi pemilu tahun 2016 untuk membantu pencalonan Trump sekaligus mendiskreditkan rival Trump saat itu, Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Democrat's bill to criminalize Trump business activities

KONFRONTASI - A Democratic Representative from the state of California has proposed a bill that would make it a criminal offense for President Donald Trump and his family to "enrich themselves by using his presidency."

Congressman Eric Swalwell announced the bill on Monday. It aims to put restrictions on the kind of business and financial transactions a sitting president is allowed to do.

Google Didenda, Trump Murka Pada Uni Eropa

KONFRONTASI-Presiden AS Donald Trump mengkritik Uni Eropa yang memberikan denda 5 miliar dolar AS terhadap Google, menuduh mereka memanfaatkan Amerika Serikat.

Trump Yakin Rusia Berhenti Campuri Pemilu AS

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengaku yakin Rusia sudah berhenti mencampuri pemilihan umum di negaranya.

Trump: Rusia Setuju Bantu Korea Utara

KONFRONTASI - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Rusia akan membantu Korea Utara (Korut). Rusia secara antusias menawarkan pembaruan terhadap proses negosiasi AS dengan Korut terkait senjata nuklir.

"Rusia telah setuju untuk membantu Korea Utara, di mana hubungan dengan kami sangat bagus dan prosesnya berjalan seiring," kata Trump di Twitter.

Pages