Dolar

Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS Masih Rentan Terkoreksi

KONFRONTASI-Pemerintah diharapkan untuk tidak merasa bangga lantaran nilai tukar rupiah menguat.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menilai, penguatan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih sangat rentan kembali berubah menjadi lemah.

"Itu cuma kebanggaan temporer dan semu. Penguatan rupiah masih temporer dan rentan terkoreksi," ucap Bhima Yudhistira kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/6).

Ditutup Rp13.877 per USD, Gubernur BI: Nilainya Masih Undervalued

Konfrontasi - Nilai tukar Rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2020) ke level Rp13.877 per USD. Rupiah menguat sebesar 217 poin terhadap mata uang Paman Sam.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, strategi bauran ekonomi yang sudah diterapkan Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) saat ini menambah gaya gedor tersendiri bagi terlaksananya roda perekonomian.

Larangan Mudik Lebaran 2020 Bikin Rupiah Menguat Terhadap USD

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melanjutkan trend positifnya sampai penutupan perdagangan minggu ini, Jumat (24/4). Dikutip Bloomberg mata uang Garuda dikunci perkasa ke level Rp15.400 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, keputusan pemerintah untuk melarang pelaksanaan mudik hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah mulai Jumat (24/4), menjadi pemicu utama penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD.

Modal Asing Masuk RI, Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan

Konfrontasi - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan sejumlah aspek yang membuat nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 17 April 2020 mengalami penguatan cukup signfikan dikisaran Rp15.480-15.515 per dolar AS. 

Perry menegaskan, kondisi itu tidak terlepas dari kembali meningkatnya kepercayaan pelaku pasar keuangan ataupun investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Terutama, di saat mewabahnya virus corona (COVID-19) sejak Maret 2020 hingga saat ini.

Rupiah Ditutup Menguat, Efek Intervensi BI-Pengusaha dan Lockdown Daerah

Konfrontasi - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (27/3). Rupiah akhirnya ditutup menguat ke level Rp16.185 per USD. Pada pekan depan, kinerja positif tersebut diprediksi masih akan terus membaik ke posisi Rp15.900 per USD.

Upaya BI Jaga Stabilitas Rupiah Agar Tak Semakin Anjlok

Konfrontasi - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat melemah hingga sentuh Rp 16.000 per USD. Hal ini dinilai karena aksi kompak para investor dan pelaku pasar untuk menjual asetnya ke dalam bentuk kurs dollar.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa kebijakan dalam upaya menahan pelemahan rupiah lebih dalam. Salah satunya dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bsp) menjadi 4,5 persen.

Memilih Aset Safe Haven: Adu Kuat Emas, Dolar, dan Yen

KONFRONTASI -   Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin itu peribahasa yang ingin sekali dihindari oleh para investor di tengah banyak ketidakpastian pasar. Saat ini, tidak sedikit aset investasi yang terus menguras keuntungan investor.

Investor pun membutuhkan strategi yang cakap agar tidak buntung. Salah satunya, mungkin diversifikasi portofolio melalui aset safe haven yang saat ini dalam tren bullish.

 

Dampak Konflik Iran-AS, Investor di Negara Berkembang Main Aman

Konfrontasi - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satunya, berdampak pada volatilitas yang membahayakan ekonomi dalam jangka panjang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, dengan adanya konflik ini, investor akan takut untuk berinvestasi ke pasar negara berkembang. Sehingga, ada kecenderungan untuk bermain aman.

Pages