3 April 2020

Din Syamsuddin

Din: Moral Bisa Rusak Karena Demokrasi yang Kebablasan

KONFRONTASI-

Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) membahas mengenai sudah tergerusnya budaya bangsa yang semakin kehilangan identitasnya karena serangan budaya asing.

"Kita tidak bisa mengelak dari gempuran budaya," kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin usai memimpin rapat pleno anggota Wantim MUI di Jakarta, Rabu.

Atas fenomena tergerusnya budaya bangsa itu, kata Din, Wantim merumuskan dua hal penting untuk menanggulangi hal tersebut.

Din: Acara TV Paling Liberal Hanya di Indonesia

KONFRONTASI-Media massa berperan aktif dalam menghadapi kerusakan budaya yang tengah melanda Indonesia. Karenanya, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, meminta media massa, seperti televisi untuk menampilkan atau menyodorkan acara yang bersifat mendidik.

"Media massa perlu menampilkan atau memberikan konten edukatif yang baik bagi masyarakat," kata Din di kantor MUI Pusat, Rabu, 20 April 2016.

Pujian Din Syamsuddin untuk Rio Haryanto

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengucapkan selamat kepada pembalap nasional yang berkecimpung di Formula-1.

"Kami bangga dengan pembalap Rio Haryanto, seorang Muslim, anak bangsa, taat, orang tuanya mempunyai pesantren," kata Din di Jakarta, Kamis.

Rio, kata Din, patut diapresiasi karena mampu tampil di kancah internasional di tengah kelangkaan prestasi Indonesia di berbagai sektor seperti di bidang keilmuan, seni dan olahraga.

Din: Pesantren Bukan Sarang Teroris, Jangan 'Digebyah Uyah'

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan lembaga pendidikan Islam pondok pesantren tidak bisa digeneralisir sebagai sarang teroris.

"Tidak boleh generalisasi seperti itu. BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) mengeneralisasi itu seolah seluruh pesantren tempat mendidik kaum radikal itu tidak benar, bisa sesat menyesatkan," kata Din di Jakarta, Rabu.

Islam Hormati Hak Kaum Minoritas Sesuai Piagam Madinah

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin, mengatakan, Islam adalah agama yang menghormati hak-hak kaum minoritas sebagaimana tercantum dalam Piagam Madinah.

"Islam sangat menghormati hak-hak kelompok minoritas agama lain yang tinggal di negeri mayoritas Islam," kata dia, lewat keterangan pers, di Jakarta, Kamis.

Din mempresentasikan nilai Islam soal penghormatan terhadap hak minoritas itu dalam forum internasional "Conference on Rights of Religious Minorities in Predominantly Muslim Countries", di Maroko.

Din Syamsuddin: Anak Muda Sasaran Empuk Gafatar

KONFRONTASI - Anak muda yang masih labil menjadi sasaran empuk gerakan-gerakan menyimpang seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). "Di tengah perkembangan anak muda yang mencari jati diri ini yang kadang dimanfaatkan sejumlah gerakan menyimpang," kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin

Menurut Din, anak yang masih mencari jati diri itu cenderung digiring Gafatar untuk tidak perlu menghormati orang tua kandung mereka jika berbeda pandangan.

Butuh Komitmen Moral untuk Turunkan Emisi Rumah Kaca

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pengarah Siaga Bumi Din Syamsuddin mengatakan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 29 persen pasca2020 hanya akan tercapai jika aspek etika dan moral diperhitungkan.

Din: Umat Islam Boleh Ucapkan Selamat Natal Asal Tak Libatkan Keyakinan

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan umat Islam boleh saja mengucapkan "Selamat Natal" kepada umat Nasrani, yang akan merayakan Natal pada 25 Desember ini. "Silakan saja jika memang ada keperluannya," katanya saat ditemui di kantor MUI pada Rabu, 23 Desember 2015.

Bagi Din, mengucapkan "Selamat Natal" tak jadi masalah asalkan tidak melibatkan keyakinan. "Itu bersimpati sebagai sesama manusia," ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu.

Soal Freeportgate, Din Syamsuddin: Harus Dibongkar Sebongkar-bongkarnya

KONFRONTASI-Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta media massa terus mengawal sidang Majelis Kehormatan Dewan terhadap dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto terkait kontrak karya PT Freeport.

“Pers jangan kemudian dialihkan ke pertanyaan yang lain karena nanti mengalihkan perhatian,” demikian kata Din Syamsuddin di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (12/12).

Din Syamsuddin: Donald Trump Menggelikan!

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin menyebut wacana bakal calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump soal pelarangan muslim masuk ke Amerika Serikat sebagai menggelikan seperti lelucon.

"Ini menggelikan ada seseorang di era modern ini, era globalisasi ini begitu sempit pikirannya yang ingin melarang sebagian orang memasuki Amerika," kata Din di Jakarta, Rabu.

Pages