3 April 2020

Din Syamsuddin

Pemerintah Harus Jadikan Ormas Islam Mitra Strategis, Bukan Dimusuhi

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin, mendesak pemerintah untuk menjadikan organisasi masyarakat (ormas) Islam sebagai mitra strategis untuk membangun bangsa. Hal itu dianggap perlu dilakukan lantaran saat ini ada sejumlah pihak berusaha mendiskreditkan umat Islam.

Din mengatakan, kerjasama dengan ormas Islam merupakan wujud penghormatan atas besarnya peran sejarah umat Islam di Indonesia. Umat dan ormas Islam, kata dia, sejak masa kemerdekaan telah turut serta membangun bangsa.

Din: Fatwa MUI Bentuk Tanggung Jawab Terhadap Bangsa

KONFRONTASI-Sikap keagamaan atau fatwa MUI dikeluarkan untuk membentuk watak bangsa Indonesia yang berakhlak. Fatwa merupakan tanggung jawab dari pembentukan MUI. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin.

Kilas Balik, Habib Rizieq: Jika Ahok Lolos dari Jerat Hukum, yang ada adalah Revolusi

KONFRONTASI- Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab menegaskan tidak akan ada lagi Aksi Bela Islam 4 tapi yang ada adalah revolusi, bila tersangka penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibebaskan.

Habib juga mengancam pemerintah bila meloloskan Ahok dari jeratan hukum. “Jadi jangan coba-coba. Maka saya teriak revolusi. Siap turun lagi. Jadi jangan turun lagi di Istana, Monas, HI, langsung kita sambangi ke Gedung DPR/MPR,” tegas Rizieq, di Jakarta, Senin (5/12/2016)

Din Syamsuddin Siap Pimpin Perlawanan Bila Ahok Lepas

KONFRONTASI - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mewanti-wanti Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian agar tak meremehkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia pun mengatakan tak akan segan memimpin perlawanan jika Ahok sampai lepas dari jerat hukum.

Soal Aksi 212, Din Syamsuddin: Shalat Jumatnya Sebaiknya Tetap di Masjid

KONFRONTASI-Proses hukum terhadap kasus penistaan agama masih menyisakan ketidakpuasan hingga menimbulkan reaksi demo lanjutan yang akan berlangsung pada 2 Desember 2016. Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab mengatakan, tujuan demo yakni meminta agar Basuki T Purnama segera ditahan.

Buni Yani Tersangka, Din: Reaksi Masyarakat Bukan Karena Postingannya, Tapi Pada Penistaan Agama

KONFRONTASI-Terkait penetapan Buni Yani sebagai tersangka, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyuarakan ketidaksetujuannya. Ia menilai reaksi masyarakat bukan lantaran tayangan video melainkan tindakan penistaan agama.

Pak Jokowi, Tolong Perhatikan Suara Umat Muslim

KONFRONTASI- Din Syamsuddin, bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (16/11) kemarin. Din diterima Presiden sekitar pukul 12.00 WIB, atau sesaat setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.

Ahok Jadi Tersangka Hanya untuk Redam Demo yang Lebih Besar Lagi?

KONFRONTASI-Muncul spekulasi bahwa penetapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka hanya untuk meredam rencana demonstrasi besar-besaran pada 25 November 2016.

Namun, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, tak ingin berprasangka buruk terkait penetapan status tersangka terhadap Ahok tersebut.

Rencana unjuk rasa itu disebut digalang sejumlah organisasi massa Islam sebagai kelanjutan aksi serupa pada 4 November 2016.

Bertemu Jokowi, Din Akui Bahas Kasus Ahok

KONFRONTASI-Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Din Syamsuddin mengakui membahas masalah Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meskipun hanya selintas saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Din: Permintaan Maaf Ahok Tidak Tulus

KONFRONTASI-Permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus dugaan penistaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51, dinilai tidak tulus. Pasalnya, setelah Ahok meminta maaf, banyak pendukung Ahok yang berupaya memperjuangkan bahwa Ahok tak bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama itu.

Pages