Din Syamsuddin

Din Syamsuddi: Iuran BPJS Kesehatan Naik Lahir dari Pemimpin yang Tidak Merasakan Penderitaan Rakyat

Konfrontasi - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan terus menuai pro kontra. Salah satunya datang dari cendikiawan muslim Din Syamsuddin, ia menilai kenaikan iuran itu merupakan salah satu wujud sikap zalim pemimpin pada rakyatnya. 

Din menganggap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 dimana kenaikan iuran BPJS Kesehatan diatur merupakan hasil dari pemimpin yang tidak merasakan penderitaan rakyatnya.

Prof Din Syamsuddin: Pemimpin Yang Tampil Dengan Kecurangan Akan Membawa Musibah Berkepanjangan

KONFRONTASI, Kilas Balik- Berdasarkan konstitusi asas Pemilu adalah jujur, adil, transparan dan akuntabel. Maka KPU sebagai penyelenggara harus memastikan proses penghitungan suara dan penetapan hasil berlangsung berdasarkan asas tersebut, khususnya jujur dan adil. 

Din Syamsuddin: Pemerintah lah yang Kufur Nikmat, Tak Mampu Kelola SDA yang Berlimpah

KONFRONTASI-Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5 persen mesti disyukuri dan tidak boleh kufur nikmat, terus menuai polemik dan reaksi dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM), Din Syamsuddin turut menyoroti pernyataan sang kepala negara itu.

Menurut Din Syamsuddin, yang semestinya tidak kufur nikmat adalah pemerintah. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mensejahterakan rakyat.

Din Syamsuddin: Terjadi Penyimpangan Kiblat Bangsa yang Harus Diluruskan

KONFRONTASI -   Dewan Nasional  Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) sebagai pergerakan rakyat Indonesia yang bersifat lintas agama, suku, profesi, dan gender, menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya berbagai penyimpangan di segala sektor kehidupan berbangsa yang harus segera dibenahi untuk meluruskan kiblat bangsa.

Ketua DN-PIM, Din Syamsuddin saat menyampaikan paparan pada Refleksi Awal Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (7/1/2020), menyoroti bermacam masalah bangsa tersebut.

Hadir dalam Konferensi MRPPD di New York, Din Syamsuddin Sebut, Krisis Lingkungan Hidup Adalah Krisis Moral

KONFRONTASI -   Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2005-2015 Prof Dr M Din Syamsuddin MA menegaskan masalah kerusakan lingkungan hidup telah sampai pada tahap krisis yang serius.

Hal ini ditandai dengan terjadi perubahan iklim dan pemanasan global yang melanda dunia terakhir ini, serta berbagai bencana alam yang terjadi beruntun di berbagai belahan dunia.

Din Syamsuddin hadiri The 2nd Baku Summit of World Religious Leaders

KONFRONTASI -  Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Din Syamsuddin dari 14-16 Nopember 2019 berada di Baku, Azerbaijan utk hadiri The 2nd Baku Summit of World Religious Leaders (Pertemuan Puncak Para Tokoh Agama Dunia Baku Kedua). Pertemuan Puncak Pertama berlangsung pada 2016 di kota yg sama,

Namanya Masuk 119 Terduga Teroris Dunia, Din Syamsuddin: Biarlah Mereka Mempertanggungjawabkannya di Akhirat

Konfrontasi - Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin merespons pemberitaan yang menyebut dia termasuk dalam daftar 119 teroris dunia.

Pria kelahiran Sumbawa 31 Agustus 1958 itu memberikan tanggapan. "Itu lagu lama, berita pada 2014. Patut diduga itu permainan intelijen yang mengembangkan dan selalu mengembangkannya," kata Din dalam keterangan yang dikutip dari JPNN.com, Sabtu (26/10/2019).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu mengatakan berita tersebut sudah basi dan tidak terbukti.

Puluhan Orang Tewas di Wamena, Din Syamsuddin Geregetan, Rejim Jokowi Dianggap Lambat

KONFRONTASI-Pemerintah Joko Widodo dianggap lamban mencegah kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua.

Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Din Syamsuddin. Menurutnya, meninggalnya puluhan orang di Wamena seharusnya bisa dicegah.

“Peristiwa Wamena yang menimbulkan puluhan orang kehilangan jiwa seyogyanya dapat dicegah,” tutur Din dilansir RMOL, Senin (30/9).

Din menambahkan, lambannya pemerintah saat menghadapi kondisi di Wamena sehingga menyulut “perang saudara”.

Pages