Demo

Pernyataan Subsidi Bebani APBN Jelas Ngawur, KAMMI Tolak Rencana Jokowi Naikan Harga BBM

KONFRONTASI - Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menolak rencana Pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM bersubsidi.

Andriyana menyatakan, alasan subsidi BBM yang dianggap membebani APBN tidak bisa diterima.

"Data 2013 menyebutkan anggaran belanja negara mencapai Rp1.842,5 triliun. Sementara, penyerapan anggaran hanya mencapai Rp1.166,2 triliun atau 67,6 persen. Kemudian, dana subsidi BBM selama ini cuma Rp 211,9 triliun," kata Andriyana dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (7/11).

Wah, Relawan Jokowi yang Demo di Istana Kebanyakan Anak-Anak, Belajar Protes Politik.

KONFRONTASI - Unjuk rasa Relawan Jokowi-JK Untuk Nusantara di depan Istana Merdeka petang tadi, Sabtu (25/10), kebanyakan anak-anak di bawah umur. Puluhan demonstran yang diajak aksi tersebut rata-rata berumur 14-16 tahun. Mereka juga tak paham mengapa organisasi tersebut menolak sejumlah nama masuk dalam pemerintahan Jokowi-JK.

"Ya nggak apa-apa. Cuma ikut saja," ujar Guntur (14).

Hal senada juga diungkapkan Rangga (16). Keduanya menolak menjawab saat ditanya asal muasal mereka.

"He-he-he ikut saja," kata Rangga.

Demonstran di Istana Tolak Kabinet Transaksional Jokowi. Kabinet Harus Bersih dari Neolib dan Koruptor

JAKARTA- Gerakan massa dari Front Nasional Marhaenis Menggugat Kabinet Trisakti Gadungan melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014). Kabinet Transaksional  Jokowi ini dinilai mencekik  relawan Jokowi dengan Neoliberalisme dan transaksi ekonomi-politik yang kotor sekali. Tanda-tandanya jelas: harga BBM dinaikkan dan para Neolib, politisi medioker dan koruptor masuk kabinet Jokowi. ''Kaum Soekarnois dan Trisakti Soekarno mati di kandangnya sendiri, akibat adanya Neolib dan macan tutul yang masuk ke kandang banteng,'' kata aktivis GMNI, W.

Demonstran Hong Kong Mundur dari Sejumlah Lokasi

KONFRONTASI-Para pengunjuk rasa prodemokrasi di Hong Kong pada Minggu mengumumkan bahwa mereka menarik diri dari sejumlah lokasi demonstrasi.

Sejumlah lainnya bertekad tak akan beranjak menjelang tenggat waktu pembersihan jalanan.

Occupy Central, salah satu kelompok yang menyelenggarakan aksi unjuk rasa, mengatakan para demonstran akan meninggalkan lokasi sekunder untuk memperkuat wilayah demonstrasi utama.

Mereka juga akan membuka akses untuk jalanan yang diblokir di dekat kantor pusat pemerintahan di pusat kota.

Bentrokan Tak Terhindarkan di Luar Lokasi Demo di Central Hong Kong

KONFRONTASI-Baku hantam terjadi di salah satu kawasan perbelanjaan terkenal dan padat di Hong Kong, Jumat, saat ratusan pendukung pemerintah Tiongkok menyerbu tenda-tenda dan merobek spanduk milik pengunjuk rasa pro-demokrasi, serta memaksa mereka mundur.

Puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan di Hong Kong sepanjang pekan ini menuntut demokrasi penuh di bekas koloni Inggris itu, termasuk sistem pemungutan suara bebas untuk memilih pemimpin mereka pada 2017.

Demo Kian Seru, Pemimpin Hong Kong Ogah Mundur

KONFRONTASI-Pemimpin Hong Kong, Leung Chun-ying, mengatakan tidak akan mengundurkan diri meski demonstrasi di sekitar gedung pemerintah semakin meningkat. Namun Leung sepakat mengadakan dialog dengan para mahasiswa pemimpin demo agar aksi yang menurut dia "ilegal dan melanggar hukum" ini cepat selesai.

"Saya tidak akan mengundurkan diri karena harus bekerja untuk pemilu nanti. Saya minta mereka yang berdemo segera menghentikan aksi ini," kata Leung dalam konferensi pers, seperti dilaporkan BBC News, Kamis, 2 Oktober 2014.

Para Demonstran di Hong Kong Cemooh Bendera Cina

KONFRONTASI-Pendemo Hong Kong menilai Hari Kemerdekaan Cina hari ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan jumlah massa yang semakin besar dalam mendukung demokrasi. Salah satu pemimpin demo, Joshua Wong, bahkan mengajak sekitar 30 orang untuk berpaling dari bendera Cina yang sedang dikibarkan.

Aksi itu pun diikuti oleh puluhan pendemo lainnya yang menyoraki bendera merah Cina yang dikibarkan oleh helikopter.

Beijing akan Lawan Demo di Hong Kong

KONFRONTASI-Tiongkok, Selasa (30/9) menyebut unjukrasa pro-demokrasi di Hongkong tidak sah, sementara media pemerintah menegaskan Beijing tidak akan menyerah tetapi menunggu opini publik untuk melawan protes itu.

Puluhan ribu orang, yang berada di pusat bisnis internasional, berikrar tidak akan menghentikan blokade-blokade mereka di jalan hingga pihak berwenang Beijing memberi mereka pemilihan demokratis untuk memilih pemimpin mereka.

Pages