Demo 22 Mei

Aksi 22 Mei 2019 Disebut Mirip 98, Habibie: Its Not True

Konfrontasi - Presiden ke-3 RI BJ Habibie tidak sependapat bahwa aksi kerusuhan 22 Mei 2019 lalu disamakan dengan kerusuhan 1998.

Saat itu, Habibie menjadi presiden menggantikan Soeharto yang lengser. "Kalau disamakan dengan keadaan waktu tahun 98, its not true," kata Habibie, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

KPAI Datangi Rumah Korban Kerusuhan 22 Mei

Konfrontasi - Perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mendatangi salah satu korban kerusuhan 22 Mei, berinisial RF (16), di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019.

Sepupu korban, Alif, mengatakan perwakilan KPAI datang ke rumah korban sekitar pukul 13.00 WIB. “Orang-orangnya saya enggak tahu,” ujar Alif di rumah korban.

Gubernur Anies: Warga Tak Perlu Khawatir Bepergian Karena Jakarta Aman

Konfrontasi - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga untuk tidak terlalu khawatir bepergian karena kondisi Ibu Kota relatif tenang dan aman setelah kericuhan yang terjadi Selasa (21/5) hingga Rabu (23/5).

“Jangan khawatir untuk pergi ke mana saja, karena Jakarta aman. Hari ini semuanya sudah relatif tenang, karena itu saya menganjurkan kepada seluruh warga Jakarta berkegiatan seperti biasa,” kata Anies ditulis Jumat (24/5/2019).

Pasca-Demo 22 Mei, Gubernur BI: Rupiah Kembali Menguat

Konfrontasi - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa nilai tukar Rupiah, hari ini kembali menguat. Asal tahu saja, kemarin nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.455 atau menguat 65 poin dibandingkan penutupan di hari sebelumnya. Sedangkan pada pagi tadi Rupiah menguat ke level Rp14.440 per USD.

"Jadi, hari ini Rupiah menguat stabil. Rupiah dalam 3 hari ini menguat stabil. Ini tunjukkan pasar valas bergerak normal dan asing percaya kepada pasar keuangan kita," ujarnya di Gedung BI Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Dilarang & Tokohnya Dikriminalisasi, Demo 22 Mei Makin Besar

KONFRONTASI -  Demo 22 Mei 2019 yang rencanya di depan kantor KPU makin besar walaupun ada larangan dan kriminalisasi terhadap tokoh-tokohnya. Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Senin (20/5/2019).

“Dilarang dan dikriminalisasi tokoh-tokoh rakyat makin bersemangat demo 22 Mei 2019,” ungkapnya. Kata Muslim, harusnya tidak perlu ada pencegahan tetapi dirangkul dan dibiarkan untuk demonstrasi. “Mereka demo dengan acara buka bersama justru bisa mempererat hubungan polisi dan demonstran,” kata Muslim.