Demo

Demo Mahasiswa dan Pekerja bukti ada Krisis Kepercayaan, Menggerus Elektabilitas Jokowi dan PDIP

KONFRONTASI- Gerakan mahasiswa dan buruh/rakyat yang berdemonstrasi  di era pandemi Corona dan resesi ekonomi ini,  jadi bukti ada krisis kepercayaan dan demonstrasi demontrasi  itu menggerus dan  merontokkan elektabilitas Jokowi dan PDIP, sementara koalisi Jokowi  pecah di dalam, Omnibus Law tidak ada jaminan dilaksanakan, dan maraknya korupsi membuat tekanan AS  makin efektif  dalam menghalau dominasi China Tiongkok dan agar korupsi di rezim Jokowi  dibasmi agar investasi Barat mau masuk negeri ini.

Pemerintah Jokowi Diharapkan Tak Gunakan Kekerasan dalam Menangani Demo Mahasiswa dan Pekerja,kata Bennie Akbar Fatah

KONFRONTASI- Kehidupan rakyat sudah makin sulit akibat kemerosotan ekonomi dan menjalarnya pandemi  Corona yang mendorong  merebaknya gerakan protes pekerja dan mahasiswa. Pemerintah Jokowi  diharapkan tidak menggunakan kekerasan terhadap buruh dan mahasiswa yang demo sebab hal itu melanggar HAM dan Konstitusi kita. Rakyat yang sudah membayar pajak sangat prihatin dengan kekerasan oleh aparat terhadap mahasiswa dan pekerja yang berdemo terkait Omnibus Law.

169 Orang Diamankan Saat Aksi Tolak Omnibus Law di Surabaya

KONFRONTASI-Aksi unjuk rasa Tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berlangsung damai dan kondusif, Selasa (20/10) sore.

Massa yang terdiri atas gabungan buruh, mahasiswa, hingga petani dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jawa Timur itu membubarkan diri tanpa kericuhan tadi.

Meskipun demikian, di tengah aksi tersebut, aparat kepolisian mengamankan sebanyak 169 orang.

Tolak Omnibus Law, Demo Buruh dan Mahasiswa di Jakarta Siang Ini

KONFRONTASI-  Massa buruh dari Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) dan mahasiswa BEM-SI  menggelar demonstrasi, Selasa (20/10/2020) hari ini. Massa berkumpul di kawasan depan Kampus UI Salemba lalu melakukan longmarch ke Istana Negara, Jakarta Pusat.

Ketua KASBI, Nining Elitos, mengatakan, massa buruh mulai berkumpul dan melakukan aksi longmarch mulai pukul 10.30 WIB.

"Pukul 10.30 WIB kita kumpul, lalu long march dari UI Salemba kemudian ke Istana Negara," kata Nining melalui pesan singkat kepada Suara.com, Selasa (20/10/2020).

Massa di Patung Kuda Bubar Usai 6 Jam Berorasi

KONFRONTASI-Mayoritas massa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, membubarkan diri usai menyampaikan orasi sekitar enam jam, Selasa.

"Saya Kapolres Jakarta Pusat mengajak adik-adik untuk tertib dan kembali dengan tertib. Tidak ada yang anarkis," kata Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto melalui pengeras suara di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Heru mengimbau massa, khususnya kaum remaja untuk pulang dengan tertib dan menghindari provokasi yang berpotensi memicu kericuhan.

Mayoritas Orang Tua Pelajar Ternyata Tak Tahu Anaknya Ikut Demo

KONFRONTASI-Mayoritas orang tua pelajar yang ditangkap mengaku tidak mengetahui anaknya terlibat unjuk rasa di Jakarta sampai berujung penangkapan oleh polisi, Selasa (13/10).

"Itu anak enggak bilang apa-apa sama saya. Cuma pingin main aja katanya. Saya enggak tahu kalau ternyata ikut demo," kata orang tua pelajar, Minah (42), saat menjemput anaknya di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu siang.

Didi Irawadi Geram Mendengar Tudingan Keji Terhadap SBY, Kalian Orang-orang Pengecut, Kalau Berani Tampil dong

KONFRONTASI -  Demo besar-besaran kaum buruh, pelajar, dan mahasiswa pada 6-8 Oktober 2020 disebut-sebut didanai Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Atas tudingan tersebut, Didi Irawadi Syamsuddin pun bereaksi keras. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini menilai tudingan terhadap mantan Ketum Partai Demokrat yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY sangat keji dan tidak bertanggung jawab.

Sebut SBY Bayar Orang Demo, Dewi Tanjung: Anakmu Gagal Jadi Menteri, Kau Buat Gaduh Negara Ini

KONFRONTASI   -     Demo penolakan RUU Cipta Kerja alias Omnibus Law yang berakhir ricuh menjadi sorotan.

Bahkan kini muncul banyak spekulasi soal adanya massa demo yang dibayar saat aksi penolakan RUU Cipta Kerja alias Omnibus Law.

Kader PDIP, Dewi Tanjung bahkan lantang menuding Partai Demokrat membiayai demo penolakan RUU Cipta Kerja.

Dewi Tanjung terang-terangan menulis Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalang dari demo penolakan RUU Cipta Kerja.

 

 

Jadi Korban Salah Tangkap saat Demo, Dosen UMI Makassar Dipukul dan Diseret Polisi

KONFRONTASI -   Seorang dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berinisial AM menjadi korban salah tangkap dan pemukulan oleh oknum polisi. Ia menjadi korban pemukulan oknum polisi saat aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 lalu.

Korban AM menjelaskan kronologi kejadian itu berawal saat dirinya berada di depan salah satu minimarket di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. Ia berada di lokasi itu hendak menuju ke tempat print yang berada di depan Kampus Universitas Bosowa.

Pages