20 August 2018

Demensia

Awas, Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Demensia

KONFRONTASI-Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko demensia pada orang dewasa setengah baya, menurut para ilmuwan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan jurnal PLOS One, para peneliti merekrut 35 orang (berusia antara 45 dan 75 tahun). Para peneliti, termasuk Prabha Siddarth dari University of California, Los Angeles di Amerika Serikat, menanyai partisipan tentang tingkat aktivitas fisik mereka. 

Hubungan Berkualitas Turunkan Resiko Demensia

KONFRONTASI-Dukungan sosial yang positif sedari kecil berhubungan dengan menurunnya risiko terkena demensia di masa tua, menurut sebuah studi. 

Dalam studi itu para peneliti dari University College London (UCL), London Metropolitan University dan Universitas Nottingham menganalisis data 10.055 orang yang tak mengalami demensia pada rentang waktu 2002-2003. 
 
Peneliti lalu mewawancarai para partisipan ini setiap dua tahun selama mulai tahun 2004 hingga 2012. Ukuran pengalaman positif dan negatif dukungan sosial dihitung menggunakan skala berkisar antara 1-4. Semakin tinggi poin berhubungan dengan lebih banyak dukungan positif atau negatif yang diterima seseorang. 
 
Hasil penelitian menunjukkan, sedikit saja dukungan sosial positif diterima seseorang (penambahan satu poin dukungan positif) maka risikonya terkena demensia turun hingga 17 persen. Dukungan ini ditandai sejumlah hal semisal memiliki hubungan yang dapat diandalkan, dipahami pasangan atau dekat dengan anggota keluarga. 
 
Sebaliknya, sedikit aja masalah dalam hubungan (peningkatan satu poin dukungan negatif) seperti memiliki pasangan yang menyebalkan atau tak memiliki kedekatan dengan keluarga, meningkatkan risiko seseorang terkena demensia hingga 31 persen. 
 
"Memiliki hubungan misalnya bersama pasangan misalnya dalam pernikahan, memiliki anak berhubungan dengan penurunan risiko penurunan kognitif dan bekembangnya demensia," ujar Dr Mizanur Khondoker, seorang dosen senior statistik medis di UAE's Norwich Medical School. 
 

Enyahkan Demensia dengan Rutin Minum Teh

KONFRONTASI-Konsumsi rutin teh bisa mengurangi risiko menurunnya kemampuan kognitif hingga 50 persen pada mereka yang berusia lanjut, ungkap sebuah studi dalam The Journal of Nutrition, Health & Aging.  

Dalam studi itu, salah satu peneliti studi, sekaligus asisten profesor Feng Lei dari National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin School of Medicine mengatakan, risiko ini bahkan bisa turun sampai 86 persen pada mereka yang secara genetik berpotensi mengalami alzheimer.