Debat Capres

Tegangan Tinggi Harga Listrik dan Debat Capres

KONFRONTASI -  Minggu, 17 Februari 2019, KPU kembali menggelar Debat Capres sebagai rangkaian kegiatan Pilpres 2019. Debat kedua ini mengangkat isu strategis, yakni energi,pangan,sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Terkait energi, ditengarai masing-masing paslon bakal memperdebatkan permasalahan kelistrikan nasional. Capres petahana, barangkali, akan memaparkan pencapaian program kelistrikan. Sebaliknya, capres dan cawapres penantang, ada kemungkinan, mengkritisi pencapaian tersebut.

Debat Harus Kedepankan Etika dan Beradab Tanpa Mengandung Unsur Ujaran Kebencian

KONFRONTASI - Dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, para kontestan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) beserta para pendukungnya diminta untuk menjaga suasana politik dengan melakukan debat secara santun, mengedepankan etika dan beradab tanpa mengandung unsur ujaran kebencian baik di dunia nyata ataupun dunia maya. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa dan sekaligus untuk menghindari perpecahan ataupun permusuhan di lingkungan masyarakat.

Sigit Pamungkas Desak KPU Minta Maaf Terkait "Debat Capres"

KONFRONTASI -  Mantan Komisioner KPU Sigit Pamungkas menilai KPU harus meminta maaf karena debat pertama capres dan cawapres tidak menarik.

"KPU mesti minta maaf ke publik. Janji tampilkan dibuat menarik itu tidak terpenuhi," kata Sigit dalam acara diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).

Selain itu, kata Sigit, isi debat yang dijanjikan KPU adalah seputar visi-misi para capres-cawapres. Dalam pelaksanaannya tidak sesuai.

Hukum & HAM, Korupsi Melempem- Bung, Debat Capres Jangan Hanya Jadi Ajang Retorika Belaka!

KONFRONTASI -   Debat Capres yang digelar Kamis, 17 Januari 2019, jangan hanya jadi ajang retorikabelaka.

Selama empat tahun terakhir, sektor hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), pemberantasan korupsi dan penanganan terorisme masih melempem.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Indonesia Local Policy Studies (ILPOS), Rafles Hasiholan Aritonang dalam rilis tertulisnya.

Arfianto Nilai Debat Capres 2019: Soal Terorisme, Kedua Calon Beda Pandangan

KONFRONTASI  -  Pengamat politik The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono menilai dalam debat capres dan cawapres, Kamis (17/1) malam, kedua pasangan calon memiliki pandangan berbeda dalam menangani terorisme.

“Sangat jelas terlihat bahwa terdapat perbedaan pandangan dari kedua pasangan dalam menangani persoalan terorisme,” kata Arfianto di Jakarta, Jumat (18/1).

Ia melihat pasangan Jokowi/Ma’ruf lebih mengedepankan pendekatan pencegahan melalui kontraradikalisasi dan deradikalisasi, seperti yang dinyatakan Ma’ruf.

Debat Capres: Jokowi Emosional, Prabowo Santai

KONFRONTASI - Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan setidaknya ada catatan penilaian terhadap jalannya debat perdana Pilpres 2019 dari tiga aspek. Yaitu, penguasaan masalah, program kerja, dan komunikasi.

Dalam aspek penguasaan masalah, kedua kandidat pasangan calon Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi masih belum mampu menunjukkan kapasitas atau performa terbaiknya.

Debat Capres: Prabowo-Sandi Unggul, Jokowi Menakutkan

KONFRONTASI - Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianggap lebih unggul dari rivalnya Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada debat perdana Pilpres 2019.

Keunggulan Prabowo-Sandi terlihat dari sikap mereka yang lebih tenang dan kompak. Sementara Jokowi-Ma'ruf terlihat tegang dan sedikit emosional.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, saat debat tadi malam, Jokowi pada posisi menyerang sementara Prabowo bertahan.

Bahas Terorisme Kok Ngumungin Jihad?

Oleh: Nasrudin Joha 

Ini cawapres tidak paham definisi terorisme, ngomongnya ngelantur sampai urusan jihad. Terorisme itu perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Pages