17 February 2019

darmin nasution

Darmin Nasution Ungkap Ekonomi Bocor karena Hasil Devisa Tak Kembali

KONFRONTASI -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan bahwa Indonesia mengalami kebocoran ekonomi. Kondisi ini menyebabkan, tabungan nasional (national saving) rendah.

Menko Darmin menjelaskan, kebocoran ekonomi disebabkan karena Devisa Hasil Ekspor (DHE) hanya sekitar 80% hingga 81% yang masuk dalam negeri. Dari total tersebut, baru 15% yang dikonversi menjadi Rupiah. 

Menko Darmin Akui Bunga Utang RI Lebih Tinggi dari Malaysia

KONFRONTASI- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui bahwa imbal hasil (yield) utang pemerintah lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.

Surat utang negara (SUN) dengan tenor 10 tahun ditawarkan dengan imbal hasil sekitar 8%.

"Tergantung. Kalau yang dihitung utang itu misalnya obligasi pemerintah, kemungkinannya lebih tinggi. Karena yang namanya obligasi kita lebih tinggi bunganya daripada Malaysia, daripada Thailand," ujar Darmin di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Menko Perekonomian Sebut Rupiah Masih Punya Peluang Untuk Penguatan

Konfrontasi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan mata uang rupiah masih berpotensi untuk melanjutkan momentum penguatan, asalkan tidak ada kondisi eksternal yang bergejolak.

“Kita masih punya ruang untuk penguatan rupiah, masih bisa tembus ke arah Rp13.000an. Dengan catatan tidak ada yang aneh-aneh,” ujar Darmin saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

PDIP: Menteri Darmin Kok Gerogoti Jokowi, Ada 115 Juta Pelaku UMKM Yang Harus Dilindungi

KONFRONTASI- Menteri Perekonomian Darmin Nasution diminta tidak membawa agenda sendiri di dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo
"Pak Darmin jangan gerogoti Pak Jokowi," kata politisi muda PDI Perjuangan, Yayan Sopyani Al Hadi, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 21/11).

Hal ini disampaikan Yayan terkait dengan kebijakan relaksasi pelepasan Daftar Negatif Investasi (DNI). Dengan relaksasi ini, maka investor asing berpeluang menguasai 100 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dolar Tembus Rp15.000, Menko Darmin 'No Comment'

KONFRONTASI-Kurs rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) kian melemah. Hari ini, Selasa (2/10), nilai tukar rupiah sudah menembus level psikologis Rp 15.001 per dollar AS. 

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution belum mau berspekulasi mengenai penyebab kian anjloknya rupiah.

Rizal Ramli: Sekarang Sudah Setengah Merah! Menko Darmin Panik Soal Defisit Transaksi Berjalan

KONFRONTASI- Ekonom senior Rizal Ramli menanggapi keresahan yang dialami oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang menyebutkan bahwa Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit/CAD) kini mencapai 3% dan hal tersebut menjadi kekhawatiran bagi pemerintah dan juga Bank Indonesia.

Riza Ramli menyatakan, bahwa ia telah mengingatkan pemerintah asejak enam bulan lalu. Bahkan Rizal menyebut kondisi perekonomian Indonesia sudah berada di lampu kuning sejak beberapa waktu lalu.

AS-China Terlibat Perang Dagang, Indonesia Tak Berdaya

KONFRONTASI-Indonesia tidak berdaya terhadap perang dagang yang terjadi antara dua negara adidaya, Amerika Serikat dan Cina.

"Walaupun perang dagang itu merugikan semuanya, kita tidak bisa banyak berbuat, sebab antara Cina, Eropa dan Amerika saja mereka enggak bisa bicara. Kita cari saja keuntungan untuk kita," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018.

Ekonomi Mandeg, Menko Darmin Malah Salahkan Masyarakat yang Suka Menabung

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut perilaku konsumen yang kini lebih memilih menabung dan berwisata menjadi salah satu penyebab stagnannya pertumbuhan konsumsi pada kuartal I 2018.

“Jadi mereka menabung, lalu nanti dibuat untuk membeli tiket pesawat. Nah itu kan bukan konsumsi,” ujar Darmin di Jakarta, Senin malam (7/5).

Utang RI Lampaui Rp4000 Triliun, Menko Darmin Berdalih untuk Pembangunan

KONFRONTASI-Menko Perekonomian Darmin Nasution angkat bicara perihal membubungnya utang RI sebesar Rp4.034,8 triliun per Februari 2018.

Kata Darmin, utang pemerintah dipastikan untuk kegiatan produktif bagi pembangunan. "Utang itu produktif tidak ada yang konsumtif," kata Darmin di Jakarta, Jumat malam (16/3/2018).

Darmin kembali memastikan bahwa kemampuan pemerintah untuk membayar utang sebesar itu, masih kuat. Apalagi, rasio utang terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), masih di kisaran aman yakni 28%-29%.

SMI dan Darmin Nasution Hanya Punya Wawasan Perekonomian Tradisional Yang Bernilai Tambah Rendah

Oleh:  Abdulrachim K - Analis

 

Pages