Dai

Cinta Qur'an Center Siap Gembleng 10 Ribu Dai, Kata Ust Fatih Karim

KONFRONTASI - Indonesia dikenal sebagai negara religius dengan mayoritas penduduk beragama Islam, bahkan jumlahnya paling banyak di dunia. Namun, dengan wilayah yang sangat luas dan ribuan pulau, tak heran jika masih kekurangan pendakwah, khususnya mereka yang bisa menjangkau seluruh pelosok.

"Ironisnya, salah satu permasalahan serius yang dihadapi umat Islam di Indonesia adalah belum meratanya dakwah Islam ke seluruh penjuru nusantara," kata Dewan Pembina Cinta Qur'an Foundation, Ust Fatih Karim, Minggu (11/6).

Parmusi: Jokowi Dukung Program Dai Daerah Terluar

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung sejumlah program yang dilaksanakan Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Salah satunya, pengiriman dai ke daerah-daerah terluar.

"Sebanyak 20 pengurus Parmusi tadi diterima Presiden, termasuk Majelis Penasihat Bachtiar Chamsyah dan Aisyah Amini," kata  Ketua Umum Pengurus Pusat Parmusi Hisjam Usamah usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/12).

Ikatan Ulama Asia Tenggara akan Bentuk Majelis Ilmiah dan Fatwa

KONFRONTASI-Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara berkeinginan membentuk majelis ilmiah dan fatwa yang bertujuan mempersatukan negara-negara di kawasan ASEAN.

"Kami berkeinginan membentuk majelis ilmiah dan fatwa demi merekat persatuan sehingga menyatukan masalah yang dialami oleh satu negara seperti penetapan awal Ramadhan dan dua hari raya," kata Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara Muhammad Zaitun Rasmin di Jakarta, Selasa.

Dalam temu wartawan di sela penutupan Pertemuan Ilmiah Internasional Ulama dan Dai Asia Tenggara di Balai Kartini, Jakarta,

Melatih Dai Muda, Demi Kelanjutan Dakwah Islam

KONFRONTASI-Sebanyak 100 remaja masjid dan pelajar SMP serta SMA/SMK sekabupaten Biak Numfor, Papua mengikuti pelatihan dai yang diselenggarakan Dewan masjid Indonesia (DMI), Minggu.

Ketua Dewan Masjid Indonesia H.Syaipuddin di Biak, Minggu, mengakui, pelatihan dai dan daiyah DMI sebagai program peningkatan keimanan remaja dan pelajar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah.

Dai Abal-abal Dilarang Dakwah di Medsos

KONFRONTASI- Pertumbuhan media sosial yang begitu pesat menjadikan banyak orang meluangkan ragam aktivitas di sana, tak terkecuali aktivitas syiar agama. Dakwah melalui media sosial seperti Facebook maupun Twitter membutuhkan para dai yang profesional, bukan semata menyebarluaskan isi Alquran dan hadist. 

"Namun, orang yang berdakwah di media sosial harus orang yang profesional di bidangnya. Dibutuhkan dai beneran, bukan dai abal-abal untuk dakwah kepada masyarakat," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Hasanuddin AF, akhir pekan lalu.

Para Pelaku Begal Jadi Objek Dakwah

Konfrontasi - Kepala Bidang Pelayanan Umat Hidayatullah Asrif Amin menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan dai untuk membina dan mendidik moral masyarakat. Menurutnya, kasus pembegalan marak karena tidak berimbangnya pendidikan moral dengan tindak kejahatan.

"Hal tersebut memang menjadi tren dai, yaitu melebur dan mempersuasi masyarakat dengan dakwah. Karena pelaku-pelaku begal memang menjadi objek dakwah hari ini," kata Asrif, Rabu (4/3).

Milad Nabi Muhammad SAW, Dai Dapat Undangan Lebih Banyak

Konfrontasi - Pada musim peringatan maulid (kelahiran) Nabi Muhammad SAW seperti sekarang ini, biasanya juru dakwah (dai) mendapatkan undangan berdakwah lebih banyak dibanding bulan lain.

Majelis Ulama Indonesia mengimbau para dai untuk tidak mematok harga tertentu untuk brdakwah. “Jangan dipatok harga sekian atau sekian,” ujar Wasekjen MUI Amirsyah Tambunan kepada Republika, Kamis (1/1)