Dagang Sapi

Sang Juru Bicara: "Dagang Sapi" (II)

KONFRONTASI  -  Kembali ke ucapan-ucapan para wartawan/wartawati istana. Coba kita kumpulan cuplikan beberapa wartawan dan wartawati istana yang bisa saya hubungi. "Istana lagi kurang asyiek nih bang.

Para menteri dan staf khusus lagi pada bungkam. Memberikan pernyataan kalau lagi pengen memberikan keterangan pers saja," demikian kata wartawati lainnya tanggal 20 Juni 2020 lalu.

Sang Juru Bicara: "Dagang Sapi" (I)

KONFRONTASI -   Bulan Maret 2012, Presiden (waktu itu) Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Tiongkok dan Korea Selatan. Di sela-sela kunjungan itu, SBY "mengritik" para pembantunya, termasuk para menteri kabinetnya.

Kritik SBY pada para menterinya itu disambut oleh kritik dari berbagai pihak di Tanah Air. Kritik kepada SBY, antara lain datang Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman) Indonesia (waktu itu) Fadjroel Rachman.

Sayang, Jokowi Tak Berani memutus rantai Politik Dagang Sapi

KONFRONTASI- Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) periode pertama sudah selesai. Tapi, beberapa yang ditargetkan meleset. Seperti jebloknya pertumbuhan ekonomi, penerimaan negara, neraca perdagangan, investasi dan masih banyak lainnya.

Lalu, bagaimana Jokowi harus menyikapi hal itu di periode kedua? Tentu saja, perlu ada beberapa perubahan yang harus dilakukan Jokowi di periode dua nanti. Utamanya di sektor ekonomi.

Jokowi Dagang Sapi, PDI Perjuangan: Biar Publik Yang Nilai

KONFRONTASI - Politikus PDI Perjuangan Aria Bima menegaskan bahwa susunan pembentukan menteri merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai presiden terpilih.

Publik, kata dia, akan menilai apakah Jokowi nantinya melakukan transaksi-transaksi politik dengan menunjuk menteri dari partai politik. "Publik yang akan menilai apakah dia lakukan dagang sapi atau tidak," ujar dia.

Terkait rumor Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhonoyo yang dikabarkan akan dijadikan menteri senior, Aria menyatakan hal itu tidak mungkin dilakukan Jokowi.