Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Pria Misterius yang Diturunkan di Terminal Wates karena Batuk Meninggal Dunia

Konfrontasi - Pria misterius yang menumpang bus dari Terminal Giwangan Yogyakarta dan diturunkan di Wates, Kulonprogo karena gejala batuk-batuk akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Wates, Jumat (24/7/2020). Pria paruh baya dengan usia sekitar 50 tahun ini, hendak ke Bekasi, Jawa Barat.

2 Kali Erupsi, Gunung Merapi Berstatus Waspada

Konfrontasi - Erupsi Gunung Merapi telah terjadi hingga dua kali pagi hari ini, Minggu 21 Juni 2020. Menurut informasi, erupsi terjadi pada pukul 09.13 WIB dan 09.27 WIB, dengan tinggi kolom erupsi mencapai 6.000 meter dari puncak dengan arah angin ke barat.

Rilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 28 detik.

Senggol Jerami, Pemuda Asal Sleman Tewas Usai Ditabrak Bus

Konfrontasi - Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa terjadi di Jalan Raya Yogyakarta-Wates Km 16.5, tepatnya di Pedukuhan Pongangan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (19/6/2020) siang tadi. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah jatuh dan tertabrak bus.

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini Aditya D Ramadan (16) warga Gamping, Sleman. Korban meninggal di rumah sakit, karena luka cukup parah. Sedangkan adiknya Bima Ismawardana masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kurva Covid-19 Melonjak, Peneliti Sebut Pemerintah Kehilangan Momentum

Konfrontasi - Sejak pertengahan Mei 2020, angka pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.

Sebelumnya, tim peneliti dari Pemda DIY membuat prediksi untuk perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Hasil analisis yang mereka lakukan menghasilkan puncak Covid-19 diprediksi akan terjadi pada pertengahan Mei 2020 dan wabah mulai mereda di awal Agustus 2020. Penelitian ini pun menyajikan predisi kasus baru harian.

Sejak 3 Maret hingga ke 30 April 2020, prediksi tersebut memiliki akurasi sebesar 95 persen. Angka yang disebutkan dalam penelitian sejalan dan tidak selisih banyak dengan angka di lapangan yang selalu dilaporkan pemerintah.

Namun, prediksi mulai meleset di pertengahan Mei, bukannya kasus sudah berada di puncak kemudian menurun, yang terjadi kasus justru terus naik berkali-kali lipat dari rata-rata sebelumnya.

Misalnya pada 27 Mei 2020, jumlah kasus baru mencapai 973 kasus, dua hari selanjutnya di angka 949 kasus, berlanjut ke 9-13 Juni kasus baru di Indonesia selalu mencapai 1.000 tiap harinya.

Grafik pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia sejak pertengahan Mei-13 Juni 2020covid19.go.id Grafik pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia sejak pertengahan Mei-13 Juni 2020

Salah satu tim peneliti dari Pemda DIY, Joko Hariyono menjelaskan alasan prediksi sebelumnya yang mereka buat meleset di tengah jalan dan kasus baru terus meningkat dan tak kunjung menurun.

Menurutnya, hal itu karena pemerintah dinilai kehilangan momentum. Momentum apakah yang dimaksud?

Kabur ke Sidoarjo, Polisi Tangkap Pemotor yang Viral Culik dan Buka-buka Rok di Yogya

Konfrontasi - Pemotor yang viral diduga berusaha menculik dan melecehkan seorang bocah berusia lima tahun di Kota Yogyakarta tertangkap. Pelaku bernama Sukron Datu Adam (26) ini dibekuk di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Dari rekaman CCTV itu kemudian kita tindaklanjuti, siapa orang tersebut (yang terekam di CCTV). Nah, akhirnya kita dapatkan dia (Sukron) di Sidoarjo, Jawa Timur Minggu (15/3/2020) dini hari," kata Kapolsek Kota Gede, Kompol Dwi Tavianto saat jumpa pers di Polresta Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Minggu (15/3/2020).

Kemenkes Keluarkan Daftar Daerah yang Terpapar Virus Corona, Termasuk Yogyakarta

Konfrontasi - Virus Corona telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah tak henti untuk melakukan tindakan pencegahan agar virus itu tak menyebar lebih cepat lagi.

Pada Sabtu (14/3/2020) Pemrov DKI Jakarta telah memberi himbauan kepada warganya untuk tidak sering melakukan aktivitas di luar rumah. Selain itu Pemrov juga telah melakukan tindakan preventif lainnya seperti dengan menutup tempat wisata dan meliburkan sekolah-sekolah selama 14 hari.

Rampas Kendaraan Konsumen, Debt Collector dan Leasing Terancam Penjara Seumur Hidup

Konfrontasi - Baru-baru ini, terjadi bentrokan antara para pengendara ojek online dengan penagih utang atau debt collector (DC) di Yogyakarta. Peristiwa bermula, ketika ada motor milik pengendara ojol yang akan ditarik paksa oleh DC.

Hal itu lantas berusaha dicegah oleh pengendara ojol lainnya. Keduanya kemudian saling terlibat bentrokan, yang meluas hingga beberapa wilayah. Terjadi aksi perusakan juga di salah satu kantor penyedia jasa layanan kredit.

BMKG DIY: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 8 Januari 2020

Konfrontasi - BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta menyatakan ada potensi cuaca ekstrem di DIY. Cuaca ekstrem itu berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diprediksi berlangsung hingga 8 Januari 2020 besok.

"Sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berpotensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang," jelas Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/1/2020).

BMKG: Gempa Bumi M 5,1 Guncang Bantul, Tidak Berpotensi Tsunami

Konfrontasi - Gempa bumi magnitudo (M) 5,1 mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya, Sabtu (10/8/2019).

Pusat gempa berada di 105 km sebelah barat daya Bantul. Kedalaman gempa diketahui 10 km.

BMKG DIY: 80 Persen Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan

Konfrontasi - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan 80 persen wilayah DIY berstatus awas kekeringan. Lantaran di DIY dua bulan terakhir sudah tidak turun hujan.

"Status awas (kekeringan di DIY) kalau dipresentase itu hampir sekitar 70 sampai 80 persen, sisanya (siaga)," ujar Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY, Etik Setyaningrum, di BPBD DIY, Jumat (5/7/2019).

Pages