16 December 2019

Cukai

Pemerintah Didesak Naikkan Tarif Cukai Rokok Putih

KONFRONTASI -  Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji, meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk lebih memperhatikan pabrikan rokok kretek dibanding rokok putih atau impor. Menurutnya, rokok kretek lebih baik dari sisi serapan bahan baku lokal, penyerapan tenaga kerja dan lain sebagainya.

Agus menyarankan agar rokok putih atau rokok impor dikenakan cukai tinggi sementara rokok kretek dikenakan cukai lebih rendah.

Kenapa Rokok Ilegal Marak Beredar?

KONFRONTASI-Maraknya peredaran rokok ilegal di masyarakat telah membuat produksi rokok pada 2016 merosot dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPR Komisi XI, Indah Kurnia, menilai bahwa penyebab utama rokok ilegal marak beredar adalah kenaikan cukai yang tinggi di 2016 yang mencapai 15 persen. Kenaikan itu jauh lebih tinggi dari angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi. 

Naikkan Cukai rokok, Pemerintah Dituding Cuma Cari Uang

KONFRONTASI-Kenaikan cukai rokok rata-rata sebesar 10,54 persen dinilai tidak akan berefek signifikan pada para perokok. Sebab, kebijakan itu tidak efektif pada rokok eceran.

Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Priyo Sidipratomo mengatakan, pemerintah setengah hati dalam mengendalikan industri rokok. Menurutnya, kenaikan cukai karena pemerintah berorientasi pada pemasukan bagi keuangan negara.

Pengusaha Plastik Tolak Pemberlakuan Cukai

KONFRONTASI-Para pengusaha plastik yang tergabung dalam sejumlah asosiasi menolak usulan pemerintah memberlakukan pengenaan cukai terhadap plastik kemasan produk industri.

"Jika pemerintah bermaksud mengeluarkan berbagai biaya atau beban dengan tujuan mengurangi sampah plastik, maka tidak akan efektif. Plastik akan tetap digunakan dan tidak berkurang penggunaannya sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari," kata Wakil Ketua Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) Edi Rivai di Jakarta, Senin.

Tolak Kenaikan Cukai Rokok, Puluhan Ribu Buruh Teken Petisi

KONFRONTASI-Penolakan kenaikan target cukai rokok 2016 yang terlalu tinggi, yaitu sebesar Rp140 triliun, disuarakan lebih dari 40 ribu buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (SP RTMM) dengan menandatangani petisi . Hal ini disampaikan oleh  Ketua SP RTMM Kabupaten Pasuruan, H.M Romli, saat RDPU dengan Komisi XI DPR.

Kenaikan Cukai Bunuh Industri Rokok

KONFRONTASI -  Kenaikan cukai rokok dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016, dinilai dapat menekan industri rokok untuk berkembang di tengah perlambatan ekonomi.

Pengamat Ekonomi Didik J Rachbini menuturkan, relaksasi saat ini diperlukan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, target pajak dan cukai rokok yang begitu besar membuat industri semakin terbebani, bahkan dapat mematikan industri rokok.

Dampak Kenaikan Cukai Rokok: PHK Massal dan Gulung Tikarnya Perusahaan Rokok Golongan Kecil dan Menengah

KONFRONTASI - Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan tiap tahun cukai rokok selalu dinaikkan demi meningkatkan sumber penerimaan negara. Tahun ini saja Pemerintah menargetkan penerimaan cukai rokok sebesar Rp 139 triliun. Sementara, tahun 2014, realiasasi cukai tembakau mencapai Rp 116 trilun. Artinya, tren penerimaan atau pendapatan negara sektor cukai tembakau juga terus meningkat dari tiap tahun anggaran.

Misbakhun Harapkan Pemerintah Permudah Ekstensifikasi Cukai

KONFRONTASI-Rencana pemerintah akan melakukan ekstensifikasi pajak atau cukai untuk menggenjot penerimaan Negara yang demikian besar mendapat tanggapan anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. 

Menurutnya, rencana tersebut sejalan dengan diamandemennya Undang-Undang (UU) nomor 11 Tahun 1995 menjadi UU Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai, salah satu yang paling diharapkan adalah mempermudah langkah ekstensifikasi.

Kemenperin Tolak Kenaikan Cukai Rokok

KONFRONTASI -  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dipastikan menolak kebijakan kenaikan cukai rokok sebesar 27 persen. Pasalnya, kenaikan cukai dengan besaran tersebut bakal memberatkan produsen rokok nasional. 

"Kenaikan cukai rokok dipastikan memukul produsen rokok, karena mereka juga terkena pajak daerah serta retribusi daerah (PDRD) maupun Pajak Pertambahan Nilai (PPN)," tutur Faiz Ahmad, Direktur Minuman dan Tembakau Direktorat Jenderal Agro Kemenperin, Faiz Ahmad dalam keterangannya di Jakarta (Rabu, 11/2). 

Pages