China

China hits back at Trump criticism over North Korea

KONFRONTASI-China hit back on Monday after U.S. President Donald Trump tweeted he was "very disappointed" in China following Pyongyang's latest missile test, saying the problem did not arise in China and that all sides need to work for a solution.

China has become increasingly frustrated with American and Japanese criticism that it should do more to rein in Pyongyang. China is North Korea's closest ally, but Beijing is angry with its continued nuclear and missile tests.

Australia urges China to do more on North Korea threat

KONFRONTASI-Australian Foreign Minister Julie Bishop called on China on Thursday to do more to contain the threat of North Korea's nuclear and missile programs.

North Korea, which has warned Australia could be the target of a strike, test-launched its first intercontinental ballistic missile earlier this month, which experts say could put all of Alaska in range for the first time.

Patung Kwan Sing Tee Koen Berdiri Megah di Tuban, Guru Besar UI: Awas, Sebentar Lagi Pangkalan AL China!

KONFRONTASI- Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen di Tuban, yang dinobatkan MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara telah diresmikan pada Senin, 17 Juli 2017.

Kendati patung berharga Rp 2,5 Miliar ini dinyatakan tidak ada ritual pemujaan, patung yang berada di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur ini memunculkan kontroversi.

Guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin, mengingatkan kemungkinan adanya skenario “lanjutan” setelah pembangunan patung Dewa Perang Cina itu. 

Mantan Bintang NBA Asal China Bantah Beli Houston Rockets

Konfrontasi - Mantan bintang NBA, Yao Ming, membantah rumor yang menyebutkan bahwa ia akan membeli klub Houston Rockets dengan menyatakan dirinya sudah terlalu sibuk mempertimbangkan kemungkinan tersebut.

Yao, yang bermain untuk Rockets pada 2002 sampai 2011 sebelum pensiun, mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa ia sedang fokus menjalani perannya sebagai presiden Asosiasi Bola Basket China.

Dilarang Peluk Agama, Anggota Partai Komunis China Wajib Atheis

KONFRONTASI-Seorang pejabat tinggi Partai Komunis China mengatakan, anggota partai harus melepaskan kepercayaan dan agama yang mereka peluk.

"Anggota partai seharusnya tak memiliki kepercayaan agama, yang merupakan aturan bagi seluruh anggota partai," kata Wang Zuoan, direktur Badan Negara Urusan Keagamaan (SARA).

"Anggota partai haruslah seorang Marxis ateis, mematuhi aturan partai, dan memegang teguh keyakinan partai,' tambah Zhang lewat artikel yang dimuat Qiushi Journal, majalah resmi Komite Sentral Partai Komunis.

Mal Ini Sediakan Ruang 'Penitipan' Suami Jika Malas Temani Istri Belanja

Konfrontasi - Mal Global Harbour di Shanghai, Cina, memperkenalkan kamar khusus untuk suami yang ogah menemani istrinya berbelanja. 

Ruang khusus suami terbuat dari kaca bening dilengkapi kursi, komputer, monitor, dan alat bermain jadul yang membawa suami mengenang permainan masa sekolah. 

Istri tinggal menitipkan suaminya di ruang khusus agar dia tidak terganggu saat berbelanja. Ruangan itu diberikan gratis untuk saat ini. Seorang sumber membisikkan nantinya akan berbayar. 

Kisah Berani & Hebatnya Polwan Cantik, Tiarap Berjam-jam Intai Penyelundupan Sabu dari China

KONFRONTASI -  Nama Ajun Komisaris Rosana Labobar tiba-tiba ramai dibicarakan.

Melambungnya nama Polisi Wanita itu disebabakan, apalagi jika bukan karena aksinya menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu-sabu dari China di dermaga eks Hotel Mandalika di Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017) kemarin.

Menurut kabar yang beredar, ia bahkan rela tiarap berjam-jam demi menggagalkan aksi tersebut.

Struck by liver cancer, Chinese Nobel Peace Prize-winner Liu Xiaobo dies

KONFRONTASI-Chinese Nobel Peace laureate Liu Xiaobo, who was being treated for late-stage liver cancer, died on Thursday of multiple organ failure, the government said, having not been allowed to leave the country for treatment as he wished.

Liu, 61, was jailed for 11 years in 2009 for "inciting subversion of state power" after he helped write a petition known as "Charter 08" calling for sweeping political reforms.

He was recently moved from jail to a hospital in the northeastern city of Shenyang to be treated.

China Terus Didesak Bebaskan Peraih Nobel yang Sedang Sakit

KONFRONTASI-Dunia internasional terus menekan China agar membebaskan pemenang Nobel, Liu Xiaobo, yang kini mengidap kanker sehingga disarankan mencari perawatan di luar negeri.
 
Informasi resmi dari rumah sakit menunjukkan bahwa pejuang demokrasi itu hampir meninggal dunia.
 
Amerika Serikat (AS) dan Jerman menyuarakan keprihatinan atas penulis berusia 61 tahun setelah rumah sakit yang merawatnya mengatakan, pada Rabu 12 Juli 2017, bahwa dia mengalami kegagalan organ dan kesulitan bernafas.
 
Para dokter berkata, Liu harus menjalani ventilasi buatan agar tetap hidup. Namun keluarganya menolak, menurut Rumah Sakit Utama China Medical University di kota timur laut Shenyang.
 
Sejumlah kelompok hak asasi manusia telah mengecam kurangnya laporan independen mengenai kesehatan Liu. Mereka menuduh pihak berwenang memanipulasi informasi tatkala lokasi rumah sakit yang dijaga ketat menjadi satu-satunya sumber pembaruan medis.
 
Para pejabat belum mengatakan di mana Liu dirawat. Namun setidaknya lima petugas polisi menjaga bagian onkologi rumah sakit, Kamis, memantau akses ke unit tersebut. Beberapa lagi terlihat di tempat lain di dalam dan di luar gedung.
 
Liu, yang dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena 'subversi' pada 2009, dirawat di rumah sakit awal bulan lalu setelah dia dipindahkan dari penjara karena kanker hati stadium akhir.
 
Istrinya, penyair Liu Xia, sudah menemani  dirinya, namun kemampuannya untuk berkomunikasi dengan dunia luar terbatas. Pihak berwenang menahannya dalam tahanan rumah sejak 2010.
 
"Kami tetap khawatir bahwa baik Liu dan keluarganya tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar dan bahwa dia tidak bebas mencari perawatan medis atas pilihannya," juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan, Rabu.
 
Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert mengatakan Berlin, "siap menjadi tuan rumah dan secara medis merawat dia".
 
"Pembaruan kesehatan Liu mengangkat pertanyaan apakah kanker itu seharusnya didiagnosis dan diobati jauh lebih awal," kata Seibert, seperti disitir AFP, Kamis 13 Juli 2017.
 
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga meminta Beijing agar membebaskan Liu dan mengulangi tawarannya agar Liu diobati di pulau otonom tersebut.
 

Pages