China

China Terus Didesak Bebaskan Peraih Nobel yang Sedang Sakit

KONFRONTASI-Dunia internasional terus menekan China agar membebaskan pemenang Nobel, Liu Xiaobo, yang kini mengidap kanker sehingga disarankan mencari perawatan di luar negeri.
 
Informasi resmi dari rumah sakit menunjukkan bahwa pejuang demokrasi itu hampir meninggal dunia.
 
Amerika Serikat (AS) dan Jerman menyuarakan keprihatinan atas penulis berusia 61 tahun setelah rumah sakit yang merawatnya mengatakan, pada Rabu 12 Juli 2017, bahwa dia mengalami kegagalan organ dan kesulitan bernafas.
 
Para dokter berkata, Liu harus menjalani ventilasi buatan agar tetap hidup. Namun keluarganya menolak, menurut Rumah Sakit Utama China Medical University di kota timur laut Shenyang.
 
Sejumlah kelompok hak asasi manusia telah mengecam kurangnya laporan independen mengenai kesehatan Liu. Mereka menuduh pihak berwenang memanipulasi informasi tatkala lokasi rumah sakit yang dijaga ketat menjadi satu-satunya sumber pembaruan medis.
 
Para pejabat belum mengatakan di mana Liu dirawat. Namun setidaknya lima petugas polisi menjaga bagian onkologi rumah sakit, Kamis, memantau akses ke unit tersebut. Beberapa lagi terlihat di tempat lain di dalam dan di luar gedung.
 
Liu, yang dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena 'subversi' pada 2009, dirawat di rumah sakit awal bulan lalu setelah dia dipindahkan dari penjara karena kanker hati stadium akhir.
 
Istrinya, penyair Liu Xia, sudah menemani  dirinya, namun kemampuannya untuk berkomunikasi dengan dunia luar terbatas. Pihak berwenang menahannya dalam tahanan rumah sejak 2010.
 
"Kami tetap khawatir bahwa baik Liu dan keluarganya tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar dan bahwa dia tidak bebas mencari perawatan medis atas pilihannya," juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan, Rabu.
 
Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert mengatakan Berlin, "siap menjadi tuan rumah dan secara medis merawat dia".
 
"Pembaruan kesehatan Liu mengangkat pertanyaan apakah kanker itu seharusnya didiagnosis dan diobati jauh lebih awal," kata Seibert, seperti disitir AFP, Kamis 13 Juli 2017.
 
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga meminta Beijing agar membebaskan Liu dan mengulangi tawarannya agar Liu diobati di pulau otonom tersebut.
 

China sends troops to open first overseas military base in Djibouti

KONFRONTASI-Ships carrying personnel for China's first overseas military base, in Djibouti in the Horn of Africa, have set sail to begin setting up the facility, as China's rapidly modernizing military extends its global reach.

Djibouti's position on the northwestern edge of the Indian Ocean has fuelled worry in India that it would become another of China's "string of pearls" of military alliances and assets ringing India, including Bangladesh, Myanmar and Sri Lanka.

China began construction of a logistics base in Djibouti last year. It will be used to resupply navy ships taking part in peacekeeping and humanitarian missions off the coasts of Yemen and Somalia, in particular.

It will be China's first overseas naval base, though Beijing officially describes it as a logistics facility.

State news agency Xinhua said late on Tuesday the ships had departed from Zhanjiang in southern China "to set up a support base in Djibouti".

Navy commander Shen Jinlong "read an order on constructing the base in Djibouti", but the news agency did not say when the base would begin operations.

Xinhua said the establishment of the base was a decision made by the two countries after "friendly negotiations, and accords with the common interest of the people from both sides".

"The base will ensure China's performance of missions, such as escorting, peace-keeping and humanitarian aid in Africa and west Asia," it said.

"The base will also be conducive to overseas tasks including military cooperation, joint exercises, evacuating and protecting overseas Chinese and emergency rescue, as well as jointly maintaining security of international strategic seaways," Xinhua said.

Foreign ministry spokesman Geng Shuang told a daily news briefing the base would enable China to make "new and greater contributions" to peace in Africa and the world and would benefit Djibouti's economic development.

Djibouti, which is about the size of Wales, is at the southern entrance to the Red Sea on the route to the Suez Canal. The tiny, barren nation sandwiched between Ethiopia, Eritrea and Somalia also hosts U.S., Japanese and French bases.

Banjir Buruh China di Indonesia, Jokowi- Luhut Anggap Enteng Saja

JAKARTA-  Maraknya isu banjirnya pekerja Cina (Tiongkok) dipandang remeh Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan. Lantaran Tiongkok berinvestasi besar di Indonesia. Luhut dan  Presiden Jokowi  nampak sama saja sikapnya.

Luhut bilang, investor Tiongkok membenamkan modal sedikitnya US$10 miliar di Morowali, Sulawesi Tengah. Saat ini, mereka sudah mendirikan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral mentah atau smelter. Untuk produksi nikel dan stainless steel.

Banjir Hantam Selatan China, 15 Tewas, Puluhan Ribu Orang Dievakuasi

KONFRONTASI-Banjir di wilayah selatan China telah menewaskan sedikitnya 15 orang selama beberapa hari terakhir dan memaksa puluhan ribu orang lainnya mengungsi, demikian kantor berita setempat melaporkan.

Di wilayah Guangxi, tujuh orang tewas dan tiga hilang setelah hujan deras, sementara lebih dari 23.000 orang dievakuasi ke wilayah yang lebih aman, tulis Kantor Berita Xinhua, Minggu malam.

Sementara itu di Provinsi Hunan, lebih dari 300.000 orang mengungsi dan delapan orang tewas, kata kantor berita yang sama.

India Beri Peringatkan Keras Terhadap China Atas Pembangunan Jalan Perbatasan

KONFRONTASI - India memperingatkan China pada Jumat bahwa pembangunan jalan di dekat perbatasan bersama akan menyebabkan dampak keamanan yang serius, ketika Kementerian Luar Negeri China membantah pasukannya telah melanggar wilayah sekutu India, Bhutan.

Kebuntuan atas wilayah dataran tinggi dekat pegunungan India di negara bagian Sikkim, yang berbatasan dengan China, telah mengakibatkan ketegangan antara dua negara raksasa bertetangga itu, yang memiliki 3.500 km (2.175 mil) bagian wilayah yang diperdebatkan.

China Berang atas Rencana AS Jual Senjata ke Taiwan

KONFRONTASI-China marah atas rencana pemerintah Amerika Serikat (AS) yang hendak menjual senjata senilai lebih dari USD1,4 miliar atau lebih dari Rp18,4 triliun kepada Taiwan.

Beijing dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa rencana penjualan tersebut bertentangan dengan semangat pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping beberapa waktu sebelumnya.

Kunjungan Presiden China ke Hong Kong Disambut Protes Massa

KONFRONTASI-Presiden China Xi Jinping tiba di Hong Kong, Kamis untuk merayakan 20 tahun bergabungnya bekas koloni Inggris itu dengan China Daratan, tapi kunjungannya disambut protes massa yang tidak suka dengan campur tangan Beijing dalam kebijakan lokal.

Inggris menyerahkan Hong Kong kepada Pemerintah China pada 1 Juli 1997 di bawah sistem "satu negara, dua sistem, sebuah formula yang menjamin otonomi daerah dan independensi yang tidak berlaku di China Daratan.

Pemerintah Pusat di Beijing telah menjanjikan Hong Kong tetap sebagai wilayah dengan sistem kapitalis untuk setidaknya sampai 50 tahun kemudian, tapi tidak menjelaskan secara rinci apa yang akan terjadi setelah itu.

Kekhawatiran atas merasuknya pengaruh pemimpin Partai Komunis di Beijing ditandai dengan penculikan beberapa penjual buku di Hong Kong yang khusus menyediakan materi politik sensitif.

Beijing juga berusaha mendiskualifikasi dua orang tokoh indenpenden dalam pemilihan legislatif di Hong Kong.

Protes tahunan untuk mendesak agar diberlakukan sistem demokrasi penuh di Hong Kong diperkirakan akan berlangsung setelah kepulangan Xi Jinping pada 1 Juli mendatang, sebut Reuters.

Pada malam kedatangan Ji, polisi menahan para pemrotes yang prodemokrasi, sebagian diantaranya menduduki monumen simbol penyerahan Hong Kong kepada Pemerintah China oleh Inggris.

Pengamanan sangat ketat dengan pengerahan ribuan polisi diperkirakan akan dilakukan untuk mengatasi protes, termasuk demontrasi pada Sabtu mendatang yang diperkirakan akan diikuti lebih dari 100.000 orang.

Selama kunjungan pertama Xi ke Hong Kong sebagai presiden, ia akan menghadiri upacara pengambilan sumpah pemimpin wanita pertama Hong Kong, yaitu Carrie Lam.

Li juga dijadwalkan mengunjungi garnisun Tentara Pembebasan Rakyat serta bertemu para pemimpin setempat.

Dikabarkan Xi juga akan mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh demokrasi setempat.

China Luncurkan KA Berkecepatan 400 Km/Jam

KONFRONTASI-China meluncurkan kereta api peluru jenis baru dengan kecepatan 400 kilometer per jam yang sepenuhnya berteknologi lokal untuk melayani para penumpang di ruas jalur Beijing-Shanghai, Senin.

Kereta generasi baru yang dinamakan Fuxing model A-CR400AF berangkat dari Stasiun Beijing Selatan tujuan Shanghai pada pukul 11.05 waktu setempat (10.05 WIB).

Pada saat yang sama kereta sejenis model A-CR400BF bertolak dari Stasiun Hongqiao, Shanghai, menuju Beijing.

Pages