China

Jalan Panjang "Mimpi Tiongkok"

KONFRONTASI-Tiongkok kini memasuki masa paling menentukan jalan sejarahnya menuju era baru yang ditandai dengan tampilnya negara itu sebagai negara sejahtera yang modern, kuat dan besar di atas pijakan ideologis dan budaya yang dianutnya.

Xi Jinping Yakin China Mampu Gagalkan Kemerdekaan Taiwan

KONFRONTASI-China memiliki tekad, keyakinan dan kemampuan untuk menggagalkan usaha Taiwan mengumumkan kemerdekaan, kata Presiden China, Xi Jinping, Rabu, yang mendorong Taipei menjawab bahwa hanya rakyatnya yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Taiwan adalah salah satu persoalan peka dan terpenting China, yang menganggap Taiwan, yang berpendirian demokratis, adalah provinsi yang tidak patuh dan tidak pernah meninggalkan kemungkinan menggunakan kekuatan agar Pulau Formosa itu dapat berada di bawah kendalinya.

Xi menetapkan taruhan besar untuk mencoba menyelesaikan perbedaan itu dengan mengadakan pertemuan penting dengan Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, di Singapura, 2015.

Namun, hubungan tersebut tenggelam sejak Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik Taiwan pendukung kemerdekaan menang dalam pemilihan presiden pada tahun lalu, dengan Beijing khawatir bahwa Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi Taiwan, yang menjadi peringatan bagi China.

"Kami tidak akan membiarkan siapa pun, organisasi apa pun, atau partai politik manapun, kapan saja atau dalam bentuk apapun, untuk memisahkan bagian manapun dari teritori China dari China," kata Xi, kepada lebih dari 2.000 utusan pada pembukaan Kongres Partai Komunis, yang diadakan seminggu, yang membuat para hadirin memberikan tepuk tangan terlama dalam 3,5 jam pidato itu.

"Kami memiliki tekad, kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengalahkan upaya separatis untuk kemerdekaan Taiwan dalam bentuk apapun," kata Xi, kepada hadirin, termasuk sekitar 300 orang dari Tentara Pembebasan Rakyat.

China's Xi lays out vision for 'new era' led by 'still stronger' Communist Party

KONFRONTASI-Chinese President Xi Jinping on Wednesday laid out a confident vision for a more prosperous nation and its role in the world, stressing the importance of wiping out corruption and curbing industrial overcapacity, income inequality and pollution.

Opening a critical Communist Party congress, Xi pledged to build a “modern socialist country” for a “new era” that will be proudly Chinese and steadfastly ruled by the party but open to the world.

Although his wide-ranging address made clear there were no plans for political reform, Xi said China’s development had entered a “new era”, using the phrase 36 times in a speech that ran nearly 3-1/2 hours.

“With decades of hard work, socialism with Chinese characteristics has crossed the threshold into a new era,” Xi said.

The twice-a-decade event, a weeklong, mostly closed-door conclave, will culminate in the selection of a new Politburo Standing Committee to rule China’s 1.4 billion people for the next five years, with Xi expected to consolidate his control and potentially retain power beyond 2022, when the next congress takes place.

The 64-year-old Xi, widely regarded as the most powerful Chinese leader since Mao Zedong, spoke to more than 2,000 delegates in Beijing's cavernous, red-carpeted Great Hall of the People, including 91-year-old former president Jiang Zemin. Security was tight on a rainy, smoggy day in the capital.

As expected, the speech was heavy on aspiration and short on specific plans.

On the economy, Xi said China would relax market access for foreign investment, expand access to its services sector and deepen market-oriented reform of its exchange rate and financial system, while at the same time strengthening state firms.

During Xi’s first term, China disappointed many investors who had expected it to usher in more market-oriented reforms, especially in the debt-laden state sector.

“If Xi gets the political mandate that he is expected to out of the congress, then my hope is that the state sector reforms actually get done,” Damien Ma, fellow and associate director at U.S. thinktank the Paulson Institute, told the Reuters Global Markets Forum.

“If not, then I would also revise my assessment of the state of reforms in China. There have been talks in Beijing that the state sector will be a focus after the 19th party congress, so we need to see.”

The European Union Chamber of Commerce in China said it welcomed commitments to open wider the door and treat all companies equally, but said European companies operating in China continued to suffer from “promise fatigue”.

“The only cure for this is promise implementation,” it said in a statement. 

In what was probably an indirect reference to U.S. President Donald Trump’s “America First” policy, Xi promised that China would be fully engaged with the world, and reiterated pledges to tackle climate change. Trump this year opted to withdraw the United States from the Paris climate pact.

“No country can alone address the many challenges facing mankind; no country can afford to retreat into self-isolation,” Xi told the delegates, among them Buddhist monks, Olympic medallists, farmers and at least one astronaut.

Xi set bold long-term goals for China’s development, envisioning it as a “basically” modernised socialist country by 2035, and a modern socialist “strong power” with leading influence on the world stage by 2050.

But he signalled there would be no significant political reforms, calling China’s system the broadest, most genuine, and most effective way to safeguard the interests of the people.

Xi has overseen a sweeping crackdown on civil society, locking up rights lawyers and dissidents and tightening internet controls as he has sought to revitalise the Communist Party and its place in contemporary China.

“We should not just mechanically copy the political systems of other countries,” he said. “We must unwaveringly uphold and improve party leadership and make the party still stronger.”

Perangi Polusi, China Kampanyekan Truk Non Diesel

Konfrontasi - Tak hanya mobil yang kini menggunakan tenaga listrik, truk juga saat ini menggunakan tenaga listrik dengan tujuan mengurangi jumlah polusi. untuk itu China memperkenalkan sebuah kendaraan merah terang yang berbahan bakar gas alam cair, yang memiliki kapasitas untuk mengangkut sebanyak 40 ton baja atau lempengan marmer.

Migrasi WN China Ancam Bonus Demografi Indonesia

Hingga saat ini jumlah penduduk Indonesia diperkirakan telah mencapai 262 juta. Bandingkan dengan penduduk Indonesia tahun 1977 masih 135 juta–menurut lagu Rhoma Irama–maka penduduk hari ini sudah 1,94 kali lebih banyak dari tahun 1977.

Apa sajakah persoalan-persoalan kependudukan yang bakal muncul? Apakah kita mampu mengeksekusi bonus demografi sebagaimana analisis Bank Dunia? Atau justru akan menjadi bencana demografi? Situasinya makin kompleks dengan maraknya migrasi warga China ke berbagai daerah di tanah air.

Ini Sejumlah kandidat Pengganti Xi Jinping

KONFRONTASI-Bulan ini China tengah menuju proses pergantian kepemimpinan untuk menyiapkan pengganti Xi Jinping. Sementara muncul nama Wang Qishan yang berpotensi memegang kendali China ke depan.

Wang merupakan Kepala Anti Korupsi dan orang penting keenam di partai komunis negara tersebut. Kehadiran Wang diharapkan dapat meyakinkan investor. Dia adalah salah satu pembaru ekonomi China yang paling terkenal.

Wang membantu mendirikan bank investasi pertama China dengan Morgan Stanley pada 1990-an. Wang juga sudah menjadi hubungan abadi dengan tokoh-tokoh terkemuka di Wall Street seperti Hank Paulson.

Di dunia politik, Wang telah mengenal Xi sejak lama saat mereka bekerja keras di pedesaan selama Revolusi Kebudayaan Mao Zedong. Saat mengawali kepemimpinan China tahun 2012, Xi memilih wang untuk mempelopori kampanye yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melawan korupsi.

Analisis dari Paulson Institute, pusat penelitian sekretaris treasury mantan yang berfokus pada hubungan AS-China, hanya memberi kesempatan 10 persen Wang untuk tetap tinggal di Komite Tetap. Skenario itu, satu dari tiga yang digariskan di blog "MacroPolo" institut tersebut, juga akan melihat Wang menggantikan Li Keqiang sebagai perdana menteri sementara "mungkin ahli waris" Chen Miner.

"Skenario "norma perusak" di mana Xi tidak dibatasi oleh peraturan masa lalu akan "sehingga mendestabilisasi sehingga bisa memicu reaksi balik internal," kata analisis tersebut.

"Meskipun skenario ini akan mengirimkan sinyal pasar positif sejak awal, hal itu mungkin akan mengarah pada politisasi yang lebih besar di puncak sistem China," katanya. "Politik dapat kembali berkuasa untuk mendominasi masa jabatan kedua Xi dengan mengorbankan kemajuan ekonomi."

Aturan pensiun saat ini - yang dikenal sebagai "tujuh naik, delapan turun" mulai diterapkan pada tahun 2002 oleh Presiden Jiang Zemin yang baru pensiun. Hal ini memungkinkan anggota Komite Tetap 67 atau lebih muda untuk tetap tinggal. Sementara mereka yang berusia 68 atau lebih harus pensiun. Sementara panduan itu bertahan dari tiga perombakan, tidak ada yang bisa memastikannya saat ini.

"Xi telah mencapai kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam memastikan statusnya sebagai pemimpin," kata William Overholt, seorang senior di Harvard University Asia Center, seperti mengutip bloomberg.

"Tidak ada kejelasan tentang kemampuannya untuk memberlakukan reformasi yang penting bagi masa depan ekonomi. Dalam jangka pendek, masalah status mendominasi pasar. Dalam jangka panjang, apa yang akan dia lakukan akan terbukti menentukan."

Busyet, Emak-emak Ini melaju di Jalan Tol Berlawanan Arah

KONFRONTASI-Perangkat GPS biasanya telah tersematkan dalam sejumlah mobil keluaran terbaru saat ini. Fungsinya adalah untuk menunjuk arah dan lokasi yang dituju oleh pengendara saat bepergian.

Sehingga dengan adanya alat tersebut sangat memudahkan pengguna untuk membantu setiap perjalanannya. Namun baru-baru ini alat tersebut malah membawa "petaka" bagi pengendara emak-emak di Provinsi Shandong, China.

Pengamat: Mengapa Pemerintahan Jokowi Biarkan Paramiliter China Masuk Indonesia

KONFRONTASI -   Kehadiran tenaga kerja dari Republik Rakyat China adalah teror bagi kaum pekerja dan rakyat Indonesia. Kehadiran mereka juga berbahaya bagi stabilitas dan keamanan dalam negeri.
Berita Terkait
Helikopter Militer India Jatuh Dekat Perbatasan China
Perusahaan Korea Utara Di China Segera Ditutup
Beijing Paranoid Jelang Kongres Partai Komunis

Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar 20 Kg Sabu yang Dikemas di Bungkus Teh China

Konfrontasi - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap jaringan peredaran 20,419 kg sabu. Sabu tersebut dikemas dalam bungkus teh China bermerek 'Guanyinwang'.

"Jadi di sini telah berhasil kami sita adalah total seluruhnya 20,419 kg narkoba jenis sabu. Narkoba jenis sabu tersebut terbungkus dalam bungkus yang disebut teh dengan mereknya 'Guanyinwang'," kata Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (8/10/2017).

Pages