Chavchay Syaifullah

Takut Allah atau Takut Corona?

Oleh: Chavchay Syaifullah*

Si Pulan marah. Dengan adanya pembatasan ibadah berjamaah karena wabah virus corona, dada si Pulan bergejolak seperti ingin meledak. Lalu dengan nada meledak-ledak, si Pulan pun menjelaskan bahwa kematian itu urusan Allah, ada atau tidak adanya wabah virus corona, matinya manusia adalah tetap kuasa Allah. Ia bahkan menantang ummat dengan pertanyaan yang sama sekali tidak membutuhkan jawaban: "Sebagai orang Islam, kamu takut sama Allah atau sama virus corona?"

Mau ke Mana Muktamar IV Parmusi?

Oleh: Chavchay Syaifullah*

Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) akan menggelar hajatan akbar dan paling strategis, yakni Muktamar IV di Jakarta, 27-29 Maret 2020. Selain akan digelar pertanggungjawaban pengurus periode 2015-2020 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Usamah Hisyam dan Sekretaris Jenderal Abdurahman Syagaff, Muktamar IV juga akan melaksanakan pemilihan pucuk pimpinan baru untuk periode 2020-2025, serta menggelar banyak pembahasan konsolidasi organisasi dan rencana aksi lima tahun ke depan.

Penyair Chavchay Syaifullah Bakal Ikut Hadiri Acara Mengenang Dewi Sartika

KONFRONTASI-Penyair Chavchay Syaifullah menyatakan siap menghadiri acara Dangiang Dewi yang diselenggarakan oleh

Sekolah Teladan Kewajaran Bersikap (STKB) di Bandung, Jawa Barat, 17 Desember 2018. Dangiang Dewi merupakan acara yang digelar khusus untuk mengenang dan meneladani kepahlawanan Dewi Sartika, seorang perintis pendidikan untuk kaum wanita, yang diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 1966.

Kampung Azan: Puisi Chavchay Syaifullah

di kaki gunung yang bisu ini

aku mendengar azan

burung-burung kecil bercericit

air sungai membentur batu-batu

 

di kaki gunung yang sunyi ini

azan menggema bertalu-talu

angin mencium gerimis

kabut memeluk daun-daun

 

sementara di puncak gunung

harusnya aku membaca buku harian

tapi huruf-huruf malah terbakar nafsu

di puncak gunung

aku malah berlari kencang ke ujung dunia

aku lupa pada kesejatian

 

ya Allah

DKB Gelar Festival "Banten Keren" untuk Generasi Milenial

Ketua DKB, Chavchay Syaifullah

KONFRONTASI-Dewan Kesenian Banten (DKB) menggelar Festival Banten Keren bertajuk “Menjemput Kreativitas Generasi Milenial” sepanjang bulan Oktober 2018 di Taman Budaya Banten, Kota Serang. Festival ini dimaksudkan untuk memberikan ruang ekspresi dan artikulasi kepada Generasi Milenial untuk mendemonstrasikan kreativitas artistiknya kepada publik luas sesuai dengan selera, preferensi dan kecenderungan mereka yang khas.

DKB Akan Beri Penghargaan Anumerta dan Santunan Kepada Tiga Istri Perupa Banten

Ketua Umum Dewan Kesenian Banten, Chavchay Syaifullah

KONFRONTASI-Dewan Kesenian Banten akan memberi penghargaan anumerta dan santunan kepada tiga isteri seniman yang telah wafat dan karyanya diikutsertakan dalam Banten Biennale #01, yaitu (alm) Achmad Leonardo, (alm) Rady Bonex, dan (alm) Edi Zubaedi.

Penyair Chavchay Syaifullah Siapkan Puisi Epik Tentang Lampung dan Banten

KONFRONTASI- Penyair dan Ketua Dewan Kesenian Banten (DKB) Chavchay Syaifullah menyiapkan puisi epik tentang persaudaraan Lampung dan Banten yang akan dibacakan pada 28 April 2017 malam di Lambam Sastra Ibedy Stiawan ZS.

“Untuk pembacaan puisi, saya akan baca puisi terbaru tentang Lampung dan Banten. Mulai besok (Sabtu, 15 April, red.) saya smau baca-baca naskah sejarahnya lagi,” kata Chavchay saat dikontak dirinya masih di Bandara Soekarno Hatta dari Banda Aceh, Sabtu (15/4) dini hari.

Mbok Patmi, Kepergianmu Tak Sia-sia! - Puisi Chavchay Syaifullah

manusia adalah pejalan setia menuju kematian
maka tak ada manusia hidup abadi di negeri semen ini
di pegunungan di pesisir di desa di kota
kematian tidak pernah memilih tempat
manusia hanya bisa memilih jalan kematiannya
ada yang memilih jalan hina
ada pula yang memilih jalan ksatria
pejalan setia di jalan-jalan panjang perjuangan
ia tahu cara memilih jalan matinya
ia tahu tak perlu ada yang ditinggal kecuali amal bakti
pejalan setia adalah manusia yang senyum
menghadapi kematiannya

Chavchay Syaifullah: Penistaan Alquran Hancurkan Kebhinekaan

KONFRONTASI-Para seniman ikut memberi warna sejak sidang kelima dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Mereka ikut menggelar aksi di luar ruang sidang. Mereka menampilkan pertunjukan teater “Sekuntum Penjara Untuk Ahok” (10/1), aksi seni rupa “Melukis Negeri Tanpa Penistaan Agama” (17/1), dan pertunjukan dan pameran puisi “Puisi Meruwat Negeri” (24/1).

Pages