Carlo Ancelotti

Akibat Pandemi Virus Corona, Ancelotti : Sepak Bola di Titik Nadir

Konfrontasi - Pelatih Everton Carlo Ancelotti tak yakin kompetisi Liga Primer Inggris bisa dirampungkan di tengah ancaman virus corona. Menurutnya sekarang ini sepak bola ada di titik nadir akibat gempuran COVID-19.

"Kami sama sekali tidak mengisolasi diri, tetapi beberapa tindakan pencegahan datang setelah seorang pemain demam. Terpenting sekarang suhu para pemain sudah menurun," katanya kepada La Gazzetta dello Sport, Minggu (15/3/2020). 

Banyak Pemain Cidera, Klopp Bingung Tentukan Skuad Liverpool untuk Hadapi Everton

Konfrontasi - Juergen Klopp harus melupakan dulu sukses Liverpool mengalahkan Sheffield United 2-0 di Liga Primer. Pelatih asal Jerman itu kini dihadapkan pada masalah cukup pelik, yakni memilih skuad untuk Piala FA. 

Liverpool tidak punya waktu untuk bersantai. Sebab, dua hari setelah memenangi laga pertama di tahun 2020, mereka harus menggelar Derbi Merseyside. The Reds bakal kedatangan Everton di Anfield Stadium, Minggu (5/1/2020) untuk melakoni putaran ketiga Piala FA.

Ancelotti Akhirnya Latih Everton

KONFRONTASI-Carlo Ancelotti akhirnya resmi ditunjuk sebagai pelatih Everton dengan kontrak berdurasi empat setengah tahun.

Pelatih asal Italia itu akan berada di tribun di Goodison Park bersama pemilik klub Farhad Moshiri dan ketua Bill Kenwright saat Everton melawan Arsenal, dengan Duncan Ferguson masih harus melanjutkan tugasnya sebagai pelatih sementara.

Ancelotti kemudian akan bertemu para pemain barunya dan memulai peran barunya pada Minggu, dengan pertandingan pertamanya sebagai juru taktik The Toffee melawan Burnley pada Boxing Day.

Menang di Laga Perdana, Ancelotti Pede Napoli Raih Scudetto

Konfrontasi - Baru pekan perdana, Serie A Italia musim 2019/2020 langsung memanas. Drama tujuh gol terjadi di Stadion Artemio Franchi, Minggu (25/8/2019) dini hari WIB.

Napoli menumbangkan tuan rumah Fiorentina, 4-3. Pelatih Partenopei, Carlo Ancelotti bangga dengan kinerja anak asuhnya.

Jika terus bermain seperti ini, menurut Ancelotti. Napoli bisa menjadi kampiun. Sesuatu yang jarang ditegaskan oleh pelatih-pelatih Partenopei sebelumnya.

Ancelotti Ingin Napoli Rekrut Striker 'Terbuang' Real Madrid

Konfrontasi - Carlo Ancelotti ingin bersatu kembali dengan pemain Real Madrid James Rodriguez. Menurut laporan Il Mattino, pelatih Napoli telah memanggil agen Rodriguez, Jorge Mendes.

Sekarang, Napoli diharapkan bisa mendekati Real Madrid. Sebab, Bayern Munchen enggan mempernanenkan sang pemain.

Diketahui, selama dua tahun terakhir Rodriguez dipinjamkan ke Bayern dengan biaya €13 juta.

Begitupun dengan Madrid. Dilaporkan, pemain 27 tahun itu tidak akan masuk dalam skuad yang direncanakan pelatih Zidane.

Ancelotti Kian Dekat Reuni ke Chelsea

Konfrontasi - Nasib tak menentu Antonio Conte makin memunculkan sejumlah spekulasi. Bahkan, nama-nama pengganti manajer yang mengantar Chelsea ke podium juara Premier League musim lalu ini pun mulai mencuat.

Conte dianggap belum dapat memberikan performa The Blues yang stabil hingga matchweek ke-9. Sontak, hasil ini pun menjadi sorotan manajemen mengingat sejumlah pemain anyar telah diboyong The Blues ke Stamford Bridge.

Bos AC Milan Benarkan Rumor Pemecatan Montella

Konfrontasi - Hasil buruk AC Milan di paruh pertama musim 2017/2018 membuat masa depan Vincenzo Montella menjadi perbincangan hangat. Banyak yang meyakini statusnya sebagai pelatih Milan tak akan berlangsung lama.

AC Milan memang sudah menghabiskan banyak uang untuk membangun kekuatannya di musim panas 2017. Lebih dari 200 juta euro dirogoh dari kocek manajemen untuk menghadirkan banyak pemain berbakat.

Di awal, hasil yang didapat Milan sempat sesuai harapan pendukung dan manajemen. Enam laga mampu dilewati mereka dengan kemenangan. Namun, setelah itu mereka justru kesulitan menjaga tingkat kestabilan.

Bahkan, hanya satu kemenangan yang didapat mereka di lima laga terakhir semua kompetisi. Terkini, Rossoneri ditahan AEK Athens 0-0 pada matchday ketiga Grup D Liga Europa di San Siro, Jumat (20/10/2017) dinihari WIB.

Saat ditanya mengenai apakah masa depan Montella terancam, CEO AC Milan, Marco Fassone tak mengiyakan, tapi juga tak membantahnya. Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa kebersamaan pelatih Italia itu dengan Milan tinggal menghitung hari saja.

Derby della Madonnina, Ajang Pembuktian Montella dengan Skuad Elite

Konfrontasi - AC Milan akan menjalani pertandingan yang sangat menentukan akhir pekan ini. Mereka akan menghadapi rival satu kota Inter Milan di San Siro. Pertandingan ini bukan hanya menentukan nasib Milan di akhir musim nanti tapi juga akan menjadi ajang pengadilan bagi Vincenzo Montella sebagai pelatih Rossoneri.

Menghadapi Inter bukan laga yang mudah bagi Milan. Berkaca pada dua pertemuan terakhir musim lalu hasilnya selalu imbang (di bawah asuhan Montella).  Apalagi jelang derby edisi pertama musim ini, Milan tengah mengalami masalah mentalitas. Dalam dua pertandingan terakhir di Serie A, Milan selalu menelan kekalahan.

Sekali lagi, menghadapi Inter bukan urusan mudah bagi Milan. Musim ini Milan terbukti tidak mampu membuktikan kegagahannya ketika menghadapi tim-tim besar (masih di bawah asuhan Montella). Memasuki pekan ketujuh, Milan mencatatkan kemenangan empat kali. Kemenangan itu hanya diraih ketika menghadapi tim-tim yang levelnya relatif lebih rendah: Crotone, Cagliari, SPAL, dan Udinese. Sedangkan saat menghadapi AS Roma, Lazio, Sampdoria, Milan selalu tertunduk.

Kekalahan menghadapi tim-tim penantang Scudetto seperti Inter Milan mungkin dapat dimaklumi jika Milan tak melakukan pembenahan skuat selama bursa transfer musim panas kemarin. Sebaliknya, petinggi Milan telah menggelontorkan dana besar untuk membeli 11 pemain baru, menghabiskan dana sekitar 200 juta euro.

Kesalahan Montella

Sebagai pelatih dengan skuat mewah, Montella mestinya bisa mendapat hasil yang lebih baik. Tapi Montella kerap membuat fans Milan kecewa dengan keputusannya yang kontroversial.  Bahkan mantan pemilik dan presiden Milan, Silvio Berlusconi, tak segan menyebut Montella sebagai pelatih yang tak paham sepakbola.

Pernyataan Berlusconi sepertinya memang memiliki dasar. Adalah keputusan yang aneh ketika Montella tak kunjung memberikan kepercayaan pada Andre Silva yang dibeli seharga 38 juta euro dari Porto pada bursa transfer musim panas kemarin.

Penyerang 21 tahun tersebut seharusnya sudah mendapat kepercayaan sejak hari pertama gabung Milan. Meskipun terbilang masih muda, ia sudah membuktikan ketajamannya di lini depan. Musim 2016/17, ia mampu mengumpulkan 21 gol dari 44 penampilan di semua kompetisi bersama Porto.  Ketika bermain bersama timnas Portugal, Silva juga menunjukkan naluri ‘pembunuhnya’ kepada semua lawan. Selama babak kualifikasi Piala Dunia 2018 saja, Silva mampu mengumpulkan sembilan gol dari 10 penampilan. Dan dalam tiga penampilannya yang terakhir, ia selalu mencetak gol di Portugal.

Keputusan Montella mendatangkan dan menjadikan Nikola Kalinic sebagai pilihan utama adalah pertanyaan besar. Alasannya adalah, Silva masih perlu adaptasi di Italia. Asumsi seperti itu tak sepenuhnya benar karena pemain yang bisa tampil bagus di level internasional relatif tak akan mengalami kesulitan adaptasi di liga manapun karena ia sudah sering menjalani banyak pertandingan menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara.

Masalah lain Montella di Milan adalah ketidakmampuannya mengembangkan permainan kreatif dengan formasi 3-5-2. Ketika menghadapi Sampdoria, Milan sama sekali tak mampu melakukan tembakan tepat sasaran. Dan ketika lawan AS Roma, Milan hanya tiga kali melakukan percobaan tepat pada sasaran namun tak berbuah gol.

Disinggung Soal Ancelotti ke Arsenal, Wenger: Saya Tak Mau Ikut Campur

Konfrontasi - Arsene Wenger ogah menanggapi rencana Carlo Ancelotti ke Arsenal. Menurutnya, ia takkan turut campur dalam masalah tersebut.

Wenger menangani Arsenal sejak tahun 1996. Ia mampu menyumbang 17 gelar termasuk tiga gelar Liga Inggris.

Namun kontrak Wenger akan habis dua tahun lagi. Dan Arsenal pun sedang mencari penggantinya.

Menariknya, Ancelotti menyatakan ketertarikannya menangani The Gunners. Manajer asal Italia itu sendiri sedang menganggur karena baru dipecat Bayern Munchen.

Pages